Beranda Topik Diabetes

Topik: Diabetes

MAU TAHU SOLUSI AGAR KAKI KAMU GAK LECET SAAT MEMAKAI KAKI PALSU? INI TIPSNYA

Tips Menghindari Luka Pada Ujung Amputasi Saat Memakai Kaki Palsu
Tips Menghindari Luka Pada Ujung Amputasi Saat Memakai Kaki Palsu. Kenali faktor penyebab luka, pastikan lukanya sembuh, lakukan latihan secara bertahap, dan periksa kaki palsu setiap 20 meter untuk mengurangi risiko timbulnya luka pada ujung amputasi.

Timbulnya luka pada pasien saat belajar menggunakan kaki palsu sering terjadi pada saat belajar berjalan dan terutama pada ujung amputasinya. Resiko luka pada ujung amputasi lebih sering terjadi pada pasien yang menggunakan kaki palsu bawah lutut. Berikut ini beberapa kiat atau strategi menghindari potensi yang bisa menjadi pemicu timbulnya luka pada ujung amputasi saat tu Ihan berjalan menggunakan kaki palsu:

  1. Kenali Faktor Penyebab Luka
    Salah satu faktor paling utama timbulnya luka pada ujung amputasi adalah adanya riwayat penyakit diabetes pada pasien tersebut. Oleh karena itu, saat pembuatan kaki palsu, minimal 5 bulan pasca amputasi harus diperhatikan.
  2. Pastikan Lukanya Sembuh
    Pastikan lukanya benar-benar sudah sembuh sebelum melakukan latihan berjalan dengan memakai kaki palsu.
  3. Hentikan Latihan Jika Ada Nyeri
    Apabila saat berjalan dengan memakai kaki palsu tersebut terasa ada nyeri atau perih, maka segera hentikan latihan sambil melepas kaki palsunya serta memeriksa kembali bagian yang terasa nyeri.
  4. Teknik Berjalan yang Benar
    Saat latihan naik turun tangga, pastikan saat naik tangga, kaki normal yang lebih dahulu melangkah, dan saat turun tangga, kaki palsu hendaknya lebih yang melangkah.
  5. Posisi Soket yang Tepat
    Pada saat memasukkan soft soket ke hard soket kaki palsu, hendaknya tepat pada posisinya, sehingga saat berjalan akan terasa nyaman dan pas.
  6. Lapisan Kaos Kaki yang Tepat
    Apabila anda merasakan kaki palsunya sudah longgar, hendaknya menambah lapisan kaos kaki guna menghindari ujung amputasi tumpuan beban tubuh pada kaki palsu.
  7. Latihan Bertahap
    Saat awal memakai kaki palsu, hendaknya lakukan latihan secara bertahap, baik baik frekuensi latihan maupun durasi latihannya. Saat pertama kali memakai kaki palsu, perhatikan petunjuk dan arahan teknisi kaki palsu anda yang telah diajarkan.
  8. Periksa Kaki Palsu Setiap 20 Meter
    Saat awal latihan ini, setiap berjalan sekitar 20 meter, kaki palsunya dilepas untuk di periksa, apa ada bagian yang mengalami kemerahan atau tekanan pada bagian amputasinya. Bila ini terjadi, hendaknya latihan nya di cukupkan sambil menunggu kemerahan atau tekanan tersebut berangsur hilang, atau teknisi kaki palsu akan mengecek apa soketnya perlu diperbaiki.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat mengurangi risiko timbulnya luka pada ujung amputasi saat menggunakan kaki palsu.

PANDUAN LATIHAN TAHAPAN AKHIR MENGGUNAKAN KAKI PALSU

Foto seorang pasien amputasi sedang berjalan dengan kaki palsu.
LATIHAN TAHAPAN AKHIR MENGGUNAKAN KAKI PALSU

Hasil akhir latihan dalam fase penggunaan kaki palsu ini bagi pasien tentu berbeda setiap pasien, hal ini terkait kemampuan fisik bagi setiap pasien saat berlatih serta faktor usia, jenis kelamin, penyebab amputasi juga menjadi faktor penentu.

Terkadang seorang teknisi kaki palsu atau terapis, harus menyesuaikan faktor tersebut dalam memberikan durasi dan frekuensi latihannya.

Faktor Penentu Hasil Akhir Latihan Penggunaan Kaki Palsu

Berikut beberapa tip lain yang perlu diingat saat Anda pertama kali mulai berjalan:

  1. Sering-seringlah berjalan kaki tetapi hanya dalam waktu singkat: Stamina dan kekuatan Anda perlu waktu untuk kembali; jangan berjalan terlalu lama pada awalnya.
  2. Segera setelah Anda merasa lelah, istirahatlah dan istirahatlah: Berjalan kaki saat Anda merasa lelah dapat mengakibatkan kecelakaan; jangan terlalu memaksakan diri.
  3. Terus gunakan alat bantu seperti kruk, tongkat, atau alat bantu jalan: Sampai Anda benar-benar percaya diri. Jika Anda berhenti menggunakannya terlalu cepat, Anda bisa mengembangkan kebiasaan berjalan yang buruk.
  4. Saat menaiki tangga atau di permukaan yang miring, gerakkan kaki yang sehat terlebih dahulu: Namun saat menuruni tangga, gerakkan kaki palsu terlebih dahulu. Alat bantu apa pun seperti tongkat atau kruk harus digerakkan bersama prostesis.
  5. Pastikan untuk mengikuti jadwal yang disarankan dari tim perawatan Anda: Jangan berlebihan. Pada hari pertama pemakaian prostesis Anda, kenakan hanya selama 30 menit sebelum melepasnya. Anda mungkin melihat beberapa tanda merah di bagian sisa anggota tubuh Anda yang merasakan tekanan, namun tanda ini akan hilang dalam waktu 30 menit.
  6. Jika Anda tidak mengalami masalah apa pun, Anda dapat menambah waktu pemakaian keesokan harinya: Masing-masing 30 menit. Pertimbangkan untuk memakai prostesis setelah makan, dan selalu ingat untuk memeriksa anggota tubuh saat Anda melepas prostesis.
  7. Pada hari ketiga, Anda bisa memakainya selama 45 menit tiga kali sehari: Pada hari keempat, 60 menit tiga kali sehari, dan seterusnya. Gunakan jadwal ini sebagai pedoman umum tetapi selalu mintalah rekomendasi spesifik dari terapis Anda.

Tips Tambahan untuk Latihan Efektif Sudah Kami Lampirkan Di atas

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat meningkatkan kemampuan Anda dalam menggunakan kaki palsu dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

PANDUAN TAHAPAN LATIHAN MEMAKAI KAKI PALSU

PANDUAN TAHAPAN LATIHAN MEMAKAI KAKI PALSU
PANDUAN TAHAPAN LATIHAN MEMAKAI KAKI PALSU

Kebutuhan kaki palsu pada pasien amputasi kaki tentu merupakan kewajiban dan kebutuhan dasar. Olehnya itu dalam pembelian kaki palsu, sebaiknya menyertakan paket latihan penggunaan kaki palsu tersebut terutama latihan berjalan mulai tahapan berdiri sampai tahap proses berjalan dengan menggunakan kaki palsu yang sebaiknya dibimbing langsung oleh teknisi kaki palsu atau seorang terapis/dokter.

Dalam pembuatan kaki palsu memang sebaiknya sebelum finishing, harus mewati tahapan latihan secara intensif.

Pelatihan kaki palsu bukannya tanpa tantangan, namun belajar berjalan dengan kaki palsu sangatlah mungkin dilakukan Berikut beberapa tip yang perlu diingat.

1. Pemasangan dan Perawatan yang Benar

Salah satu bagian terpenting dalam belajar berjalan lagi adalah memastikan bahwa desain dan kesesuaian antara sisa anggota tubuh dan prostesis diperhitungkan untuk kenyamanan dan kontrol yang tepat. Semakin aman pemasangan prostetik Anda, semakin efektif Anda dapat mengontrol gerakan Anda. Setiap orang memiliki tingkat amputasi yang berbeda-beda, jadi pastikan untuk bekerja sama dengan tim yang dapat memprioritaskan kesesuaian dan kenyamanan prostetik Anda.

Perawatan adalah bagian penting lainnya dalam berjalan dengan perangkat prostetik. Anda harus rutin membersihkan prostesis Anda dan memastikan bahwa tidak ada kerusakan yang dapat mempengaruhi kenyamanan Anda.

2. Menguasai Berjalan dengan Prostesis

Segera setelah soket terpasang dengan benar dan Anda merasa nyaman, Anda pasti ingin mempelajari cara memindahkan beban ke prostesis Anda. Pertama kali berjalan dengan perangkat prostetik hanya boleh dilakukan setelah Anda menggunakan penyangga palang sejajar. Karena kita secara alami memindahkan beban tubuh saat berjalan, penting untuk menguasai kembali cara berjalan dengan aman sebelum langsung berjalan. Kebanyakan orang biasanya merasa ragu untuk memasukkan beban penuh ke kaki palsu mereka pada awalnya, namun dengan bimbingan yang cermat dari ahli terapi fisik, Anda akan dapat menambah beban pada kaki palsu Anda.

berjalan dengan kaki palsu

Belajar berjalan dengan kaki palsu? Artikel ini memberikan panduan tahapan latihan memakai kaki palsu yang efektif dan aman. Pelajari cara memasang, merawat, dan menguasai berjalan dengan prostesis untuk kembali berjalan dengan nyaman dan kembali memiliki kualitas hidup yang lebih baik

3. Mengembangkan Keseimbangan

Berjalan dengan kaki palsu membutuhkan keseimbangan, dan ini merupakan bagian penting dalam mempelajari cara berjalan dengan alat prostetik. Ada banyak sendi dan otot di seluruh tungkai, pergelangan kaki, kaki, dan jari kaki untuk membantu menyeimbangkan seluruh tubuh Anda, sehingga area lain di tubuh Anda harus memperhitungkan tidak adanya mekanisme ini. Pastikan untuk memperhatikan area yang mengambil peran baru dalam menjaga keseimbangan Anda karena pada awalnya diperlukan upaya sadar untuk melatih otot-otot ini. Seiring waktu, itu akan menjadi kebiasaan.

4. Berjalan dengan Kaki Palsu

Saat Anda mulai belajar berjalan menggunakan palang paralel, Anda akan menggunakan kedua tangan sebagai penyangga. Seiring waktu dan ketika Anda merasa lebih nyaman, Anda akan semakin tidak bergantung pada palang paralel dan merasa nyaman berjalan dengan sedikit atau tanpa dukungan dari tubuh bagian atas. Prosesnya berbeda untuk setiap orang dan seringkali memerlukan waktu lebih lama bagi individu yang pernah menjalani amputasi di atas lutut atau bilateral.

Kenali Kelainan Tulang Belakang yang Membutuhkan Alat Bantu: Solusi dan Cara Mengatasinya

Kelainan Tulang Belakang
Kelainan Tulang Belakang yang Membutuhkan Alat Bantu

Dalam pelayanan pembuatan alat kesehatan, harapan medika Makassar tidak hanya terfokus pada pembuatan tangan palsu dan kaki palsu atas lutut maupun kaki palsu bawah lutut saja, akan tetapi juga memberikan pelayanan alat bantu yang lebih luas mencakup pembuatan alat bantu berupa brace tulang belakang.

Dan kali ini penulis akan membahas sekilas tentang kelainan pembengkokan tulang atau disebut skoliosis sehingga membutuhkan alat bantu berupa brace seperti Boston brace atau Munster spinal orthosis (MSO).

Skoliosis adalah kondisi tulang belakang melengkung atau menyamping secara tidak normal. Kebanyakan kasus skoliosis terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas. Walaupun kasus ini tergolong ringan, tetap harus diwaspadai dan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Orthopedi atau menjalani X-ray agar mengetahui perkembangannya bila perlu.

Gangguan ini dapat terjadi saat mengalami kondisi, seperti cerebral palsy dan distrofi otot, meski secara umum tidak diketahui. Pengidap skoliosis dewasa jika tulang belakang melengkung semakin parah akan merasakan sulitnya bernapas, timbulnya rasa nyeri, serta kelainan bentuk pada tulang belakang.

Pada kebanyakan kasus, penyebab pasti dari skoliosis tidak dapat diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya, yaitu:

  1. Usia. Meski bisa terjadi pada usia berapa pun, kelainan tulang belakang ini lebih umum terjadi pada anak-anak, remaja, dan lansia.
  2. Jenis kelamin. Dibanding anak laki-laki, risiko pengembangan penyakit skoliosis lebih buruk pada anak perempuan.
  3. Riwayat kesehatan keluarga. Meski jarang, memiliki anggota keluarga dengan riwayat skoliosis dapat meningkatkan risiko.

Kebanyakan kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya, yang disebut juga dengan skoliosis idiopatik. Masalah ini tidak dapat dicegah dan dianggap tidak berhubungan dengan beberapa hal lainnya, seperti postur tubuh yang buruk, dampak dari olahraga serta diet. Namun, faktor keturunan atau gen dapat membuat seseorang lebih rentan untuk mengalaminya.

Selain skoliosis idiopatik, beberapa penyebab dari masalah tulang ini adalah skoliosis degeneratif yang terjadi karena adanya kerusakan bagian tulang belakang dan sering terjadi pada orang dewasa seiring bertambahnya usia, serta skoliosis kongenital yang terjadi karena tulang belakang yang tidak tumbuh dengan normal pada saat bayi didalam kandungan.

Gejala skoliosis lainnya yang dapat dilihat dari adanya perubahan penampilan pada bagian dada, pinggul dan bahu, seperti:

  1. Condong ke satu sisi.
  2. Salah satu bagian bahu akan terlihat lebih tinggi.
  3. Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol.
  4. Adanya tonjolan pada salah satu bagian pinggul.
  5. Nyeri punggung bawah.
  6. Kekakuan punggung.
Alat Untuk Kelainan Tulang Belakang yang Membutuhkan Alat Bantu Solusi dan Cara Mengatasinya

Alat Untuk Kelainan Tulang Belakang yang Membutuhkan Alat Bantu Solusi dan Cara Mengatasinya

Jika masalah pada tulang ini terjadi pada anak-anak atau orang dewasa, beberapa perawatan yang umum dilakukan, antara lain:

  1. Penyangga Tulang Belakang

Pada anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan ketika mengalaminya, penggunaan penyangga dapat menghentikan lekukan yang terjadi agar tidak lebih buruk. Cara ini umumnya dilakukan apabila sudut lengkungnya lebih dari 20 derajat. Alat ini juga biasanya terbuat dari plastik dan kebanyakan digunakan selama 24 jam sehari. Meski begitu, alat ini tidak terlihat saat menggunakan pakaian dan mampu beraktivitas seperti biasa.

  1. Operasi Fusi Tulang Belakang

Operasi ini dilakukan dengan meletakkan potongan tulang atau bahan serupa di antara bagian pada tulang belakang. Dokter menggunakan perangkat keras agar dapat menahan tulang tetap di tempatnya hingga kembali normal. Operasi ini dapat mencegah skoliosis menjadi lebih buruk.

KAPAN WAKTU YANG IDEAL UNTUK MEMBUAT KAKI PALSU?

Konsultasi dengan dokter atau teknisi kaki palsu
Konsultasi dengan dokter atau teknisi kaki palsu

Latihan fisik, terutama latihan berdiri maupun berjalan menggunakan alat bantu, sebelum pengukuran kaki palsu juga sangat mendukung kesiapan dan kemampuan pasien dalam mempersiapkan diri untuk berlatih memakai kaki palsu.

Ketika seseorang hendak melakukan pengukuran kaki palsu, baik amputasi bawah lutut atau amputasi atas lutut, hendaknya tetap menunggu waktu minimal 3 bulan pasca amputasi, dan terkhusus untuk pasien amputasi akibat diabetes, sebaiknya minimal 4 bulan pasca amputasi. Penentuan waktu pengukuran kaki palsu tentu berdasarkan pertimbangan prediksi proses penyembuhan luka bekas amputasinya.

Namun demikian, penetapan waktu minimal tersebut bukan menjadi faktor mutlak kelayakan untuk memulai pengukuran dan pembuatan kaki palsu. Beberapa faktor pelengkap juga harus terpenuhi dalam kriteria pembuatan kaki palsu. Kondisi ujung stump bekas amputasi harus benar-benar sembuh, tidak ada kemerahan pada kulit, dan perlu dilakukan pembalutan menggunakan elastis perban beberapa hari menjelang pengukuran kaki palsu. Pengukuran kaki palsu tanpa didahului pembalutan pada area paha atau betis biasanya akan mengalami penyusutan lingkaran paha atau betis setelah memakai kaki palsu, terutama pada pasien yang gemuk, sehingga soket kaki palsu akan longgar dan menjadikan pola jalan dan kenyamanan kaki palsu tidak sama saat awal penggunaan kaki palsu.

Olehnya itu, sebelum melakukan pengukuran, hendaknya berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter yang terkait atau teknisi kaki palsu itu sendiri tentang hal-hal yang perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk membuat kaki palsu.

Pentingnya penyembuhan luka sebelum penggunaan prostesis untuk mengatasi masalah amputasi

Artikel ini membahas pentingnya kesembuhan luka bekas amputasi sebelum mempertimbangkan penggunaan kaki palsu. Kami menjelaskan peran teknisi kaki palsu, tantangan dalam pemulihan, dan cara menghadapinya. Artikel ini juga memberikan informasi mengenai layanan kaki palsu di Makassar dan alat bantu ortopedi lainnya
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan layanan pembuatan kaki palsu, tangan palsu, atau alat bantu ortopedi lainnya di wilayah Makassar, kami siap membantu Anda. Kunjungi kami di alamat kami

Amputasi adalah perjalanan yang mengubah hidup. Setiap orang yang terkena penyakit ini memiliki obsesi dan keinginan kuat untuk segera kembali beraktivitas normal. Kebiasaan dan aktivitas sehari-hari yang dilakukan pasien sebelum amputasi menjadi motivasi utama pasien untuk mendapatkan kembali kualitas hidup yang maksimal.

Syarat Utama Penyembuhan Luka Amputasi

Namun, sebelum memasuki dunia prostetik, ada satu syarat utama yang harus dipenuhi: Penyembuhan Luka Amputasi. Kondisi ujung sisa anggota tubuh yang belum sembuh total (bekas amputasi) bisa menimbulkan risiko serius. Luka yang tidak sembuh dengan baik dapat menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan dan bahkan meningkatkan risiko infeksi. Selain itu, kemampuan pasien untuk berjalan mungkin terganggu, sehingga prosthesis mungkin tidak seefektif mungkin.

Peran Penting Prostetik dalam Pelatihan

Selama proses pemulihan, ahli prostetik berperan penting dalam mengedukasi pasien tentang pentingnya penyembuhan luka amputasi sebelum memutuskan untuk menggunakan prostesis. Kesabaran dan pemahaman terhadap proses penyembuhan diperlukan pasien untuk mengatasi tantangan tersebut.

Tantangan dalam Kasus Diabetes

Salah satu tantangan besarnya adalah pada kasus seperti diabetes, pasien mengalami kendala dalam proses penyembuhannya yang memakan waktu lama. Diabetes dapat mengganggu proses penyembuhan luka. Dalam kasus seperti ini, pasien harus bersabar dan memantau staf medis dengan lebih cermat.

Komplikasi Penyembuhan Jaringan Parut dan Infeksi Tulang
Selain itu, adanya jaringan parut atau infeksi tulang (osteomielitis) di lokasi amputasi dapat memperlambat proses penyembuhan.

Solusi untuk Pasien yang Datang dari Lokasi Terpencil

Dalam beberapa kasus, pasien datang dari lokasi yang sangat jauh untuk menerima layanan prostetik. Dalam situasi ini, ahli prostetik dapat memberikan perawatan awal dan menyarankan agar pasien terus fokus pada penyembuhan luka sebelum secara bertahap memulai pelatihan dengan prostesis.

Kesimpulan Penyembuhan luka amputasi sebagai langkah awal

Penting untuk diingat bahwa penggunaan prostesis bukanlah solusi langsung. Penyembuhan luka amputasi merupakan langkah penting dalam proses pemulihan. Prostesis adalah alat yang hebat, namun hanya dapat memberikan manfaat maksimal jika pasien memahami dan mengikuti persyaratan penting ini. Saat pulih dari amputasi, penting untuk memiliki tim perawatan yang kuat, termasuk ahli prostetik, dokter, dan ahli terapi fisik. Dengan bimbingan dan kesabaran yang tepat, pasien dapat dengan percaya diri melanjutkan pemasangan prostesis setelah lukanya sembuh dengan baik.

Informasi Lainnya
PUSAT Pembuatan Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar, Serta Alat Bantu Ortopedi Lainnya

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan layanan pembuatan kaki palsu, tangan palsu, atau alat bantu ortopedi lainnya di wilayah Makassar, kami siap membantu Anda. Kunjungi kami di alamat kami:

Alamat Office:
RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Unit Rehabilitasi Medik, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11, Makassar

Alamat WorkShop:
Pesantren Darul Istiqamah Pusat, Jalan Poros Makassar – Maros KM 25 | Telp : 085394849766

Jangan ragu untuk menghubungi kami untuk informasi lebih lanjut atau untuk membuat janji konsultasi. Kesembuhan Anda adalah prioritas kami.

INGIN MEMBUAT KAKI PALSU? SABAR DULU SAMPAI LUKA SEMBUH

Seorang teknisi kaki palsu sedang memberikan bimbingan kepada seorang pasien diabetes yang menggunakan kaki palsu baru. Pasien berdiri dengan kaki palsu sementara teknisi memberikan panduan tentang cara berjalan dengan hati-hati.
Pasien diabetes yang akan membuat kaki palsu harus bersabar dan memastikan luka amputasi sembuh sebelum membuat kaki palsu. Proses penyembuhan biasanya memakan waktu minimal 4 bulan, lebih lama dari amputasi lainnya.

Pola hidup masyarakat saat ini yang cenderung mengutamakan kesenangan instan dan gaya hidup yang semakin dimanjakan oleh perkembangan modern menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita diabetes.

Konsumsi makanan cepat saji dan kurangnya aktivitas fisik sangat berperan dalam memicu timbulnya penyakit diabetes.

Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 60 persen pasien yang memerlukan pembuatan kaki palsu dikarenakan oleh penyakit diabetes.

Layanan pembuatan kaki palsu bukan hanya sekadar pembuatan fisik kaki palsu itu sendiri, tetapi juga memerlukan bimbingan latihan berjalan menggunakan kaki palsu yang disediakan oleh teknisi kaki palsu.

Latihan berjalan dengan kaki palsu tentu memerlukan perhatian ekstra dan hati-hati, terutama mengingat pada kasus diabetes, luka pada ujung amputasi sering terjadi. Proses penyembuhan luka ini memerlukan waktu yang cukup lama.

Pada kasus amputasi akibat diabetes, pembuatan kaki palsu memerlukan waktu minimal sekitar 4 bulan setelah amputasi.

Dalam kasus amputasi dengan kondisi luka yang mudah teriritasi, teknisi kaki palsu biasanya menawarkan soket silikon sebagai solusi untuk mengurangi gesekan dan iritasi luka saat berdiri dan berjalan dengan menggunakan kaki palsu.

Oleh karena itu, perhatian utama bagi pasien diabetes yang telah menjalani amputasi adalah merawat bekas amputasi hingga benar-benar sembuh sebelum memutuskan untuk membuat kaki palsu. Jika kulit masih terlihat merah, mengkilap, bekas jahitan masih tipis, atau terdapat jaringan parut serta keluarnya cairan bening, itu adalah tanda bahwa proses penyembuhan bekas amputasi masih berlangsung, dan pembuatan kaki palsu sebaiknya ditunda. Membuat kaki palsu terlalu cepat dapat meningkatkan risiko luka yang lebih serius saat menggunakannya.

Waktu yang diperlukan untuk pembuatan kaki palsu akibat diabetes tentu lebih lama dibandingkan dengan amputasi akibat kecelakaan, tumor, atau penyebab lainnya. Dalam berbagai pengalaman pasien diabetes, proses penyembuhan luka biasanya memakan waktu minimal 4 bulan setelah amputasi, meskipun beberapa pasien mungkin memerlukan waktu lebih lama sesuai dengan lamanya proses penyembuhan pada ujung amputasi mereka.

KENAPA SIH DOKTER VONIS SAYA UNTUK SEGERA AMPUTASI KAKI?

Amputasi kaki adalah suatu keputusan akhir oleh dokter bedah setelah melalui suatu pemeriksaan pada seorang pasien. Terkadang hal ini menimbulkan rasa syok dan sedih setelah mendengarkan saran dan anjuran tersebut, betapa tidak terbayang rasa malu dan hilangnya salah satu anggota kakinya yang selama ini menjadi bagian dalam aktivitas hidupnya.

Meski demikian, keputusan dokter tersebut memiliki kemaslahatan pada seseorang demi menghindari kondisi yang lebih buruk dan menyelamatkan jiwa pasien itu sendiri.

Berikut beberapa alasan dokter untuk melakukan amputasi:

  1. Gangren : Adanya kematian jaringan yang disebut gangren sehingga menyebabkan hilangnya fungsi dari jaringan tubuh tersebut yang bisa disebabkan oleh penyakit diabetes atau gangguan pembuluh darah perifer, ditandai dengan jaringan tubuh yang berwarna hitam.
  2. Tumur Ganas : Timbulnya tumor ganas pada daerah tungkai, yang biasanya terlihat sebagai pembesaran jaringan yang tidak normal yang disertai rasa nyeri.
  3. Cedera Serius : Cedera akibat kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja.
  4. Cacat Bawaan : Cacat sejak lahir yang menyebabkan kelainan bentuk dan fungsi pada anggota geraknya.

Setelah menjalani tindakan amputasi, selanjutnya dilakukan proses pemulihan dalam kurun 1-2 minggu di rumah sakit.

Program rehabilitasi pasca amputasi sangat dibutuhkan dan tentu ditangani oleh tim rehabilitasi atau fisioterapi untuk persiapan nantinya melakukan prosedur pembuatan kaki palsu.

Ketidakhadiran penanganan oleh fisioterapi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang teknisi kaki palsu dalam mempersiapkan proses pengukuran kaki palsu. Betapa tidak, terkadang pasien tiba-tiba datang untuk diukur padahal kondisi fisik belum memungkinkan karena kurangnya edukasi pasca amputasi.

Untuk program pasca amputasi, sebaiknya dilakukan pembalutan pada tungkai tubuh yang sudah diamputasi, baik amputasi di atas lutut maupun amputasi di bawah lutut.

Selanjutnya, latihan berdiri dan berjalan menggunakan 2 tongkat juga sangat dibutuhkan bimbingan dan arahan dari tim rehabilitasi.

Latihan penguatan otot oleh fisioterapi sangat berperan membantu memulihkan kondisi fisik untuk aktivitas fungsionalnya menjelang pengukuran kaki palsu.

Dan hal yang tidak kalah pentingnya pasca amputasi adalah perawatan luka secara rutin untuk mempercepat proses pemulihan dan kesembuhan luka yang ada, karena hal tersebut menjadi syarat wajib untuk memakai kaki palsu adalah sembuhnya luka secara sempurna.