Kisah pilu ini dialami Fulan, yang rela ke dua tungkai kakinya harus diamputasi akibat kesetrum listrik. Kejadian nahas ini terjadi ketika Fulan menyandarkan bahunya ke bodi mobil escavator yang tiba-tiba menyentuh ujung kabel tiang listrik.
Diceritakan bahwa ketika badannya menyentuh bodi mobil escavator dengan tegangan yang sangat tinggi itu, membuat Fulan tidak sadarkan diri sehingga mendapat perawatan intensif di rumah sakit cukup lama.
Dalam masa yang sulit itu, Fulan tetap ditemani dengan setia oleh istrinya yang merawat dan melayani kebutuhannya setiap hari di atas kursi rodanya. Dan ringkas cerita ketika Fulan telah mengalami pemulihan secara bertahap, berbagai perawatan dan tindakan medis telah dilaluinya, terutama fokus penyembuhan luka amputasinya dan kontrol rutin kardiovaskuler.
Dan tahap akhir penyembuhan luka dan merencanakan untuk membuat kaki palsu adalah terkendala dengan ujung bekas amputasinya terdapat pecahan tulang yang harus dilepas, sehingga membutuhkan tindakan kembali masuk kemeja operasi.
Dan inilah masa kritis ke-2 yang Fulan hadapi, dimana saat dilakukan tindakan operasi, Fulan sempat gagal nafas dan koma. Namun akhirnya berkat doa yang diijabah, Fulan melewati dengan selamat.
Dan pada akhirnya, dalam beberapa bulan pasca operasi, mulailah dilakukan pengukuran dan pembuatan kaki palsu.
Dengan melewati beberapa tahapan latihan, mulai belajar diparalel bar dengan 2 kaki palsunya, melatih keseimbangan dan koordinasinya serta selalu dievaluasi resiko luka saat mulai berdiri dengan kaki palsunya serta perlahan tapi pasti mulai belajar melangkahkan kakinya secara bergantian.
Waktu latihan kaki palsu ini tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Peranan dan motivasi dari istrinya yang tercinta menambah kepercayaan dirinya segera bangkit beraktifitas secara mandiri. Dan Alhamdulillah atas karunia dan izin Allah, Fulan mulai meninggalkan kursi rodanya dan mulai menatap masa depannya kembali.

















