Sudah menjadi harapan dan prioritas utama, baik bagi teknisi kaki palsu maupun pasien itu sendiri, bahwa ketergantungan pada tongkat atau alat bantu jalan lainnya harus dihindari sebisa mungkin dalam aktivitas berjalan sehari-hari.
Hal ini berlaku untuk semua tipe amputasi, baik pasien pengguna kaki palsu atas lutut maupun kaki palsu bawah lutut. Tujuan akhir dari program rehabilitasi adalah mencapai kemandirian dan mobilitas maksimal tanpa bantuan alat.
Namun, apakah benar pasien wajib segera melepaskan tongkat? Jawabannya adalah TIDAK SELALU.
Kebutuhan Tongkat: Bantuan yang Tak Terhindarkan (Khususnya Tipe Atas Lutut)
Meskipun kemandirian adalah tujuan, penggunaan tongkat atau walker justru sangat dibutuhkan dalam beberapa kondisi. Dalam pengalaman kami, terkadang alat bantu ini menjadi penopang esensial, terutama bagi pengguna kaki palsu tipe atas lutut yang membutuhkan kestabilan ekstra.
Berikut adalah faktor-faktor spesifik yang membuat pasien kaki palsu perlu mempertahankan penggunaan tongkat:
1. Pasien dengan Komplikasi Medis (Diabetes)
Pasien amputasi yang disebabkan oleh kasus gula (diabetes) sering kali memiliki kemampuan otot yang lemah dan mengalami gangguan koordinasi tubuh.
Risiko Jatuh: Kondisi ini meningkatkan risiko jatuh saat memakai kaki palsu, terutama pada masa awal adaptasi. Tongkat berfungsi sebagai penyeimbang dan alat support penting untuk meminimalisir risiko ini.
2. Lansia dan Faktor Nyeri Awal
Faktor lain yang sering membutuhkan tongkat adalah:
- Pasien Wanita Lanjut Usia: Lansia secara umum memiliki kekuatan fisik yang menurun dan memerlukan bantuan ekstra untuk menjaga keseimbangan.
- Pengguna Kaki Palsu Bawah Lutut: Pasien ini terkadang mengeluhkan nyeri pada ujung sisa amputasi saat memulai berjalan. Tongkat dapat mengurangi beban tumpuan, memungkinkan pasien untuk beradaptasi selama beberapa hari hingga rasa nyeri tersebut berangsur-angsur hilang.
Peran Penting Teknisi Kaki Palsu dalam Edukasi dan Penentuan Alat Bantu
Oleh karena itu, peran seorang teknisi kaki palsu sangat krusial. Teknisi harus mampu:
- Mengukur Kemampuan Fisik: Melakukan penilaian fisik secara mendalam dan mengukur daya tahan tubuh pasien.
- Edukasi dan Pelatihan: Memberikan latihan menggunakan kaki palsu sesuai kadar kemampuan fisik pasien, termasuk membekali mereka dengan cara latihan berjalan menggunakan tongkat yang benar.
Pilihan Alat Bantu yang Ideal
Sebagai catatan tambahan, bagi pengguna kaki palsu tipe amputasi atas lutut memiliki potensi yang lebih besar untuk membutuhkan bantuan alat jalan, yang dapat berupa:
- Tongkat Ketiak (Crutches)
- Tongkat Jenis Cane (Tongkat Tunggal)
- Alat Bantu Walker
Keputusan Akhir: Teknisi kaki palsu yang berwenang untuk menilai dan menentukan pilihan jenis tongkat yang paling ideal dan aman bagi pasien, tentu setelah melalui serangkaian program terapi dan latihan yang maksimal.
















