Beranda Topik Pasca

Topik: pasca

Apakah Pasien Kanker Tulang Bisa Menggunakan Kaki Palsu?

Apakah Anda tahu bahwa kaki palsu bisa menjadi solusi bagi pasien kanker tulang yang harus menjalani amputasi? Cari tahu proses dan pentingnya asesmen medis di sini!
Penasaran bagaimana pasien kanker tulang tetap bisa beraktivitas setelah amputasi? Lihat proses lengkap pembuatan kaki palsu di Harapan Medika Makassar.

Amputasi kaki sering kali menjadi langkah medis yang diperlukan bagi pasien kanker tulang, atau yang lebih dikenal sebagai osteosarkoma. Kondisi ini merupakan jenis kanker yang menyerang tulang dan sering kali mengharuskan amputasi untuk mencegah penyebaran kanker ke organ lain.

Berikut adalah beberapa gejala umum osteosarkoma yang perlu dikenali:

  1. Gerak tubuh yang terbatas.
  2. Nyeri pada bagian yang mengalami pembengkakan saat disentuh.
  3. Munculnya benjolan di sekitar atau pada ujung tulang.
  4. Sensasi nyeri yang berkepanjangan pada tulang atau sendi.

Osteosarkoma biasanya menyerang tulang kering, tulang paha, dan lutut, tetapi juga dapat memengaruhi tulang panggul, tulang bahu, serta tulang rahang. Ketika osteosarkoma menyerang bagian tungkai bawah, amputasi sering kali menjadi pilihan agar sel kanker tidak menyebar ke organ dalam tubuh. Pasalnya, penyebaran ini atau metastasis dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk kematian.

Sebelum prosedur amputasi, dokter biasanya menyarankan kemoterapi untuk mengecilkan tumor dan menghambat penyebaran sel-sel kanker ke bagian tubuh lainnya. Setelah prosedur amputasi dan program kemoterapi selesai, pasien biasanya dirujuk ke bagian rehabilitasi medis untuk memulai proses pembuatan kaki palsu.

Pentingnya Asesmen Mendalam Sebelum Pemasangan Kaki Palsu

Dalam proses penilaian dan pemeriksaan pembuatan kaki palsu, teknisi harus benar-benar memahami kondisi fisik pasien dan memantau perkembangan penyakitnya. Hal penting yang harus diperhatikan adalah apakah masih ada sisa jaringan kanker setelah amputasi. Hal ini sangat penting karena kondisi fisik pasien dan keberadaan sel-sel kanker yang tersisa akan memengaruhi kemampuannya untuk menggunakan kaki palsu dengan baik.

Pengalaman menunjukkan bahwa pada beberapa kasus, pasien yang masih memiliki jaringan kanker aktif atau kondisi fisik yang lemah dapat mengalami penurunan kondisi umum jika dipasangkan kaki palsu terlalu cepat. Oleh karena itu, penilaian medis yang teliti sangat diperlukan untuk memastikan kesiapan pasien.

Kesimpulan

Sebagai langkah terakhir sebelum memasang kaki palsu, sangat penting bagi teknisi dan pasien untuk memastikan bahwa tidak ada sisa jaringan tumor dalam tubuh pasca-amputasi. Pemeriksaan ini dapat dilakukan melalui laboratorium patologi anatomi (PA) atau dengan berkonsultasi langsung dengan dokter yang menangani perawatan pasien. Hanya dengan memastikan hal ini, penggunaan kaki palsu dapat berjalan lebih efektif dan aman bagi pasien.

Bagi Anda atau keluarga yang membutuhkan solusi kaki palsu pasca-amputasi akibat kanker tulang, Harapan Medika Makassar siap memberikan layanan yang terbaik. Dengan pengalaman dan perhatian penuh pada kebutuhan masing-masing pasien, Harapan Medika Makassar menyediakan kaki palsu yang berkualitas dan nyaman untuk mendukung mobilitas dan aktivitas Anda sehari-hari. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs kami di kakitanganpalsumakassar[dot]com atau datang langsung ke Lokasi Workshop Harapan Medika Makassar.

Cara Membuat Kaki Palsu yang Ringan dan Nyaman Dengan Harga Terjangkau

Kaki Palsu Ringan: Solusi Terbaik untuk Pasien Amputasi di Indonesia
Harga kaki palsu terjangkau dengan kualitas terbaik? Hanya di Harapan Medika Makassar. Kami menyediakan berbagai pilihan kaki palsu untuk memenuhi kebutuhan Anda. Dapatkan kaki palsu yang ringan dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari. #hargakakipalsu #kakipalsu #alatbantujalan #kesehatan

Amputasi tidak harus membatasi aktivitas Anda. Dengan kaki palsu yang tepat, Anda bisa kembali berjalan, berlari, bahkan melakukan olahraga. Harapan Medika Makassar menawarkan berbagai pilihan kaki palsu ringan dengan harga terjangkau. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan kami dan dapatkan kaki palsu yang sesuai dengan apa yang anda inginkan.

Kaki Palsu: Kebutuhan Pokok Pasca Amputasi

Kaki palsu merupakan kebutuhan pokok dan penting bagi seseorang yang telah mengalami amputasi tungkai kaki. Aktivitas fungsional berjalan dalam kehidupan sehari-hari yang dirasakan sebagai kenangan pasca amputasi kaki yang dialami.

Pertanyaan Umum: Harga dan Berat Ringannya Kaki Palsu

Dalam beberapa pengalaman pasien yang ingin mendapatkan layanan kaki palsu, ada dua pertanyaan yang sering diutarakan oleh keluarga maupun pasien itu sendiri: harga kaki palsu dan berat ringannya kaki palsu.

Faktor Penentu Berat Ringannya Kaki Palsu

Terkait dengan bobot kaki palsu ini, kami selaku teknisi akan memberikan beberapa faktor yang menjadi penentu berat ringannya kaki palsu tersebut. Pada umumnya, kaki palsu memang tergolong jenis protesa yang membutuhkan fisik yang baik guna memaksimalkan aktivitas fungsional berjalan dan adaptasi gerakan tubuh saat menggunakan kaki palsu.

Perbedaan Berat Kaki Palsu

Terutama untuk pasien amputasi di atas lutut, tentu berat kaki palsunya dua kali lipat dibanding pasien amputasi bawah lutut. Pada beberapa komponen kaki palsu impor, baik foot, persendian, adaptor, tube, dan soket kaki palsu telah disediakan beberapa pilihan material yang beragam.

Pemilihan Material Soket

Pada umumnya, komponen kaki palsu ini dapat dipakai pasien dengan berat badan 45-100kg. Peranan seorang teknisi kaki palsu khusus untuk pasien yang berat badannya di bawah 60kg untuk mampu merancang kaki palsu yang ideal guna menggantikan komponen yang lebih ringan. Pemilihan material soket adalah sangat berperan dalam mengurangi bobot berat kaki palsu.

Material Soket yang Paling Ringan

Diantara soket yang paling ringan dan nyaman digunakan adalah material polipropilen dan carbon. Hal tersebut berbanding terbalik dengan material fiber/resin serta lapisan aluminium yang mempunyai bobot yang jauh lebih berat. Bagi teknisi kaki palsu yang berpengalaman, material adaptor impor yang berat dapat digantikan material lain yang lebih ringan seperti mengganti atau merancang adaptor yang lebih ringan tanpa mengurangi kekuatan kaki palsu itu sendiri.

Harapan Medika Makassar: Solusi Layanan Kaki Palsu dan Tangan Palsu di Indonesia

Jika Anda sedang mencari layanan kaki palsu dan tangan palsu yang berkualitas di Indonesia, maka Harapan Medika Makassar adalah pilihan yang tepat. Dengan teknologi dan material yang canggih, kami dapat memberikan kaki palsu yang ringan, nyaman, dan memaksimalkan aktivitas fungsional berjalan. Jangan ragu untuk menghubungi kami untuk mendapatkan kaki palsu yang ideal untuk kebutuhan Anda.

Penutup:

Dengan demikian, kaki palsu bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga merupakan bagian dari kehidupan yang normal. Jangan biarkan amputasi menghalangi Anda dari melakukan aktivitas sehari-hari. Pilihlah Harapan Medika Makassar sebagai solusi layanan kaki palsu dan tangan palsu di Indonesia. Kami siap membantu Anda kembali berjalan dengan nyaman dan bebas.

Pergaulan yang Salah Penyebab Kecelakaan Motor : Kisah Remaja yang Kehilangan Kakinya

Pergaulan yang Salah dan Kecelakaan Motor: Kisah Remaja yang Kehilangan Kakinya
Kehidupan Normal Bagi Remaja Penyandang Disabilitas

Salah satu pasien kami dibuatkan kaki palsu tipe atas lutut. Seorang anak belia yang masih menginjak belasan tahun harus rela kehilangan kaki sampai dipaha setelah mengalami kecelakaan motor. Duduk berboncengan sambil memacu kendaraan motornya kecepatan tinggi yang akhirnya bertabrakan dengan pengendara motor lain.

Pergaulan remaja pada zaman sekarang ini sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan. Semua media massa baik elektronik maupn cetak dengan leluasa menampilkan hal-hal yang dapat mengakibatkan merusak akhlak generasi muda pada masa sekarang ini. Remaja DULU dan KINI sangat berbeda dan tidak relevan lagi apabila kita membandingkannya.

Masa remaja adalah masa transisi ketika anak beranjak dewasa. Masa ini pun dianggap rawan dan kebanyakan orang tua menjadi gelisah dan khawatir terhadap anaknya yang menginjak usia remaja. Apakah remaja dapat memilih jalan yang baik, atau justru salah jalan dalam pergaulan? Fenomena ini sudah tidak asing lagi dalam kehidupan masa kini, justru hal ini menjadi sangat memprihatinkan karena perkembangan remaja masa kini lebih banyak jatuh pada jalan pergaulan yang salah.

Untuk itu, pendampingan dan perhatian bagi remaja yang sedang mencari jati diri sangat dibutuhkan. Orang-orang yang ada di sekitarnya memiliki peranan penting, seperti orang tua, orang dewasa yang dapat memberi teladan yang patut di contoh, teman sebaya, lingkungan sekitar, dan lain-lain.

Dan Alhamdulillah, tidak butuh waktu lama dalam proses latihan kaki palsunya, dengan usia yang masih muda dan kekuatan otot yang prima, sehingga adaptasi latihan memakai kaki palsu berjalan cukup lancar dan memuaskan.

Setelah menjalani proses pemulihan pasca amputasi kaki, orang tua dan segenap keluarganya memutuskan ke Makassar untuk dibuatkan kaki palsu. Semoga kejadian hidup ini menjadi pengalaman berharga dan mampu bangkit kembali menjalani aktivitas kesehariannya secara normal.

Olehnya itu, teknisi kaki palsu juga harus memberikan pandangan kepada pasien tentang tipe kaki palsu yang ideal baginya.

Pada dasarnya, untuk kriteria kaki palsu pada anak usia remaja seperti ini, perlu memilih produk kaki palsu yang lebih kuat dan tahan lama karena dengan usianya sekarang, tentu kebutuhan kaki palsu begitu sangat berguna dan bermanfaat dalam mengisi kehidupan aktivitasnya.

Serta memberikan edukasi tentang cara perawatan kaki palsu, terutama menghindari genangan air serta aktivitas atau kegiatan yang beresiko menimbulkan risiko kerusakan komponen kaki palsunya. Hal ini juga sangat penting diketahui bagi seorang remaja yang memakai kaki palsu, mengingat jiwa muda seperti ini kadang melakukan hal-hal yang ekstrim yang justru bisa menyebabkan kerusakan kaki palsunya.

Kisah Perjuangan Wanita Papua yang Mendapat Kaki Palsu dan Berjuang Melawan Penyakit Epilepsi

Kisah pengguna kaki palsu ini juga cukup menarik. Hidup di daerah pegunungan Fakfak, wanita separuh baya ini bersama ibunya datang jauh dari Papua yang didampingi jajaran dinas sosial Fakfak untuk dibuatkan kaki palsu tipe kaki palsu atas lutut.

Berbekal tekad kuat dan semangat serta pelayanan prima yang senantiasa diberikan oleh petugas dinas sosial Fakfak, menuju Makassar. Beliau mendapat pendampingan selama dalam proses pembuatan kaki palsunya.

Dalam riwayat perjalanan pasien ini, ternyata beliau didiagnosis sebelumnya mengidap penyakit epilepsi (penyakit ayan). Dan dari sinilah bermula cerita beliau mendapat musibah yang menyebabkan diharuskan untuk dilakukan amputasi di paha kanannya.

Saat itu dia sementara menggoreng makanan, tiba-tiba penyakit epilepsinya kambuh dan menggelepar tanpa sadarkan diri, sehingga sekujur tubuhnya terutama tangan dan kakinya tersiram minyak panas yang mengakibatkan api di kompor membakar pakaian dan tubuhnya.

Dalam masa kritis pasca kejadian itu, beliau mendapatkan perawatan intensif di RS setempat, terutama penanganan luka bakar yang dideritanya.

Setelah menjalani masa pemulihan dan penyembuhan lukanya selama beberapa bulan, akhirnya mulai kembali beraktifitas dengan bantuan 2 tongkat yang setia menemaninya melangkah di jalan yang berbukit dan berbatu di kampungnya.

Dan akhirnya, berkat empati dan perhatian terhadap warganya, aparat pemerintah Fakfak Papua setempat terutama jajaran dinas sosial bergerak cepat memberikan perhatian dalam memberikan layanan sosial secara maksimal kepada rakyat yang membutuhkan bantuan melalui dinas sosial terkait.

Bukan hanya bantuan finansial berupa bantuan kaki palsu saja, melainkan bantuan akomodasi, transportasi pesawat, penginapan selama di Makassar diberikan dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada warganya. Dan Alhamdulillah setelah menjalani pengukuran kaki palsu dan casting kaki palsu di Harapan Medika Makassar, mulailah dilakukan latihan berdiri dan melangkah secara bertahap di paralel bar. Dan memasuki latihan kedua dengan kaki palsu tersebut, mulai diajarkan berjalan naik turun tangga dan latihan di daerah yang area bergelombang.

Bagi kami selaku teknisi kaki palsu selalu memberikan arahan dan petunjuk cara belajar kaki palsu yang baik dan benar.

Cinta, Kaki Palsu, dan Kehidupan Baru | Kisah Inspiratif Pengguna Kaki Palsu | Bagian 1

Pria Muslim Pakai Kursi Roda yang Kembali Berdiri Menggunakan Kaki Palsu
Pria Muslim Pakai Kursi Roda yang Kembali Berdiri Menggunakan Kaki Palsu

Kisah pilu ini dialami Fulan, yang rela ke dua tungkai kakinya harus diamputasi akibat kesetrum listrik. Kejadian nahas ini terjadi ketika Fulan menyandarkan bahunya ke bodi mobil escavator yang tiba-tiba menyentuh ujung kabel tiang listrik.

Diceritakan bahwa ketika badannya menyentuh bodi mobil escavator dengan tegangan yang sangat tinggi itu, membuat Fulan tidak sadarkan diri sehingga mendapat perawatan intensif di rumah sakit cukup lama.

Dalam masa yang sulit itu, Fulan tetap ditemani dengan setia oleh istrinya yang merawat dan melayani kebutuhannya setiap hari di atas kursi rodanya. Dan ringkas cerita ketika Fulan telah mengalami pemulihan secara bertahap, berbagai perawatan dan tindakan medis telah dilaluinya, terutama fokus penyembuhan luka amputasinya dan kontrol rutin kardiovaskuler.

Dan tahap akhir penyembuhan luka dan merencanakan untuk membuat kaki palsu adalah terkendala dengan ujung bekas amputasinya terdapat pecahan tulang yang harus dilepas, sehingga membutuhkan tindakan kembali masuk kemeja operasi.

Dan inilah masa kritis ke-2 yang Fulan hadapi, dimana saat dilakukan tindakan operasi, Fulan sempat gagal nafas dan koma. Namun akhirnya berkat doa yang diijabah, Fulan melewati dengan selamat.

Dan pada akhirnya, dalam beberapa bulan pasca operasi, mulailah dilakukan pengukuran dan pembuatan kaki palsu.

Dengan melewati beberapa tahapan latihan, mulai belajar diparalel bar dengan 2 kaki palsunya, melatih keseimbangan dan koordinasinya serta selalu dievaluasi resiko luka saat mulai berdiri dengan kaki palsunya serta perlahan tapi pasti mulai belajar melangkahkan kakinya secara bergantian.

Waktu latihan kaki palsu ini tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Peranan dan motivasi dari istrinya yang tercinta menambah kepercayaan dirinya segera bangkit beraktifitas secara mandiri. Dan Alhamdulillah atas karunia dan izin Allah, Fulan mulai meninggalkan kursi rodanya dan mulai menatap masa depannya kembali.

MAU TAHU SOLUSI AGAR KAKI KAMU GAK LECET SAAT MEMAKAI KAKI PALSU? INI TIPSNYA

Tips Menghindari Luka Pada Ujung Amputasi Saat Memakai Kaki Palsu
Tips Menghindari Luka Pada Ujung Amputasi Saat Memakai Kaki Palsu. Kenali faktor penyebab luka, pastikan lukanya sembuh, lakukan latihan secara bertahap, dan periksa kaki palsu setiap 20 meter untuk mengurangi risiko timbulnya luka pada ujung amputasi.

Timbulnya luka pada pasien saat belajar menggunakan kaki palsu sering terjadi pada saat belajar berjalan dan terutama pada ujung amputasinya. Resiko luka pada ujung amputasi lebih sering terjadi pada pasien yang menggunakan kaki palsu bawah lutut. Berikut ini beberapa kiat atau strategi menghindari potensi yang bisa menjadi pemicu timbulnya luka pada ujung amputasi saat tu Ihan berjalan menggunakan kaki palsu:

  1. Kenali Faktor Penyebab Luka
    Salah satu faktor paling utama timbulnya luka pada ujung amputasi adalah adanya riwayat penyakit diabetes pada pasien tersebut. Oleh karena itu, saat pembuatan kaki palsu, minimal 5 bulan pasca amputasi harus diperhatikan.
  2. Pastikan Lukanya Sembuh
    Pastikan lukanya benar-benar sudah sembuh sebelum melakukan latihan berjalan dengan memakai kaki palsu.
  3. Hentikan Latihan Jika Ada Nyeri
    Apabila saat berjalan dengan memakai kaki palsu tersebut terasa ada nyeri atau perih, maka segera hentikan latihan sambil melepas kaki palsunya serta memeriksa kembali bagian yang terasa nyeri.
  4. Teknik Berjalan yang Benar
    Saat latihan naik turun tangga, pastikan saat naik tangga, kaki normal yang lebih dahulu melangkah, dan saat turun tangga, kaki palsu hendaknya lebih yang melangkah.
  5. Posisi Soket yang Tepat
    Pada saat memasukkan soft soket ke hard soket kaki palsu, hendaknya tepat pada posisinya, sehingga saat berjalan akan terasa nyaman dan pas.
  6. Lapisan Kaos Kaki yang Tepat
    Apabila anda merasakan kaki palsunya sudah longgar, hendaknya menambah lapisan kaos kaki guna menghindari ujung amputasi tumpuan beban tubuh pada kaki palsu.
  7. Latihan Bertahap
    Saat awal memakai kaki palsu, hendaknya lakukan latihan secara bertahap, baik baik frekuensi latihan maupun durasi latihannya. Saat pertama kali memakai kaki palsu, perhatikan petunjuk dan arahan teknisi kaki palsu anda yang telah diajarkan.
  8. Periksa Kaki Palsu Setiap 20 Meter
    Saat awal latihan ini, setiap berjalan sekitar 20 meter, kaki palsunya dilepas untuk di periksa, apa ada bagian yang mengalami kemerahan atau tekanan pada bagian amputasinya. Bila ini terjadi, hendaknya latihan nya di cukupkan sambil menunggu kemerahan atau tekanan tersebut berangsur hilang, atau teknisi kaki palsu akan mengecek apa soketnya perlu diperbaiki.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat mengurangi risiko timbulnya luka pada ujung amputasi saat menggunakan kaki palsu.

KAPAN WAKTU YANG IDEAL UNTUK MEMBUAT KAKI PALSU?

Konsultasi dengan dokter atau teknisi kaki palsu
Konsultasi dengan dokter atau teknisi kaki palsu

Latihan fisik, terutama latihan berdiri maupun berjalan menggunakan alat bantu, sebelum pengukuran kaki palsu juga sangat mendukung kesiapan dan kemampuan pasien dalam mempersiapkan diri untuk berlatih memakai kaki palsu.

Ketika seseorang hendak melakukan pengukuran kaki palsu, baik amputasi bawah lutut atau amputasi atas lutut, hendaknya tetap menunggu waktu minimal 3 bulan pasca amputasi, dan terkhusus untuk pasien amputasi akibat diabetes, sebaiknya minimal 4 bulan pasca amputasi. Penentuan waktu pengukuran kaki palsu tentu berdasarkan pertimbangan prediksi proses penyembuhan luka bekas amputasinya.

Namun demikian, penetapan waktu minimal tersebut bukan menjadi faktor mutlak kelayakan untuk memulai pengukuran dan pembuatan kaki palsu. Beberapa faktor pelengkap juga harus terpenuhi dalam kriteria pembuatan kaki palsu. Kondisi ujung stump bekas amputasi harus benar-benar sembuh, tidak ada kemerahan pada kulit, dan perlu dilakukan pembalutan menggunakan elastis perban beberapa hari menjelang pengukuran kaki palsu. Pengukuran kaki palsu tanpa didahului pembalutan pada area paha atau betis biasanya akan mengalami penyusutan lingkaran paha atau betis setelah memakai kaki palsu, terutama pada pasien yang gemuk, sehingga soket kaki palsu akan longgar dan menjadikan pola jalan dan kenyamanan kaki palsu tidak sama saat awal penggunaan kaki palsu.

Olehnya itu, sebelum melakukan pengukuran, hendaknya berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter yang terkait atau teknisi kaki palsu itu sendiri tentang hal-hal yang perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk membuat kaki palsu.

Apakah Bisa Dibuatkan Kaki Palsu Akibat Kanker Tulang? Inilah Penjelasannya!

Apa Bisa Di Buatkan Kaki Palsu Akibat Kanker Tulang ? Ini Penjelasannya !
Temukan informasi terkini tentang kanker tulang, osteosarkoma, dan proses amputasi kaki. Pelajari gejala kanker tulang, risiko amputasi, dan bagaimana pembuatan kaki palsu dapat menjadi solusi setelah amputasi. Baca tentang rehabilitasi medik, kemoterapi pasca amputasi, serta peran penting pemeriksaan dan deteksi sel tumor pasca operasi.

Gejala kanker tulang pada umumnya diawali dengan nyeri tulang yang semakin memburuk, munculnya benjolan atau bengkak di tempat sel kanker bertumbuh, dan tulang yang rentan patah. Selain itu, kanker tulang juga bisa menyebabkan tangan atau kaki terasa dingin hingga kesemutan atau mati rasa pada area yang terkena kanker.

Pada masa 10 tahun yang lalu, kasus amputasi kaki umumnya banyak terjadi pada kasus kecelakaan lalu lintas atau trauma. Namun, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, jumlah amputasi kaki sangat meningkat tajam. Hal ini tentu bukan hanya faktor kecelakaan saja yang menyebabkan risiko amputasi pada kaki, melainkan salah satu faktor penyebabnya adalah banyak pasien didiagnosis osteosarkoma atau biasa disebut kanker tulang. Tipe kanker osteosarkoma tergolong paling ganas dan menyebabkan risiko kematian apabila terlambat dilakukan pertolongan secara dini.

Tidak jarang pasien yang sudah di amputasi tetap menjalani proses kemoterapi lanjutan.

Olehnya itu, sebelum dilakukan program pembuatan kaki palsu, sebaiknya hal yang paling penting dilakukan adalah memastikan adanya atau tidaknya jaringan sel tumor yang masih tersisa pasca amputasi.

Dan dalam beberapa pengalaman pasien amputasi akibat osteosarkoma, tidak jarang pasien ini setelah dilakukan pemeriksaan ulang ternyata masih ada sel jaringan tumor yang tersisa. Dan ini yang tentu berakibat buruk pada perkembangan kondisi fisik pasien dan aktivitas fungsionalnya.

Pada penanganan medis lanjutan, pasien akan dikonsultasikan ke bagian rehabilitasi medik untuk menjalani program terapi dan pembuatan kaki palsu. Dan dalam kurun waktu sekitar 3 bulan menjalani proses pemeriksaan medis dan perawatan pasca amputasi, maka teknisi kaki palsu biasa melakukan pemeriksaan intensif dan akurat terutama program kesehatan terkait kondisi fisik dan kemampuan fungsional pada pasien tersebut.

Dan bagi seorang teknisi kaki palsu, apabila hasilnya mengungkap masih ada sel jaringan tumor, maka sebaiknya pembuatan kaki palsu ditunda atau tidak dilanjutkan. Karena bukan hanya dari segi harga yang harus dikeluarkan oleh pasien, kondisi fisik yang akan terjadi penurunan kesehat.