Beranda Topik Resiko

Topik: Resiko

Cinta, Kaki Palsu, dan Kehidupan Baru | Kisah Inspiratif Pengguna Kaki Palsu | Bagian 1

Pria Muslim Pakai Kursi Roda yang Kembali Berdiri Menggunakan Kaki Palsu
Pria Muslim Pakai Kursi Roda yang Kembali Berdiri Menggunakan Kaki Palsu

Kisah pilu ini dialami Fulan, yang rela ke dua tungkai kakinya harus diamputasi akibat kesetrum listrik. Kejadian nahas ini terjadi ketika Fulan menyandarkan bahunya ke bodi mobil escavator yang tiba-tiba menyentuh ujung kabel tiang listrik.

Diceritakan bahwa ketika badannya menyentuh bodi mobil escavator dengan tegangan yang sangat tinggi itu, membuat Fulan tidak sadarkan diri sehingga mendapat perawatan intensif di rumah sakit cukup lama.

Dalam masa yang sulit itu, Fulan tetap ditemani dengan setia oleh istrinya yang merawat dan melayani kebutuhannya setiap hari di atas kursi rodanya. Dan ringkas cerita ketika Fulan telah mengalami pemulihan secara bertahap, berbagai perawatan dan tindakan medis telah dilaluinya, terutama fokus penyembuhan luka amputasinya dan kontrol rutin kardiovaskuler.

Dan tahap akhir penyembuhan luka dan merencanakan untuk membuat kaki palsu adalah terkendala dengan ujung bekas amputasinya terdapat pecahan tulang yang harus dilepas, sehingga membutuhkan tindakan kembali masuk kemeja operasi.

Dan inilah masa kritis ke-2 yang Fulan hadapi, dimana saat dilakukan tindakan operasi, Fulan sempat gagal nafas dan koma. Namun akhirnya berkat doa yang diijabah, Fulan melewati dengan selamat.

Dan pada akhirnya, dalam beberapa bulan pasca operasi, mulailah dilakukan pengukuran dan pembuatan kaki palsu.

Dengan melewati beberapa tahapan latihan, mulai belajar diparalel bar dengan 2 kaki palsunya, melatih keseimbangan dan koordinasinya serta selalu dievaluasi resiko luka saat mulai berdiri dengan kaki palsunya serta perlahan tapi pasti mulai belajar melangkahkan kakinya secara bergantian.

Waktu latihan kaki palsu ini tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Peranan dan motivasi dari istrinya yang tercinta menambah kepercayaan dirinya segera bangkit beraktifitas secara mandiri. Dan Alhamdulillah atas karunia dan izin Allah, Fulan mulai meninggalkan kursi rodanya dan mulai menatap masa depannya kembali.

Bingung Mau Membuat Kaki Palsu? Yuk Simak, Begini Caranya!

Bingung Mau Membuat Kaki Palsu? Yuk Simak, Begini Caranya!
Bingung Mau Membuat Kaki Palsu? Yuk Simak, Begini Caranya!

Kaki palsu, atau prostesis, dapat membantu orang yang sudah diamputasi kaki untuk mampu bergerak dengan lebih mudah. Teknisi kaki palsu bertujuan merancang kaki palsu yang fungsi dan tampilannya menyerupai kaki asli. Terkadang orang masih membutuhkan tongkat, alat bantu jalan, atau kruk untuk berjalan dengan kaki palsu, sementara yang lain bisa berjalan dengan bebas.

Bagi Anda yang mengalami amputasi anggota tubuh bagian bawah, kaki palsu tipe bawah lutut mungkin merupakan pilihan yang perlu Anda pertimbangkan. Ada beberapa pilihan tipe kaki palsu yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu. Dari beberapa komponen kaki palsu, ada yang menggunakan tipe sachfoot dan ada juga tipe single axis atau multi Axis foot. Khusus bagi Anda yang penderita diabetes yang beresiko tinggi luka atau nyeri saat pemakaian kaki palsu, kami sebagai pengajar kaki palsu menyarankan untuk menggunakan silikon soket agar bisa meminimalisir risiko luka atau nyeri.

Dari beberapa kasus yang ada, pasien yang kehilangan anggota tubuhnya mampu menggunakan kaki palsunya dengan baik, namun terkadang tidak semua orang cocok untuk mendapatkan kaki palsu. Beberapa pertimbangan yang mungkin perlu didiskusikan dengan dokter sebelum memilih kaki palsu meliputi:

  1. Apakah terdapat cukup jaringan lunak untuk melindungi sisa tulang?
  2. Berapa banyak rasa sakit yang kamu rasakan?
  3. Bagaimana kondisi kulit pada anggota badan tersebut?

Jadi, untuk memberikan bahasa sederhananya, apakah kaki palsu itu benar-benar mempunyai peran pengganti kaki yang sudah diamputasi atau tidak? Kalau hanya sekedar untuk kosmetik atau menutupi kecacatan yang ada, mungkin inilah yang perlu ditinjau kembali tentang urgensi kebutuhan kaki palsu tersebut pada diri Anda.

MAU TAHU SOLUSI AGAR KAKI KAMU GAK LECET SAAT MEMAKAI KAKI PALSU? INI TIPSNYA

Tips Menghindari Luka Pada Ujung Amputasi Saat Memakai Kaki Palsu
Tips Menghindari Luka Pada Ujung Amputasi Saat Memakai Kaki Palsu. Kenali faktor penyebab luka, pastikan lukanya sembuh, lakukan latihan secara bertahap, dan periksa kaki palsu setiap 20 meter untuk mengurangi risiko timbulnya luka pada ujung amputasi.

Timbulnya luka pada pasien saat belajar menggunakan kaki palsu sering terjadi pada saat belajar berjalan dan terutama pada ujung amputasinya. Resiko luka pada ujung amputasi lebih sering terjadi pada pasien yang menggunakan kaki palsu bawah lutut. Berikut ini beberapa kiat atau strategi menghindari potensi yang bisa menjadi pemicu timbulnya luka pada ujung amputasi saat tu Ihan berjalan menggunakan kaki palsu:

  1. Kenali Faktor Penyebab Luka
    Salah satu faktor paling utama timbulnya luka pada ujung amputasi adalah adanya riwayat penyakit diabetes pada pasien tersebut. Oleh karena itu, saat pembuatan kaki palsu, minimal 5 bulan pasca amputasi harus diperhatikan.
  2. Pastikan Lukanya Sembuh
    Pastikan lukanya benar-benar sudah sembuh sebelum melakukan latihan berjalan dengan memakai kaki palsu.
  3. Hentikan Latihan Jika Ada Nyeri
    Apabila saat berjalan dengan memakai kaki palsu tersebut terasa ada nyeri atau perih, maka segera hentikan latihan sambil melepas kaki palsunya serta memeriksa kembali bagian yang terasa nyeri.
  4. Teknik Berjalan yang Benar
    Saat latihan naik turun tangga, pastikan saat naik tangga, kaki normal yang lebih dahulu melangkah, dan saat turun tangga, kaki palsu hendaknya lebih yang melangkah.
  5. Posisi Soket yang Tepat
    Pada saat memasukkan soft soket ke hard soket kaki palsu, hendaknya tepat pada posisinya, sehingga saat berjalan akan terasa nyaman dan pas.
  6. Lapisan Kaos Kaki yang Tepat
    Apabila anda merasakan kaki palsunya sudah longgar, hendaknya menambah lapisan kaos kaki guna menghindari ujung amputasi tumpuan beban tubuh pada kaki palsu.
  7. Latihan Bertahap
    Saat awal memakai kaki palsu, hendaknya lakukan latihan secara bertahap, baik baik frekuensi latihan maupun durasi latihannya. Saat pertama kali memakai kaki palsu, perhatikan petunjuk dan arahan teknisi kaki palsu anda yang telah diajarkan.
  8. Periksa Kaki Palsu Setiap 20 Meter
    Saat awal latihan ini, setiap berjalan sekitar 20 meter, kaki palsunya dilepas untuk di periksa, apa ada bagian yang mengalami kemerahan atau tekanan pada bagian amputasinya. Bila ini terjadi, hendaknya latihan nya di cukupkan sambil menunggu kemerahan atau tekanan tersebut berangsur hilang, atau teknisi kaki palsu akan mengecek apa soketnya perlu diperbaiki.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat mengurangi risiko timbulnya luka pada ujung amputasi saat menggunakan kaki palsu.

Cara Perawatan Kaki Palsu Agar Awet dan Tahan Lama

cara mudah merawat kaki palsu
cara mudah merawat kaki palsu

Salah satu hal yang penting bagi seorang pasien amputasi kaki yang telah mendapatkan layanan pembuatan kaki palsu adalah perawatan kaki palsu itu sendiri. Bagaimana Caranya ? Tentu, Pemberian edukasi oleh teknisi kaki palsu tentang hal-hal yang berpotensi menimbulkan kerusakan selama pemakaian sangatlah penting bagi pasien. Sehingga kami dari Harapan Medika Makassar merasa penting untuk berbagi informasi tentang cara mudah melakukan perawatan kaki palsu agar bisa di gunakan awet dan tahan lama, silahkan di simak beberapa hal penting yang perlu anda ketahui

JAGA AGAR TETAP BERSIH DAN KERING
Sangat penting untuk menjaga kebersihannya, untuk menghilangkan penumpukan keringat, kotoran, hingga bakteri. Caranya, bersihkan bagian dalam kaki palsu dengan kain lembab dan sabun. Cuci bagian soket yang menyentuh kulit dan bagian lainnya.
Pastikan tidak merendam alat ini di dalam air. Bersihkan dengan sabun dan kain bersih, lalu keringkan. Sebaiknya mencuci di malam hari, agar bisa kering semalaman sebelum memakainya kembali.

CEGAH KERUSAKAN AKIBAT AIR
Kerusakan akibat air bisa terjadi jika memilih prostesis yang standar, terlebih direndam dalam air tawar atau air asin. Jangan berenang, mandi, hingga berendam dengan alat ini. Jika dibutuhkan, cobalah untuk memilih prostesis yang tahan air.
Hindari benturan dan gesekan pada kaki palsu, terutama resiko terjatuh saat menggunakan kaki palsu. Dan komponen pembuatan kaki palsu yang sering mengalami kerusakan pada jenis kaki palsu bawah lutut adalah telapak kaki ,soketnya. Adapun kerusakan bisa timbul untuk kaki palsu atas lutut adalah telapak kak, kulit dan persendian lututnya.

MASIH PAKE SABUK KAKI PALSU BAWAH LUTUT?CAPEK DEH

Kaki palsu bukanlah hanya sekedar selera atau tampilannya, tetapi lebih dari itu, aktivitas sehari-hari sangatlah menjadi faktor utama dalam memilih jenis kaki palsu itu sendiri. Begitu pula harga lebih mahal yang ditawarkan oleh teknisi kaki palsu belum tentu menjadi jaminan kualitas dan kelayakan bagi seseorang pengguna kaki palsu. Pemakaian kaki palsu tentulah diharapkan jenis kaki palsu yang simpel dan enak di gunakan saat berjalan.
Khusus untuk kaki palsu bawah lutut, ada yang menggunakan sabuk pengikat, dan ada tanpa sabuk pengikat. Lalu apa yang membedakan? Sepintas kaki palsu menggunakan sabuk tentu lebih lengkap, tetapi tahukah anda bahwa penggunaan kaki palsu bawah lutut tanpa sabuk adalah rancangan terbaik, lebih simpel dan nyaman dipake tanpa mengurangi tingkat keamanan penggunaan kaki palsu tersebut.
Sebenarnya kaki palsu bawah lutut dengan sabuk itu hanya digunakan dan dirancang oleh teknisi kaki palsu yang belum menguasai teknik pembuatan tipe kaki palsu bawah lutut yang tanpa sabuk. Olehnya itu bagi pengguna kaki palsu, hendaknya pandai pandai memilih tipe kaki palsu tanpa sabuk dan hendaknya menanyakan kepada teknisi kaki palsu, apakah tipe kaki palsu tersebut yang nantinya dibuatkan tanpa sabuk.
Dan terkait dengan pasien amputasi atas lutut, untuk penggunaan kaki palsu tanpa sabuk biasanya perlu di lakukan evaluasi secara rutin terhadap pasien tersebut terutama bagi pasien yang baru pertama dibuatkan kaki palsu. Oleh karena dalam beberapa Minggu atau bulan kedepannya setelah memakai kaki palsu, biasanya otot paha yang telah diamputasi mengalami penyusutan, sehingga lingkaran pahanya semakin mengecil. Dan akibatnya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan bisa mengakibatkan kaki palsu yang dipakai bisa sewaktu waktu terlepas. Dan apabila ini terjadi saat berjalan, tentu akan menimbulkan resiko yang tidak di inginkan.
Olehnya itu sebagai antisipasi kemungkinan resiko itu terjadi, ada baiknya sejak awal tetap diberikan dulu sabuk pengait. Dan kemudian selanjutnya dapat berkonsultasi kembali dengan teknisi kaki palsunya, apakah soketnya perlu di ganti yang baru? Atau bisa dilapisi spon saja bagian dalamnya agar tetap pres.

GAK MAU AMPUTASI? AWAS LOH NYAWA TARUHANNYA

Keputusan seorang dokter dalam mengambil suatu tindakan yang berisiko di rumah sakit biasanya membutuhkan persetujuan dari pihak pasien atau keluarga terdekat yang mendampinginya dalam prosedur perawatan di rumah sakit.

Penawaran tindakan medis ini tentu dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan lengkap.

Pada pasien yang telah menjalani pemeriksaan kemudian didiagnosis mengalami osteosarcoma (kanker tulang), terutama pada tungkai kaki, maka terkadang dokter bedah memberikan opsi amputasi sebagai salah satu pilihan tindakan medis dengan pertimbangan untuk memutus rantai penyebaran kerusakan tulang dan jaringan di sekitarnya demi menyelamatkan jiwa pasien itu sendiri.

Dalam beberapa pengalaman pasien di Rumah Sakit bagian ortopedi yang didiagnosis dengan osteosarcoma, baik yang melewati tindakan operasi dan tanpa operasi.

Oleh karena itu, penulis akan berbagi informasi seputar penyakit osteosarcoma ini.

Osteosarcoma paling sering terjadi pada usia remaja karena pertumbuhan tulang pada masa itu cukup cepat.

Pada pasien yang mengidap osteosarcoma akan mengalami gejala rasa sakit yang hebat, adanya pembengkakan yang tidak wajar pada bagian tungkai, fungsi anggota gerak (tungkai) yang terserang akan mengalami gangguan fungsional, serta kulit yang mengalami pembengkakan terlihat kemerahan dan mengkilap serta tampak jelas guratan pembuluh darah pada area tersebut.

Penyebab osteosarcoma terjadi karena adanya pembelahan sel yang berlebihan dan hidup lama dalam jaringan sehingga membentuk jaringan abnormal yang disebut tumor.

Penyebab lain timbulnya osteosarcoma adalah adanya kesalahan dalam DNA tubuh (kode genetik) sehingga sel akan terus membelah dan tumbuh membesar.

Pada pasien yang didiagnosis dengan osteosarcoma dan hasil pemeriksaan darah serta foto rontgen yang positif, maka prosedur pengobatan medisnya adalah kemoterapi. Program kemoterapi ini bertujuan untuk mematikan sel-sel jaringan agar tidak menyebar dengan cepat.

Resiko angka kematian pada pasien dengan diagnosis osteosarcoma sangat tinggi.

Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan dini, apabila dalam pemeriksaan ada tanda-tanda awal seperti gejala yang timbul pada osteosarcoma, segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Dan apabila dokter menyarankan untuk dilakukan amputasi, maka insya Allah itu adalah tindakan pencegahan dini untuk menghindari penyebaran ke jaringan sekitarnya.

Sebagai catatan khusus bagi teknisi kaki palsu, sebaiknya bila mendapatkan pasien amputasi karena osteosarcoma, maka sangat perlu diketahui hasil pemeriksaan darahnya pasca amputasi untuk mengetahui apakah masih ada jaringan/sel osteosarcoma yang ada dalam tubuh pasien.

Apabila memang ternyata masih ada sel osteosarcoma, maka program pembuatan kaki palsu perlu ditinjau kembali, karena dari beberapa pengalaman praktek di klinik maupun di rumah sakit, justru memaksakan diri untuk tetap menggunakan kaki palsu, justru mempercepat proses penyebaran kembali sel-sel jaringan tumor untuk berkembang.

BENARKAH ROKOK MEMBUNUHMU? INILAH KISAH PASIEN AMPUTASI

Buerger disease ini terjadi akibat pembuluh darah perifer yang mengalami sumbatan ke bagian ujung tungkai kaki sehingga nutrisi makanan dan oksigen sangat tidak mencukupi kebutuhannya yang tentu berakibat resiko kematian jaringan tubuh
Pasien amputasi akibat kebiasaan menghabiskan rokok sekitar 3 bungkus sehari.

Dalam perjalanan pulang ke kampung, saya mampir untuk shalat subuh disuatu masjid. Tiba-tiba pandangan saya tertuju pada seorang yang datang berjalan ke masjid dengan mengesok sampai pada shaf barisan jamaah, ternyata beliau adalah salah satu jamaah masjid tetap yang kondisi selalu datang seperti itu yang mengalami penyakit yang berakibat salah satu kaki bagian betisnya telah di amputasi.

Setelah selesai shalat akupun menghampiri dan menyapanya, ternyata beliau sudah mengalaminya selama sekitar 1 tahun.

Dari pembicaraan yang cukup intens, ternyata beliau amputasi akibat kebiasaan menghabiskan rokok sekitar 3 bungkus sehari. Penyakit ini disebut buerger disease. Buerger disease ini terjadi akibat pembuluh darah perifer yang mengalami sumbatan ke bagian ujung tungkai kaki sehingga nutrisi makanan dan oksigen sangat tidak mencukupi kebutuhannya yang tentu berakibat resiko kematian jaringan tubuh. Hal ini ditandai dengan perubahan tekstur kulit dan otot. Kulit yang mulai menghitam dan dan timbulnya luka serta rasa nyeri pada area kaki.

Kondisi seperti ini, biasa dokter menyarankan untuk segera dilakukan amputasi guna menghindari penyebaran kuman ke jaringan sekitarnya yang masih sehat.

Terkadang penyebab amputasi akibat kebiasaan merokok ini sangat sulit dipahami dan di cerna oleh pasien. Terkadang pasien membandingkan dirinya dengan orang yang mempunyai kebiasaan merokok yang sama dengan dirinya yang terlihat tanpa keluhan yang berarti. Beliau tidak menyadari bahwa daya tahan tubuh setiap orang itu berbeda.

Alhamdulillah setelah melakukan pendekatan dan edukasi, beliau melakukan perubahan yang signifikan dengan tidak lagi menyentuh rokok dalam sehari.

Beberapa hari kemudian mulai dilakukan proses pembuatan kaki palsu dan latihan berjalan (gait training). Dan setelah melalui proses tahapan berjalan tersebut, pasien tersebut telah kembali beraktifitas secara normal dalam kehidupan.

APA MASIH BUTUH TONGKAT SAAT MEMAKAI KAKI PALSU ?

tongkat untuk pengguna kaki palsu
tongkat untuk pengguna kaki palsu

HARAPAN MEDIKA MAKASSAR– Sudah menjadi harapan dan prioritas bagi seorang teknisi kaki palsu dan pasien itu sendiri, bahwa ketergantungan pada tongkat harus di hindari semaksimal kemampuan dalam aktifitas berjalan, baik itu tipe kaki palsu atas lutut atau kaki palsu bawah lutut.

Namun hal ini bukan hal yang mustahil bagi pasien untuk menggunakan tongkat sebagai pembantu dalam latihan atau aktifitas keseharian bagi pasien. Dalam beberapa pengalaman yang ada, terkadang justru penggunaaan tongkat sangat dibutuhkan bagi pasien tersebut, terutama bagi yang memakai kaki palsu tipe atas lutut.

Khusus bagi pasien amputasi dengan kasus gula (diabetes), terkadang mempunyai kemampuan otot yang lemah dan gangguan koordinasi tubuhnya sehingga resiko jatuh saat memakai kaki palsu sering terjadi terutama saat awal adaptasi memakai kaki palsu.

Faktor lain yang kadang membutuhkan tongkat untuk pengguna kaki palsu adalah pasien wanita lanjut usia serta pasien pengguna kaki palsu bawah lutut yang mengeluhkan nyeri pada ujung amputasi saat memulai berjalan, sehingga pasien tersebut membutuhkan tongkat untuk bisa beradaptasi beberapa hari sebelum benar-benar rasa nyeri tersebut perlahan lahan akan hilang.