Beranda Topik Penyembuhan

Topik: Penyembuhan

INGIN MEMBUAT KAKI PALSU? SABAR DULU SAMPAI LUKA SEMBUH

Seorang teknisi kaki palsu sedang memberikan bimbingan kepada seorang pasien diabetes yang menggunakan kaki palsu baru. Pasien berdiri dengan kaki palsu sementara teknisi memberikan panduan tentang cara berjalan dengan hati-hati.
Pasien diabetes yang akan membuat kaki palsu harus bersabar dan memastikan luka amputasi sembuh sebelum membuat kaki palsu. Proses penyembuhan biasanya memakan waktu minimal 4 bulan, lebih lama dari amputasi lainnya.

Pola hidup masyarakat saat ini yang cenderung mengutamakan kesenangan instan dan gaya hidup yang semakin dimanjakan oleh perkembangan modern menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita diabetes.

Konsumsi makanan cepat saji dan kurangnya aktivitas fisik sangat berperan dalam memicu timbulnya penyakit diabetes.

Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 60 persen pasien yang memerlukan pembuatan kaki palsu dikarenakan oleh penyakit diabetes.

Layanan pembuatan kaki palsu bukan hanya sekadar pembuatan fisik kaki palsu itu sendiri, tetapi juga memerlukan bimbingan latihan berjalan menggunakan kaki palsu yang disediakan oleh teknisi kaki palsu.

Latihan berjalan dengan kaki palsu tentu memerlukan perhatian ekstra dan hati-hati, terutama mengingat pada kasus diabetes, luka pada ujung amputasi sering terjadi. Proses penyembuhan luka ini memerlukan waktu yang cukup lama.

Pada kasus amputasi akibat diabetes, pembuatan kaki palsu memerlukan waktu minimal sekitar 4 bulan setelah amputasi.

Dalam kasus amputasi dengan kondisi luka yang mudah teriritasi, teknisi kaki palsu biasanya menawarkan soket silikon sebagai solusi untuk mengurangi gesekan dan iritasi luka saat berdiri dan berjalan dengan menggunakan kaki palsu.

Oleh karena itu, perhatian utama bagi pasien diabetes yang telah menjalani amputasi adalah merawat bekas amputasi hingga benar-benar sembuh sebelum memutuskan untuk membuat kaki palsu. Jika kulit masih terlihat merah, mengkilap, bekas jahitan masih tipis, atau terdapat jaringan parut serta keluarnya cairan bening, itu adalah tanda bahwa proses penyembuhan bekas amputasi masih berlangsung, dan pembuatan kaki palsu sebaiknya ditunda. Membuat kaki palsu terlalu cepat dapat meningkatkan risiko luka yang lebih serius saat menggunakannya.

Waktu yang diperlukan untuk pembuatan kaki palsu akibat diabetes tentu lebih lama dibandingkan dengan amputasi akibat kecelakaan, tumor, atau penyebab lainnya. Dalam berbagai pengalaman pasien diabetes, proses penyembuhan luka biasanya memakan waktu minimal 4 bulan setelah amputasi, meskipun beberapa pasien mungkin memerlukan waktu lebih lama sesuai dengan lamanya proses penyembuhan pada ujung amputasi mereka.

Luka Amputasi Tak Kunjung Sembuh ? Jangan Panik !

Luka Amputasi Tak Kunjung Sembuh ? Jangan Panik
Luka Amputasi Tak Kunjung Sembuh ? Jangan Panik

Salah satu hambatan atau sebab tertundanya pemasangan kaki palsu adalah masih adanya luka pada ujung amputasi yang belum sembuh secara total. Kesembuhan luka merupakan salah satu syarat untuk bisa dilakukan pengukuran dan casting guna mencegah timbul rasa tidak nyaman berupa nyeri atau memperparah luka yang belum sembuh.

Beberapa penyebab luka diujung amputasi yang biasanya mengalami proses penyembuhan yang lama. Diantaranya ada riwayat diabetes pada pasien tersebut, masih adanya bekas benang jahit yang tersisa dalam tubuh, adanya pecahan tulang melayang yang tersisa serta terjadinya infeksi tulang (osteomielitis)yang menyebabkan sering keluarnya cairan bening atau cairan kuning pada ujung amputasi.

Olehnya itu, sebagai teknisi kaki palsu, perlu memperhatikan keadaan tersebut sebelum lanjut ke tahap pengukuran kaki palsu agar program latihan dapat tercapai sesuai yang diharapkan.

Setidaknya memberikan edukasi tentang cara perawatan luka atau menyarankan untuk dilakukan tindakan pengobatan secara berkala ke perawat luka atau dokter yang menangani.

Sekadar penanganan untuk luka yang tidak berat,maka biasa dilakukan pembersihan sendiri oleh pasien atau dibantu oleh teknisi kaki palsu dengan menyiapkan cairan NaCL (cairan infus) dengan kain kasa steril lalu dilapisi cutimed sorbacht

Akan tetapi apabila penyebab luka tidak sembuh tersebut karena adanya benda asing berupa serpihan tulang atau sisa benang yang tertinggal,maka tentu sebaiknya dilakukan tindakan lanjut ke dokter yang menanganinya.

Timbul jaringan parut Scar Tissue pada bekas jahitan amputasi anda ? Ini tips menggunakan kaki palsu

Luka Jahitan Amputasi

Umumnya jaringan parut ini muncul pada bagian luka jahitan amputasi yang mengalami gangguan penyambungan kulit, sehingga celah yang ada pada kulit terisi oleh jaringan parut untuk menutupi bekas luka yang ada. Salah satu kendala yang dialami oleh seorang teknisi kaki palsu adalah pada saat melatih ia memberikan beban pada daerah ujung yang ada jaringan parutnya terutama amputasi bagian betis daerah yang paling sering muncul luka lecet pada jaringan parut tersebut sebab lapisan pada jaringan parut tersebut sangat tipis.

Dalam kondisi bekas amputasi yang mudah lecet seperti ini, sebaiknya selalu menjaga kebersihan luka yang ada agar tidak mengalami infeksi. Pemakaian kaki palsu sebaiknya di istirahatkan dulu sambil menunggu penyembuhan lukanya.

Biasanya apabila telah mengalami beberapa kali luka lecet pada daerah yang sama, maka bagian yang luka tersebut lambat laun akan mengalami penebalan kulit atau jaringan pada daerah tersebut,sehingga pemakaian kaki palsu dari hari kehari akan semakin nyaman.

Dan hal yang paling berpotensi menimbulkan luka saat menggunakan kaki palsu tersebut adalah saat berjalan di tempat yang menanjak atau naik turun tangga. Disamping itu, pemakaian soft socket yang tidak pas saat memasukkan ke dalam hard socket.

Faktor lain yang merupakan kelalaian dalam pemakaian kaki palsu yang bisa menimbulkan luka adalah bagian stump (ujung amputasi) yang menjadi tumpuan beban berat badan saat berdiri dan berjalan akibat soket yang sudah longgar sehingga tumpuan yang biasanya pada area lutut terutama di tendon bearing berpindah ke ujung amputasi.

Olehnya itu sangat penting seorang teknisi kaki palsu memberikan edukasi dan latihan selama proses pembuatan kaki palsu untuk dijadikan bagian alur pelayanan kepada seseorang pasien sebelum menggunakan kaki palsu.

KELUAR CAIRAN BENING ATAU CAIRAN KUNING PADA UJUNG AMPUTASI KAKI. JANGAN PANIK !!!

Cairan bening atau cairan berwarna kuning yang keluar pada ujung amputasi kaki, baik amputasi atas lutut maupun amputasi bawah lutut adalah suatu yg anda penyakit atau kelainan pasca amputasi. Umumnya keadaan ini disebabkan oleh infeksi tulang yang disebut osteomielitis.

Penyakit ini membutuhkan proses pengobatan dan perawatan tuntas sebelum memakai kaki palsu. Apabila keluhan ini ada pada pasien amputasi, biasa dokter memmberikan obat anti biotik atau tindakan perawatan luka secara berkala.

Dan apabila sudah dilakukan tindakan pengobatan minum antibiotik dan perawatan luka namun belum ada tanda tanda kesembuhan dan masih mengeluarkan cairan, maka biasa dokter bedah umum atau dokter ortopedi akan melakukan tindakan pencucian luka di kamar operasi (debridemant).

Terkadang salah satu faktor yang menyebabkan luka tak kunjung sembuh yang disertai produksi cairan adalah adanya sisa pecahan tulang yang melayang, atau sisa benang yang tidak terabsorbsi (terserap) dalam tubuh.

Namun dalam beberapa pengalaman kami sebagai teknisi kaki palsu, pemakaian kaki palsu ini juga kadang bisa mengungkap penyebab cairan yang selalu keluar dari ujung amputasi tersebut. Beberapa kejadian pasien yang ada, selama pemakaian kaki palsu tersebut, baru muncul sisa benang jahit yang tersisa dalam simpulan jahitan dalamnya. Sehingga setelah keluarnya benang tersebut, berangsur luka dan produksi cairan akan mengalami penyembuhan secara bertahap.

MAU SEGERA PAKAI KAKI PALSU🦿? STOP✋ PERHATIKAN DULU SYARATNYA

Harapan Medika Makassar Sebagai Pusat Informasi Pembuatan Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar, serta alat bantu Ortopedi lainnya Alamat Pembuat Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar Alamat Office : RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Unit Rehabilitasi Medik, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11, Makassar Alamat WorkShop : City Of Darul Istiqamah, Jalan Poros Makassar - Maros KM 25 | Telp : 085394849766
Harapan Medika Makassar Sebagai Pusat Informasi Pembuatan Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar, serta alat bantu Ortopedi lainnya Alamat Pembuat Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar Alamat Office : RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Unit Rehabilitasi Medik, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11, Makassar Alamat WorkShop : City Of Darul Istiqamah, Jalan Poros Makassar - Maros KM 25 | Telp : 085394849766

Keinginan untuk mendapatkan layanan kaki palsu pasca amputasi kaki, baik amputasi bawah lutut maupun amputasi atas lutut adalah impian setiap pasien.

Kehilangan salah satu fungsi alat gerak sebagai penopang aktivitas keseharian dalam berinteraksi dengan dunia luar tentu akan sangat berpengaruh pada kondisi kejiwaannya dan kemampuan fisiknya secara umum.

Olehnya itu sangatlah wajar, jika sekiranya obsesi dan harapan untuk mendapatkan layanan kaki palsu sesegera mungkin menjadi kenyataan.

Akan tetapi apakah baik menurut tinjauan medis ? Berikut beberapa dampak yang bisa timbul bila menggunakan kaki palsu pada tanpa memperhatikan syarat pembuatan kaki palsu :

  1. Potensi timbulnya luka pada ujung amputasi yang disebabkan tekanan beban bekas amputasi yang belum mencapai mas penyembuhan optimal karena sejatinya waktu pengukuran minimal 3 bulan pasca amputasi dan 4 bulan minimal khusus bagi pasien amputasi akibat penyakit diabetik (gula).
  2. Timbul rasa sakit (nyeri) saat latihan berjalan memakai kaki palsu.
  3. Ukuran soket kaki palsu akan berubah seiring waktu pemakaian, sehingga akan terasa tidak nyaman memakai kaki palsunya.

Olehnya itu, sangatlah bijak jika konsultasi dokter maupun teknisi kaki palsu dibutuhkan dan dipatuhi sebelum melakukan keputusan untuk membuat kaki palsu.

KAKI TERASA GATAL, KRAM ATAU SAKIT PADAHAL SUDAH DI AMPUTASI? INI PENJELASANNYA!

Luka Setelah Amputasi
mengurangi dan menghilangkan keluhan dan rasa gatal, kram dan nyeri

Hampir merata pasien yang sudah di amputasi, baik amputasi bawah lutut maupun amputasi atas lutut datang dengan keluhan yang sama saat dilakukan pengukuran kaki palsu. Keluhan itu tentulah hal yang wajar dan normal saja, dan akan berangsur hilang saat menggunakan kaki palsunya, keluhan ini biasa disebut phantom pain.

Bagi seorang teknisi kaki palsu perlu memberikan edukasi kepada pasien untuk melakukan pembalutan dengan menggunakan elastis perban sebelum melakukan pengukuran castingan pada bagian yang telah di amputasi.

Hal ini sangat membantu untuk mengurangi dan menghilangkan keluhan dan rasa gatal, kram dan nyeri yang dirasakan oleh pasien. Dan bukan hanya itu saja, pembalutan itu juga sangat penting untuk mendapatkan hasil pengukuran yang optimal agar ukuran kaki palsu lebih ideal.

Dampak yang biasa timbul selama keluhan tidak hilang adalah pasien juga tanpa sadar tiba-tiba berdiri dan melangkah untuk berjalan yang tanpa disadari bahwa kakinya sudah di amputasi.

Kejadian ini biasa terjadi saat bangun dari tempat tidur, sehingga pasien bisa terjatuh atau bisa menyebabkan benturan pada bagian yang telah di amputasi yang tentunya akan memperlambat proses penyembuhan lukanya.

ADUH.., INI KEBIASAAN PENCETUS LUKA AMPUTASI KAKI TAK KUNJUNG SEMBUH

INI KEBIASAAN PENCETUS LUKA AMPUTASI KAKI TAK KUNJUNG SEMBUH
INI KEBIASAAN PENCETUS LUKA AMPUTASI KAKI TAK KUNJUNG SEMBUH

Penyembuhan luka secara normal pada bekas amputasi pada bagian amputasi bawah lutut atau amputasi atas lutut sekitar 3 bulan pasca operasi dan khusus untuk pasien diabetik, biasa memerlukan waktu yang lebih lama. Meskipun pada bagian kulit luarnya sudah tampak sembuh.

Standar waktu untuk dilakukan pembuatan kaki palsu inilah menjadi acuan bagi seorang pembuat/teknisi kaki palsu.

Namun dalam perjalanan waktu tersebut (pasca operasi sampai 3 bulan), terkadang pengukuran kaki palsu, terpaksa ditunda akibat lukanya belum sembuh.

Salah satu kebiasaan pasien ini adalah seringnya menggaruk pada bagian area luka yang terasa gatal, dan hal ini memang sering sekali gatal saat proses penyembuhan lukanya. Untuk itu, apabila timbul rasa gatal, maka cukup di usap saja menggunakan lotion atau minyak.

Sebagai bahan informasi tambahan, apabila akan dilakukan latihan berjalan dengan kaki palsu, baik itu kaki palsu atas lutut (transfemoral prosthesis) atau kaki palsu bawah lutut (transtibial prosthesis) dalam kondisi masih ada luka, maka akan sangat berpotensi menimbulkan luka yang lebih serius sehingga mengganggu proses latihan dan penyempurnaan kaki palsunya.

Olehnya itu, edukasi, bimbingan seorang teknisi kaki palsu sangat dibutuhkan dalam menuntun pasien tersebut agar bisa mandiri menggunakan kaki palsu dirumah.

CARA MUDAH MELAKUKAN PERAWATAN LUKA SELAMA PEMAKAIAN KAKI PALSU

CARA MUDAH MELAKUKAN PERAWATAN LUKA SELAMA PEMAKAIAN KAKI PALSU
CARA MUDAH MELAKUKAN PERAWATAN LUKA SELAMA PEMAKAIAN KAKI PALSU

KAKITANGANPALSUMAKASSAR.COM – Pada pemakaian awal latihan menggunakan kaki palsu, tidak sedikit yang mengalami luka lecet terutama pada bagian stump : ujung tulang yang telah diamputasi atau pada bekas jahitan.

Keluhan sering dialami oleh pasien amputasi bawah lutut, apabila timbul luka selama pemakaian kaki palsu, maka hendaknya mengistirahatkan penggunaan kaki palsu tersebut sampai benar benar sembuh.

Untuk luka lecet pada kulit sebaiknya luka lecet itu dibersihkan menggunakan cairan infus, lalu dtempelkan obat supratule atau semacamnya guna mempercepat proses penyembuhannya.

Apabila luka tersebut sudah infeksi dan terdapat nanah pada luka tersebut, maka sebaiknya menggunakan cutimed sorbach untuk mengisap nanah yg terdapat pada luka itu.

Seperti Itulah cara mudah melakukan perawatan luka khususnya bagi pengguna kaki palsu

Pusat Informasi Lainnya
Pembuatan Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar, Serta Alat Bantu Ortopedi Lainnya
Alamat Pembuat Kaki Palsu Makassar
dan Tangan Palsu Makassar
Alamat Office :
RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Unit Rehabilitasi Medik, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11, Makassar

Alamat WorkShop :
City Of Darul Istiqamah, Jalan Poros Makassar – Maros KM 25 | Telp : 085394849766