Beranda Topik Tongkat

Topik: Tongkat

Jangan Terkecoh, Nyaman atau Tidak, Kualitas Kaki Palsu Bukan Hanya Soal Harga

Terobosan Kaki Palsu: Kenyamanan Tak Lagi Tergantung pada Harga!
Kenyamanan Terjamin, Tak Bergantung pada Harga!

Sudah menjadi ketetapan umum, bahwa harga dari suatu produk tentu berbanding lurus dengan kualitas barangnya. Namun hal itu tidak menjadi ukuran mutlak untuk kebutuhan kaki palsu bagi pasien amputasi kaki.

Kenyamanan pemakaian kaki palsu sangat banyak ditentukan dari faktor usia, jenis kelamin, penyebab amputasi, kemampuan fisik terutama kemampuan menggunakan alat bantu tongkat sebelum memakai kaki palsu. Dan termasuk kualitas harga kaki palsu juga menjadi faktor pendukung kenyamanan kaki palsu.

Akan tetapi bagi teknisi kaki palsu yang profesional, biasanya mampu merancang atau membuat komponen kaki palsu yang lebih ringan tanpa mengubah kualitas kaki palsu itu sendiri. Rancangan kaki palsu tersebut sangat membantu pasien amputasi karena berat kaki palsu dapat dikurangi bobotnya serta memberikan penawaran harga kaki palsu yang lebih murah.

Dari beberapa komponen kaki palsu impor yang tersedia, produk komponen kaki palsu tersebut mampu mendukung berat badan pasien sampai 85kg s/d 100kg, sehingga diperlukan bahan yang kuat seperti bahan besi maupun stainless.

Akan tetapi bagi pasien yg hanya memiliki berat badan 50kg s/d 65kg, tentu akan merasakan bobot kaki palsu terasa berat. Olehnya itu beberapa teknisi kaki palsu di Indonesia telah mampu merancang komponen yang lebih ringan,sehingga pemakaian kaki palsu akan terasa nyaman.

Ternyata Harapan Itu Masih Ada ! Transformasi Seorang Pasien Cacat Lahir Menjadi Pengguna Kaki Palsu yang Mandiri

Proses Pembuatan Kaki Palsu
Konsultasi Harga Kaki Palsu

Dalam suatu kesempatan, saya bertemu seorang pasien dengan kelainan cacat lahir pada kaki dan berharap utk mampu berjalan tanpa bantuan tongkat seperti orang normal pada umumnya. Beliau rujukan pasien dari kota muna sulawesi tenggara ke salah satu rumah sakit ternama di Makassar.

Setelah melalui pemeriksaan di poli ortopedi, akhirnya di putuskan untuk dilakukan amputasi bagian yang mengalami kecacatan di bagian betis. Dalam proses pemulihan pasca amputasi, maka selanjutnya ditangani di bagian perawatan luka dan bagian rehabilitasi medik.

Program terapi penguatan otot dilakukan secara rutin serta edukasi persiapan yang perlu dilakukan sebagai home program sebelum pengukuran kaki palsu selama 3 bulan. Pembalutan memakai elastis perban pada betis menjadi prioritas utama bagi teknisi kaki palsu dalam rentan 3 bulan pertama pasca amputasi.

Alhamdulillah memasuki masa 3 bulan pertama dilakukan pengukuran dan casting kaki palsu, Ini di Lakukan setelah lukanya sudah dalam tahap penyembuhan permanen.

Dan hal yang menarik bagi kami selaku teknisi kaki palsu adalah keunikan dalam memberikan program latihan berjalan (gait training) yang tentu tidak sama dengan penyebab amputasi yg lain,yang mana pasien yang lain sudah mengetahui secara refleks tentang cara berjalan yang benar. Akan tetapi untuk pasien yang cacat lahir tentu belum pernah merasakan pola jalan normal seperti yang lainnya.

Dengan tekad dan semangat tinggi dan berharap kemudahan dari Allah, Alhamdulillah dalam sekitar 3 kali pertemuan latihan, akhirnya beliau mampu menyelesaikan tahap latihan dengan sangat memuaskan dan mampu berjalan dengan penguasaan kaki palsu tanpa menggunakan tongkat.

Dan tiada harapan kami selaku teknisi kaki palsu kecuali berharap semoga menjadi amal saleh dan pahala di sisi Allah dan berharap agar kaki palsu tersebut dapat digunakan di jalan yang diridhai Allah tabaraka wata,ala. Amin…🤲🤲🤲

INILAH KISAHKU SAAT KAKI YANG KUSAYANGI HARUS BERPISAH DARI TUBUH

Dalam ruang operasi, aku menyerahkan diri pada tangan-tangan ahli yang berusaha menjaga kesehatan dan menghapus rasa sakit. Dalam hati, aku percaya bahwa ini adalah bagian dari takdir terbaik yang Allah berikan untukku.

Rasa takut, cemas, dan berbagai kekhawatiran ada dalam pikiranku saat akan melangkah menuju rumah sakit untuk menjalani proses amputasi kaki. Namun, diriku selalu mengedepankan sangkaan baik kepada Allah bahwa ini adalah ketetapan takdir terbaik yang Allah berikan untukku. Dan berharap semoga ini menjadi penghapus dosa atas segala kesalahan dan kekhilafan selama hidupku.

Dan kiranya Allah senantiasa memberikan kesabaran dan keteguhan menjalani sisa hidupku.

Setelah tiba di ruangan pemeriksaan, dokter bedah mulai melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh tentang status gizi, cek darah lengkap, serta fungsi organ tubuh, dan yang tak kalah penting adalah kesiapan jiwa menjelang masuk ke kamar operasi.

Setelah itu, dokter menyodorkan surat pernyataan kesiapan yang ditandatangani untuk menjalani tindakan operasi tersebut.

Saat perawat mulai mendorong brankar tidurku melewati lorong bisu menuju ruang operasi, sambil berdoa dan berzikir, tak pernah lepas dari bibir dan nafasku. Dan akhirnya, detik-detik menjelang operasi, dokter mulai menyuntikkan sesuatu, dan akhirnya aku pun terlelap tidur tanpa sadar tentang diriku.

Dalam proses operasi, dokter akan membuang jaringan dan tulang yang perlu rusak dan tetap mempertahankan jaringan yang masih sehat. Setelah itu, dokter bedah akan menghaluskan tepi tulang, memperbaiki pembuluh darah, serta ujung saraf sebelum menjahit dan menutup kembali area yang sudah diamputasi.

Dan Alhamdulillah, setelah menjalani proses amputasi, selanjutnya diantarkan kembali ke ruang perawatan intensif untuk menjalani proses pemulihan, terutama perawatan jaringan luka oleh dokter dan beberapa perawat yang senantiasa memantau perkembangan setiap hari.

Penggantian perban secara rutin serta pembalutan area amputasi menggunakan elastis perban menjadi prosedur tetap untuk perpindahan pelayanan ke bagian rehabilitasi.

Tim rehabilitasi, meliputi dokter rehab, fisioterapi, dan teknisi kaki palsu, tentu memiliki tugas selanjutnya guna memaksimalkan pelayanan yang berkelanjutan.

Latihan ambulasi di tempat tidur dan latihan berdiri serta berjalan dengan 2 tongkat, serta penguatan otot tungkai yang sehat, adalah program terapi guna mendukung kemampuan diriku dalam latihan dan memakai kaki palsu nantinya.

KENAPA SIH DOKTER VONIS SAYA UNTUK SEGERA AMPUTASI KAKI?

Amputasi kaki adalah suatu keputusan akhir oleh dokter bedah setelah melalui suatu pemeriksaan pada seorang pasien. Terkadang hal ini menimbulkan rasa syok dan sedih setelah mendengarkan saran dan anjuran tersebut, betapa tidak terbayang rasa malu dan hilangnya salah satu anggota kakinya yang selama ini menjadi bagian dalam aktivitas hidupnya.

Meski demikian, keputusan dokter tersebut memiliki kemaslahatan pada seseorang demi menghindari kondisi yang lebih buruk dan menyelamatkan jiwa pasien itu sendiri.

Berikut beberapa alasan dokter untuk melakukan amputasi:

  1. Gangren : Adanya kematian jaringan yang disebut gangren sehingga menyebabkan hilangnya fungsi dari jaringan tubuh tersebut yang bisa disebabkan oleh penyakit diabetes atau gangguan pembuluh darah perifer, ditandai dengan jaringan tubuh yang berwarna hitam.
  2. Tumur Ganas : Timbulnya tumor ganas pada daerah tungkai, yang biasanya terlihat sebagai pembesaran jaringan yang tidak normal yang disertai rasa nyeri.
  3. Cedera Serius : Cedera akibat kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja.
  4. Cacat Bawaan : Cacat sejak lahir yang menyebabkan kelainan bentuk dan fungsi pada anggota geraknya.

Setelah menjalani tindakan amputasi, selanjutnya dilakukan proses pemulihan dalam kurun 1-2 minggu di rumah sakit.

Program rehabilitasi pasca amputasi sangat dibutuhkan dan tentu ditangani oleh tim rehabilitasi atau fisioterapi untuk persiapan nantinya melakukan prosedur pembuatan kaki palsu.

Ketidakhadiran penanganan oleh fisioterapi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang teknisi kaki palsu dalam mempersiapkan proses pengukuran kaki palsu. Betapa tidak, terkadang pasien tiba-tiba datang untuk diukur padahal kondisi fisik belum memungkinkan karena kurangnya edukasi pasca amputasi.

Untuk program pasca amputasi, sebaiknya dilakukan pembalutan pada tungkai tubuh yang sudah diamputasi, baik amputasi di atas lutut maupun amputasi di bawah lutut.

Selanjutnya, latihan berdiri dan berjalan menggunakan 2 tongkat juga sangat dibutuhkan bimbingan dan arahan dari tim rehabilitasi.

Latihan penguatan otot oleh fisioterapi sangat berperan membantu memulihkan kondisi fisik untuk aktivitas fungsionalnya menjelang pengukuran kaki palsu.

Dan hal yang tidak kalah pentingnya pasca amputasi adalah perawatan luka secara rutin untuk mempercepat proses pemulihan dan kesembuhan luka yang ada, karena hal tersebut menjadi syarat wajib untuk memakai kaki palsu adalah sembuhnya luka secara sempurna.

Berapa derajat sih kekakuan lutut yang bisa ditolerir untuk membuat kaki palsu?

Berapa derajat sih kekakuan lutut yang bisa ditolerir untuk membuat kaki palsu
Berapa derajat sih kekakuan lutut yang bisa ditolerir untuk membuat kaki palsu

Kekakuan sendi pada pasien amputasi bawah lutut adalah masalah tersendiri dalam merancang kaki palsu guna mendapatkan pola jalan yang ideal serta menghindari luka pada ujung amputasi. Semakin besar kekakuan pada sendi lutut, maka semakin berisiko timbul rasa nyeri dan luka pada ujung amputasi.

Salah satu faktor penyebab risiko kekakuan pada amputasi bawah lutut adalah model amputasi yang pendek (short stump), yaitu kurang dari 9 cm dari bawah tempurung lutut (patella). Terkadang, bagi tenaga medis yang berpengalaman, pemasangan spalk atau bidai posisi lurus dilakukan pada bagian belakang lutut pasca amputasi.

Kurangnya informasi dan edukasi dari tenaga medis tentang perawatan pasca amputasi juga menjadi faktor timbulnya kekakuan lutut. Terkadang, pasien merasa nyaman ketika meletakkan bantal di bawah lutut pada bagian yang sudah diamputasi dalam waktu berbulan-bulan saat berada di rumah, sehingga kebiasaan ini justru menjadi pemicu terjadinya kekakuan pada lutut.

Apabila kekakuan lutut melebihi 20 derajat, maka saat memakai kaki palsu akan kesulitan menapakkan kaki palsu secara sempurna, sehingga dapat memicu risiko luka pada bagian ujung amputasi akibat beban tubuh saat berdiri dan berjalan yang memberikan tekanan dan gesekan. Terkadang, rasa nyeri juga menjadi keluhan pada pasien tersebut.

Dalam pengalaman beberapa pasien, latihan bertahap dengan bantuan 2 tongkat sangat bermanfaat dalam mengurangi risiko luka dan nyeri pada kekakuan lutut. Memberikan latihan bertahap dan rutin seperti ini selama beberapa minggu akan mempermudah dan mengurangi derajat kekakuan secara signifikan.

Oleh karena itu, pengalaman dan jam terbang seorang teknisi kaki palsu sangat penting dalam menangani kasus seperti ini.

Program yang dilakukan di rumah dan edukasi kepada pasien setelah pulang sangat dibutuhkan guna tetap memantau perkembangan latihan selama di rumah.

Sebagai catatan penting, rancangan kaki palsu untuk pasien yang mengalami kekakuan sendi lutut pasca amputasi dalam beberapa tahun mungkin perlu diperbaharui kembali setingan kaki palsunya guna mendapatkan pola jalan yang lebih baik.

Sakit dan ngilu di persendian lutut saat memakai kaki palsu ? siapa takut !!!

Sakit dan ngilu di persendian lutut saat memakai kaki palsu
Sakit dan ngilu di persendian lutut saat memakai kaki palsu

Dari beberapa kasus pasien amputasi bawah lutut akibat penyakit diabetik saat awal memakai kaki palsu, pasien sering mengalami keluhan rasa ngilu dan sakit di dalam persendian lutut. Hal tersebut biasa disebabkan oleh istirahat yang lama serta adanya gangguan pada bagian tulang rawan dalam sendi lutut yang disebut chondro malacia patellae.

Keluhan ini kadang di alami beberapa hari dan dengan kondisi yang berbeda setiap pasien. Ada kalanya rasa ngilu dan nyeri itu hilang dalam waktu 1 Minggu sampai 1 bulan sejak memakai kaki palsu.

Latihan secara bertahap dan penggunaan tongkat di pastikan akan cukup membantu anda untuk beradaptasi pada latihan awal penggunaan kaki palsu

Dalam pemeriksaan medis dan pemeriksaan fisik, terkadang seorang fisioterapist dapat menegakkan diagnosis chondro Malacia patellae dengan melakukan pemeriksaan spesifik yaitu memposisikan pasien duduk di matras dengan lutut lurus.

Lalu fisioterapist meletakkan tangannya dibawah lutut pasien yang sakit dan tangan fisioterapist yang lain diletakkan diatas tempurung sambil memberi arahan kepada pasien untuk menekan tangan fisioterapis di bawah lututnya.

Apabila timbul rasa ngilu dan nyeri pada bagian dalam sendi lutut, maka sangat besar kemungkinan pasien mengalami gangguan pada tulang rawan (kartilago) sendi lutut yang disebut chondro malacia patellae. Dan bagi seorang teknisi kaki palsu perlu memberikan program latihan secara bertahap seperti yang telah diuraikan diatas serta edukasi kepada pasien tentang kondisi yang dialaminya.

KISAH PERSAHABATAN SEJATI PENYANDANG CACAT LAHIR TANPA KAKI DI KABUPATEN MAROS

Pernahkah anda membayangkan sekiranya kita berada dalam kondisi yang ditakdirkan dalam keadaan cacat lahir tanpa salah satu anggota kaki ?

Dan itulah yang dialami seorang anak desa asal Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Dalam kondisi hidup sangat sederhana serta keterbatasan fisik yang ada padanya berjalan dengan cara melompat tanpa kaki dan tongkat. dia tetap berusaha optimis menatap hidup dan masa depannya.

Sejak kecil mereka ditempa ujian demi ujian yang membuatnya semakin kuat dalam mengarungi kerasnya kehidupan ini. Betapa tidak, sejak orangtuanya telah tiada, dialah yang melanjutkan pekerjaan orang tuanya sebagai pandai besi membuat pisau, parang dan sejenisnya demi menjadi tulang punggung hidup diri dan keluarganya.

Namun kepemurahan dan kasih sayang ALLAH tetap tercurah pada hamba ini. Ada saja kemudahan yang didapatkan sejak kecil hingga saat ini.

Dia di takdirkan bersahabat dengan seorang hamba ALLAH sejak sekolah di Madrasah sampai sekarang menjadi teman sejatinya yang selalu membela dan berupaya meringankan beban saudaranya ini.

Dan apa yang di upayakan saat ini adalah berusaha mencarikan bantuan kaki palsu. Berbagai lembaga bantuan yang didatangi mulai lembaga swasta sampai lembaga pemerintahan dia tempuh demi seorang sahabat yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya sendiri.

Dan Alhamdulillah dengan niat suci dan usaha yang pantang menyerah, akhirnya Allah mengabulkan usaha dan doaNYA. Siapa sangka, dari berbagai yang ditempuhnya seorang sahabat sejati ini tanpa beban dan keyakinan penuh mendatangi dan menceritakan kisah hidup sahabatnya ini yang sejak kecil membutuhkan bantuan kaki palsu seorang Kapolres. Dan alhamdulillah dengan kepedulian dan empati seorang Kapolres Maros dan kasat Maros serta jajarannya, mereka siap untuk membantu kaki palsu.

Semoga kebaikan dan empati serta kepedulian dalam meringankan beban hidup hamba ALLAH mendapatkan pahala amal jariyah di sisi ALLAH.

TIPS LATIHAN NAIK TURUN TANGGA BAGI PENGGUNA KAKI PALSU

HARAPAN MEDIKA MAKASSAR – Latihan naik turun tangga bagi pengguna kaki palsu wajib diajarkan oleh teknisi kaki palsu kepada kliennya, baik itu kaki palsu atas lutut atau kaki palsu bawah lutut.

https://youtu.be/Jrxm-36m06c
teknik dasar latihan bagi pengguna kaki palsu

Latihan ini sangat bermanfaat untuk menghindari luka di ujung amputasinya terutama pada pasien yang lingkungan disekitarnya yang penuh daerah tanjakan atau ketinggian seperti mereka yang hidup di pegunungan dan tinggal dirumah yang mempunyai tangga.

Sebagai teknik dasar latihan bagi pengguna kaki palsu bawah lutut atau kaki palsu atas lutut adalah apabila anda melangkah pada daerah ketinggian atau pendakian, maka gunakanlah kaki normal lebih dahulu kemudian disusul kaki palsu.

Dan sebaliknya apabila anda dalam situasi penurunan, maka upayakan kaki palsu lebih dahulu melangkah lalu disusul kaki yang normal.

Pola latihan jalan ini bagi pemula pengguna kaki palsu bawah lutut dan kaki palsu atas lutut bisa disesuaikan dengan kemampuan fisik bagi pasien tersebut.

Dan apabila ada kesulitan dalam adaptasi tersebut, maka bisa diberikan saran alat bantu berupa tongkat, walker.