Kaki Amputasi
Topik: Kaki Amputasi
Lutut Kaku Setelah Amputasi? 4 Hal Penting yang Sering Terlewatkan Saat Memakai Kaki Palsu
Menginginkan kehidupan aktif kembali dengan kaki palsu adalah tujuan utama setiap pasien pasca-amputasi. Namun, dalam perjalanan pemulihan, sering kali muncul tantangan yang tidak terduga, salah satunya adalah kekakuan atau sendi lutut yang bengkok (kekakuan lutut). Ini adalah masalah serius yang dapat menghambat penggunaan kaki palsu secara efektif dan bahkan menyebabkan komplikasi seperti nyeri dan luka.
Kebiasaan Sepele yang Ternyata Berbahaya Selama Masa Pemulihan
Periode tiga bulan pertama setelah amputasi adalah masa yang sangat rentan. Seringkali, tanpa panduan yang jelas mengenai perawatan di rumah, pasien secara alami mencari posisi yang nyaman. Salah satu pemicu utama kekakuan justru datang dari kebiasaan yang tampaknya sepele.
Terkadang pasien merasa nyaman ketika meletakkan bantal dibawah lutut pada bagian yang sudah di amputasi dalam waktu yang berbulan selama berada dirumah, sehingga kebiasaan ini justru menjadi pemicu terjadinya kekakuan pada lutut.
Selain kebiasaan tersebut, ada faktor risiko lain yang perlu Anda ketahui untuk dapat berdiskusi secara proaktif dengan tim medis Anda. Pasien dengan amputasi yang pendek (short stump), yaitu kurang dari 9 cm di bawah tempurung lutut (patela), memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekakuan. Mengetahui hal ini memberdayakan Anda untuk lebih waspada. Sebagai tindakan pencegahan, tenaga medis yang berpengalaman terkadang akan memasang spalak (penyangga) di bagian belakang lutut untuk menjaga posisinya tetap lurus selama masa pemulihan awal.
Batas Kritis 20 Derajat: Ambang Batas Nyeri dan Luka
Kekakuan lutut berdampak langsung pada cara Anda menggunakan kaki palsu. Semakin besar derajat kekakuan, semakin tinggi pula risiko timbulnya rasa nyeri dan luka pada ujung amputasi (stump). Ada angka spesifik yang menjadi ambang batas kritis: jika kekakuan melebihi 20 derajat, Anda akan kesulitan menapakkan kaki palsu dengan sempurna.
Konsekuensinya sangat jelas: saat berdiri dan berjalan, beban tubuh akan memberikan tekanan dan gesekan berlebih pada ujung amputasi. Kondisi ini tidak hanya memicu risiko luka yang serius tetapi juga sering kali disertai rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Teknisi Bukan Sekadar Pembuat, Tapi Mitra Rehabilitasi Anda
Pengalaman dan jam terbang seorang teknisi kaki palsu sangat penting, terutama dalam menangani kasus kekakuan lutut. Peran mereka lebih dari sekadar membuat prostesis; mereka adalah mitra dalam proses rehabilitasi Anda. Teknisi ahli akan membekali Anda dengan program latihan mandiri di rumah (home program) yang dirancang khusus untuk memberi Anda kendali atas pemulihan Anda sendiri.
Salah satu solusi konkret yang terbukti efektif adalah latihan bertahap dan rutin dengan bantuan 2 tongkat. Dengan bimbingan yang tepat, program seperti ini dapat mengurangi derajat kekakuan secara signifikan hanya dalam beberapa minggu, sekaligus meminimalkan risiko luka dan nyeri.
Kaki Palsu Perlu ‘Disetel Ulang’ Seiring Waktu
Penting untuk dipahami bahwa rancangan kaki palsu untuk pasien dengan riwayat kekakuan mungkin perlu diperbarui setelah beberapa tahun pemakaian. Ini bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bagian dari proses adaptasi tubuh Anda. Seiring dengan lamanya pemakaian kaki palsu dan latihan yang rutin, derajat kekakuan pada sendi lutut umumnya akan berangsur berkurang.
Ketika lutut menjadi lebih lurus, settingan kaki palsu yang lama tidak lagi ideal. Oleh karena itu, penyesuaian ulang (settingan ulang) diperlukan untuk menyesuaikan kembali sudut derajat kaki palsu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pola jalan yang lebih baik, lebih alami, dan lebih nyaman.
Mengatasi kekakuan lutut adalah perjalanan yang membutuhkan kesadaran, disiplin, dan bimbingan ahli. Empat poin utama yang perlu diingat adalah pentingnya menghindari kebiasaan buruk pasca-operasi karena kurangnya informasi, memahami ambang batas kritis kekakuan, memaksimalkan peran teknisi prostetik Anda, dan menyadari bahwa kaki palsu memerlukan penyesuaian jangka panjang.
Apakah Anda telah memaksimalkan peran ahli dalam perjalanan rehabilitasi Anda untuk memastikan setiap langkah ke depan adalah langkah yang nyaman dan aman?
Panduan Lengkap Memilih Kaki Palsu: Pahami Standar Kualitas, Kenyamanan, dan Harga
HARAPAN MEDIKA MAKASSAR – Pusat Pembuatan Kaki Palsu dan Tangan Palsu dengan Harga Terjangkau.
Harapan Medika Makassar menyediakan berbagai jenis kaki palsu dan tangan palsu yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Kami siap membantu Anda.
Memilih kaki palsu yang tepat adalah kebutuhan esensial bagi pasien amputasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Banyak yang beranggapan bahwa harga yang mahal berbanding lurus dengan kualitas dan kenyamanan. Pemahaman ini tidak sepenuhnya salah, namun harga seharusnya tidak menjadi satu-satunya tolok ukur ideal. Kemampuan fisik dan kebutuhan individu pasien jauh lebih penting.
Kualitas Bukan Berdasarkan Harga
Memang benar, produk kaki palsu yang mahal biasanya menawarkan material dan teknologi yang lebih canggih. Namun, seringkali pasien hanya mengandalkan harga tinggi sebagai penentu kenyamanan berjalan. Padahal, faktor utama yang menentukan kelancaran penggunaan kaki palsu adalah kemampuan fisik pasien itu sendiri.
Ini bisa diibaratkan seperti memiliki mobil mewah namun tidak mahir mengendarainya. Semua kelebihan mobil tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal. Sebaliknya, seorang pengemudi yang andal dapat menguasai mobil standar sekalipun dengan baik. Demikian pula dengan kaki palsu; kemampuan dan adaptasi pasien adalah kunci utama.
Peran Penting Konsultasi dengan Teknisi
Untuk mendapatkan kaki palsu yang ideal, sangat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan teknisi ahli. Seorang teknisi akan melakukan pemeriksaan dan penilaian (asesmen) terhadap kondisi fisik dan kemampuan pasien.
Berdasarkan asesmen tersebut, teknisi dapat memberikan rekomendasi yang paling sesuai. Pertimbangan utama dalam pemilihan kaki palsu meliputi:
- Analisa bahan idealย yang cocok dengan kondisi pasien.
- Jenis dan tipe kaki palsuย yang sesuai dengan tingkat aktivitas.
- Ketersediaan danaย atau daya beli pasien.
Prioritas Utama: Kekuatan, Kenyamanan, dan Daya Tahan
Pada akhirnya, standar kaki palsu yang baik adalah yang kuat, awet, dan nyaman digunakan. Tiga elemen ini menjadi prioritas utama bagi pengguna maupun teknisi. Dengan memilih kaki palsu yang tepat sesuai kebutuhan fisik dan anggaran, pasien dapat kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri dan optimal.
Pusat Informasi Lainnya
Untuk Layanan Pembuatanย Kaki Palsu Makassarย danย Tangan Palsu Makassar, serta alat bantu ortopedi lainnya, silakan kunjungi:
Alamat WorkShop: City Of Darul Istiqamah, Jalan Poros Makassar – Maros KM 25 | Telp: 085394849766
Pentingnya Deteksi Dini Sel Kanker Pasca Amputasi: Mencegah Penyebaran dan Memastikan Pemulihan Optimal
Ketika seseorang dihadapkan pada diagnosis kanker yang memerlukan amputasi, perhatian utama seringkali beralih ke proses pemulihan dan adaptasi terhadap kehidupan baru dengan kaki palsu. Namun, ada satu aspek krusial yang sering terabaikan, yaitu deteksi dini sel kanker yang mungkin masih tersisa setelah amputasi. Langkah ini sangat penting untuk mencegah penyebaran kanker lebih lanjut dan memastikan hasil terapi yang efektif.
Mengenali Gejala Awal Kanker: Sebuah Pengingat Penting
Sebelum membahas lebih jauh tentang deteksi dini pasca amputasi, ada baiknya kita mengingat kembali gejala umum kanker yang perlu diwaspadai. Pengenalan dini terhadap tanda-tanda ini dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi serius.
- Benjolan atau Pembengkakan: Munculnya benjolan yang tidak biasa atau pembengkakan yang tidak kunjung hilang pada bagian tubuh mana pun.
- Nyeri Persisten: Nyeri yang tidak kunjung hilang pada area tertentu, terutama jika bertambah parah seiring waktu.
- Perubahan Kulit: Munculnya ruam, luka yang sulit sembuh, perubahan warna kulit, atau tahi lalat yang berubah bentuk/ukuran.
- Penurunan Berat Badan Drastis: Kehilangan berat badan secara signifikan tanpa alasan yang jelas atau upaya diet.
- Kelelahan Ekstrem: Rasa lelah yang berlebihan dan tidak hilang setelah istirahat, yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.
- Batuk Berkepanjangan: Batuk yang tidak kunjung sembuh, terutama jika disertai dahak berdarah.
- Perubahan Kebiasaan Buang Air: Perubahan yang berkepanjangan pada kebiasaan buang air besar (sembelit, diare) atau buang air kecil (kesulitan, nyeri, frekuensi).
- Pendarahan Tidak Normal: Pendarahan dari vagina, anus, atau saluran kemih yang tidak wajar atau tanpa sebab jelas.
Berdasarkan pengalaman klinis, banyak pasien terlambat mendapatkan penanganan medis. Keterlambatan ini sayangnya meningkatkan risiko metastasis (penyebaran) sel kanker ke organ tubuh lainnya, membuat pengobatan menjadi lebih kompleks.
Amputasi Tungkai Bawah: Ketika Kanker Menyerang Ortopedi
Dalam bidang ortopedi, kasus kanker pada tungkai kaki seringkali berujung pada tindakan amputasi tungkai bawah. Keputusan ini diambil setelah diagnosis yang mengonfirmasi keberadaan sel kanker yang tidak dapat diatasi dengan metode lain.
Setelah tindakan amputasi, pasien akan menjalani serangkaian proses pemulihan dan program rehabilitasi yang meliputi latihan kapasitas fisik dan, yang tak kalah penting, pembuatan kaki palsu.
Peran Krusial Deteksi Sisa Sel Kanker Pasca Amputasi
Inilah poin krusialnya: seringkali fokus program akhir terapi diserahkan sepenuhnya kepada teknisi kaki palsu. Namun, sangat penting bagi seorang teknisi, atau siapa pun yang terlibat dalam perawatan pasien, untuk tidak serta merta melanjutkan pembuatan kaki palsu tanpa melakukan pemeriksaan ulang yang teliti. Pertanyaannya: Apakah masih ada sel kanker yang tersisa pasca amputasi?
Deteksi adanya sisa sel kanker ini sangat memengaruhi keberhasilan pasien dalam menggunakan kaki palsu. Jika sel kanker masih aktif dalam tubuh pasien, penggunaan kaki palsu dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka, bahkan memperburuk kondisi fisiknya secara keseluruhan. Hal ini dapat terjadi karena tubuh pasien masih berjuang melawan sisa sel kanker, dan tekanan atau iritasi dari kaki palsu bisa menjadi pemicu komplikasi.
Pentingnya MRI atau CT Scan: Menyingkap Sisa Sel Kanker
Untuk mengungkap ada tidaknya sel kanker yang masih tersisa dalam tubuh pasien, pemeriksaan MRI atau CT scan wajib dilakukan. Kedua pencitraan medis ini memiliki kemampuan untuk memberikan gambaran detail tentang kondisi jaringan lunak dan tulang, sehingga dapat mengidentifikasi keberadaan sel kanker yang mungkin tidak terlihat secara kasat mata.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif ada sisa sel kanker, sebagai teknisi kaki palsu atau profesional medis, kami sangat menyarankan untuk menunda pemakaian kaki palsu. Prioritas utama haruslah penanganan sel kanker yang tersisa tersebut. Ini mungkin melibatkan kemoterapi, radioterapi, atau tindakan medis lainnya yang direkomendasikan oleh tim onkologi.
Dengan memastikan tubuh pasien bersih dari sel kanker yang tersisa, kita tidak hanya meningkatkan peluang keberhasilan penggunaan kaki palsu, tetapi juga memberikan kesempatan terbaik bagi pasien untuk pulih sepenuhnya dan menjalani hidup yang lebih berkualitas.
Kaki Palsu dan Kekakuan Lutut: Cara Mudah Mengatasinya yang Tak Banyak Orang Tahu!
Amputasi bawah lutut sering kali memungkinkan proses adaptasi yang lebih cepat untuk menggunakan kaki palsu dibandingkan dengan amputasi atas lutut. Namun, meskipun demikian, ada beberapa kendala yang bisa menghambat proses tersebut, seperti kelemahan otot, rasa nyeri, dan luka yang belum sembuh. Salah satu tantangan utama yang sering dialami pasien amputasi bawah lutut adalah kekakuan pada sendi lutut, terutama ketika lutut diluruskan.
Kekakuan lutut ini sering kali terjadi pada pasien dengan stump pendek (short stump), yang memiliki panjang kurang dari 9 cm diukur dari tuberositas patella (bagian bawah patella). Pada kondisi ini, penggunakan kaki palsu bisa menjadi lebih menantang, karena keterbatasan gerakan pada sendi lutut dapat mengganggu pola jalan pasien.
Beberapa dokter ortopedi yang memahami kasus ini akan segera memberikan penanganan pasca operasi dengan memasangkan spalk pada bagian belakang sendi lutut, bertujuan untuk menjaga posisi lutut tetap lurus. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi kekakuan dan mempercepat proses pemulihan pasien.
Edukasi Pasien: Mengatasi Kekakuan Lutut dengan Kaki Palsu
Penting bagi pasien amputasi untuk memahami cara mengatasi kekakuan lutut setelah amputasi agar proses adaptasi penggunaan kaki palsu dapat berjalan dengan lebih baik. Edukasi tentang batas toleransi kekakuan yang bisa dimodifikasi untuk penggunaan kaki palsu sangat penting. Dalam kebanyakan kasus, kekakuan lutut dapat diterima dengan fleksibilitas maksimal 20 derajat untuk fleksi lututnya, yang memungkinkan pasien tetap menggunakan kaki palsu secara efektif.
Meskipun teknik stretching yang diajarkan oleh fisioterapis dapat membantu mengembalikan lutut ke posisi normal, penggunaan kaki palsu itu sendiri dapat menjadi cara yang sangat efektif dalam mengatasi kekakuan lutut. Dengan rutin memakai kaki palsu, otot-otot dan sendi lutut akan lebih terlatih dan fleksibilitas lutut dapat meningkat seiring waktu.
Risiko Luka pada Stump dan Rasa Nyeri
Salah satu risiko yang mungkin timbul akibat penggunaan kaki palsu pada lutut yang kaku adalah luka pada ujung amputasi (stump), disertai dengan rasa nyeri. Luka ini sering kali terjadi karena ketegangan yang berlebihan pada area stump, terutama jika proses adaptasi belum sempurna. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin seringnya penggunaan kaki palsu, pasien biasanya akan lebih terbiasa dan tubuh mereka akan beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Solusi untuk Mencegah Luka dan Mempercepat Adaptasi
Untuk meminimalkan risiko luka dan nyeri pada stump, banyak teknisi kaki palsu yang menyarankan penggunaan dua tongkat ketiak pada tahap awal proses adaptasi. Penggunaan tongkat ini berfungsi untuk mengurangi beban pada ujung amputasi dan membantu pasien merasa lebih nyaman saat berjalan dengan kaki palsu. Dengan bantuan tongkat, pasien dapat mengurangi tekanan langsung pada stump dan meminimalisir kemungkinan luka.
Kesimpulan
Meskipun kekakuan lutut pasca amputasi bawah lutut dapat menambah tantangan dalam penggunaan kaki palsu, edukasi pasien dan pemahaman yang baik mengenai adaptasi sangat penting untuk membantu pasien beradaptasi dengan kondisi ini. Penggunaan teknik stretching, pemasangan spalk, serta pemanfaatan kaki palsu dengan sabar dan konsisten akan sangat membantu dalam proses pemulihan dan adaptasi. Dengan demikian, meskipun terdapat tantangan awal, pasien dapat menjalani kehidupan normal kembali dengan kaki palsu mereka.
Apakah Memang Perlu Kaos Kaki untuk Lapisan Soket Kaki Palsu?
Kaki palsu adalah alat bantu yang digunakan untuk menggantikan fungsi kaki yang telah diamputasi. Oleh karena itu, kenyamanan pemakaian kaki palsu menjadi prioritas utama bagi teknisi dalam merancang setiap komponen kaki palsu.
Kenapa Anda Perlu Lapisan Kaos Kaki untuk Kaki Palsu
Secara umum, penggunaan lapisan kaos kaki pada kaki palsu sangat diperlukan, terutama pada jenis kaki palsu bawah lutut (transtibial prosthesis). Kaos kaki ini biasanya dipasang terlebih dahulu sebelum soket kaki palsu, dengan tujuan untuk melindungi bagian stump agar terasa lebih nyaman dan empuk saat menggunakan kaki palsu.
Setelah pemakaian kaki palsu selama lebih dari dua bulan, biasanya diperlukan tambahan lapisan kaos kaki untuk menjaga soket tetap pas dan nyaman saat dipasang pada stump. Hal ini terjadi karena bagian betis yang telah diamputasi mengalami penyusutan massa otot akibat tekanan beban tubuh yang diterima selama penggunaan kaki palsu.
Fenomena penyusutan massa otot ini adalah hal yang wajar dan hampir dialami oleh semua pasien yang menggunakan kaki palsu tipe bawah lutut. Oleh karena itu, lapisan kaos kaki ditambahkan sesuai dengan kebutuhan kenyamanan pasien. Terkadang, pasien menggunakan hingga 8 lapisan kaos kaki. Namun, jika pasien ingin mempertahankan agar tidak lebih dari 2-3 lapisan kaos kaki, teknisi kaki palsu biasanya menawarkan dua solusi sebagai opsi.
Fungsi Kaos Kaki pada Kaki Palsu Bawah Lutut
Solusi pertama adalah menambahkan lapisan spons pada bagian belakang soket. Ketebalan spons ini disesuaikan dengan kebutuhan pasien agar kaki palsu tetap nyaman dipakai. Solusi kedua adalah mengganti soket lembut dengan membuat soket baru, yang tentunya melibatkan prosedur casting pada stump yang telah mengalami penyusutan.
Apabila soket lembut diganti, soket keras pun harus diganti untuk menyesuaikan dengan cetakan soket lembut yang baru, agar seluruh sistem tetap nyaman dan efektif digunakan.
APA YANG PERLU ANDA KETAHUI SEBELUM MEMBUAT KAKI PALSU?
Amputasi bawah lutut merupakan jenis amputasi yang paling sering terjadi pada pasien dengan kehilangan tungkai bawah dibandingkan area lainnya. Sehigga pembuatan kaki palsu bawah lutut atau below knee prosthesis menjadi layanan yang paling umum dilakukan sebagai intervensi untuk membantu mobilitas pasien.
Namun, pembuatan kaki palsu jenis ini tidak bisa sembarangan. Ada beberapa faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti:
- Waktu amputasi,
- Kondisi luka,
- Kemampuan fisik pasien.
Jika pengukuran dan pembuatan kaki palsu tidak mempertimbangkan faktor-faktor ini, beberapa masalah sering muncul saat pemakaian, seperti:
- Luka yang tak kunjung sembuh, karena gesekan atau tekanan yang tidak sesuai,
- Rasa nyeri saat berdiri dan melangkah,
- Cara berjalan yang pincang, akibat distribusi beban tubuh yang tidak seimbang,
- Ketidaknyamanan setelah beberapa minggu pemakaian karena penyusutan massa otot betis, sehingga soket kaki palsu menjadi longgar.
Beberapa Tips yang Perlu Anda Lakukan Sebelum Mengukur Kaki Palsu Bawah Lutut:
- Pengukuran minimal dilakukan 3 bulan setelah amputasi, atau 4 bulan untuk kasus amputasi karena diabetes, untuk memastikan luka sudah sepenuhnya stabil.
- Pastikan ujung amputasi telah sembuh total, tanpa adanya luka terbuka, kemerahan, atau infeksi pada kulit.
- Sendi lutut harus tetap memiliki gerakan normal, agar kaki palsu dapat digunakan dengan nyaman.
- Balut area bawah betis menggunakan perban elastis secara teratur hingga waktu pengukuran tiba. Hal ini membantu mengurangi pembengkakan dan membentuk jaringan lunak di sekitar tungkai.
- Pastikan tungkai kaki yang sehat mampu berdiri tegak menggunakan alat bantu untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Pentingnya Konsultasi dan Pelayanan Profesional
Kaki palsu yang nyaman tidak hanya bergantung pada bahan atau desainnya, tetapi juga pada pengukuran dan penyesuaian yang tepat. Oleh karena itu, konsultasikan dengan tenaga medis atau teknisi prostetik yang berpengalaman untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Dengan mempersiapkan semua hal di atas, kaki palsu dapat membantu Anda bergerak lebih leluasa, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan aman.
INILAH KISAHKU SAAT KAKI YANG KUSAYANGI HARUS BERPISAH DARI TUBUH

Rasa takut, cemas, dan berbagai kekhawatiran ada dalam pikiranku saat akan melangkah menuju rumah sakit untuk menjalani proses amputasi kaki. Namun, diriku selalu mengedepankan sangkaan baik kepada Allah bahwa ini adalah ketetapan takdir terbaik yang Allah berikan untukku. Dan berharap semoga ini menjadi penghapus dosa atas segala kesalahan dan kekhilafan selama hidupku.
Dan kiranya Allah senantiasa memberikan kesabaran dan keteguhan menjalani sisa hidupku.
Setelah tiba di ruangan pemeriksaan, dokter bedah mulai melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh tentang status gizi, cek darah lengkap, serta fungsi organ tubuh, dan yang tak kalah penting adalah kesiapan jiwa menjelang masuk ke kamar operasi.
Setelah itu, dokter menyodorkan surat pernyataan kesiapan yang ditandatangani untuk menjalani tindakan operasi tersebut.
Saat perawat mulai mendorong brankar tidurku melewati lorong bisu menuju ruang operasi, sambil berdoa dan berzikir, tak pernah lepas dari bibir dan nafasku. Dan akhirnya, detik-detik menjelang operasi, dokter mulai menyuntikkan sesuatu, dan akhirnya aku pun terlelap tidur tanpa sadar tentang diriku.
Dalam proses operasi, dokter akan membuang jaringan dan tulang yang perlu rusak dan tetap mempertahankan jaringan yang masih sehat. Setelah itu, dokter bedah akan menghaluskan tepi tulang, memperbaiki pembuluh darah, serta ujung saraf sebelum menjahit dan menutup kembali area yang sudah diamputasi.
Dan Alhamdulillah, setelah menjalani proses amputasi, selanjutnya diantarkan kembali ke ruang perawatan intensif untuk menjalani proses pemulihan, terutama perawatan jaringan luka oleh dokter dan beberapa perawat yang senantiasa memantau perkembangan setiap hari.
Penggantian perban secara rutin serta pembalutan area amputasi menggunakan elastis perban menjadi prosedur tetap untuk perpindahan pelayanan ke bagian rehabilitasi.
Tim rehabilitasi, meliputi dokter rehab, fisioterapi, dan teknisi kaki palsu, tentu memiliki tugas selanjutnya guna memaksimalkan pelayanan yang berkelanjutan.
Latihan ambulasi di tempat tidur dan latihan berdiri serta berjalan dengan 2 tongkat, serta penguatan otot tungkai yang sehat, adalah program terapi guna mendukung kemampuan diriku dalam latihan dan memakai kaki palsu nantinya.
KENAPA SIH DOKTER VONIS SAYA UNTUK SEGERA AMPUTASI KAKI?
Amputasi kaki adalah suatu keputusan akhir oleh dokter bedah setelah melalui suatu pemeriksaan pada seorang pasien. Terkadang hal ini menimbulkan rasa syok dan sedih setelah mendengarkan saran dan anjuran tersebut, betapa tidak terbayang rasa malu dan hilangnya salah satu anggota kakinya yang selama ini menjadi bagian dalam aktivitas hidupnya.
Meski demikian, keputusan dokter tersebut memiliki kemaslahatan pada seseorang demi menghindari kondisi yang lebih buruk dan menyelamatkan jiwa pasien itu sendiri.
Berikut beberapa alasan dokter untuk melakukan amputasi:
- Gangren : Adanya kematian jaringan yang disebut gangren sehingga menyebabkan hilangnya fungsi dari jaringan tubuh tersebut yang bisa disebabkan oleh penyakit diabetes atau gangguan pembuluh darah perifer, ditandai dengan jaringan tubuh yang berwarna hitam.
- Tumur Ganas : Timbulnya tumor ganas pada daerah tungkai, yang biasanya terlihat sebagai pembesaran jaringan yang tidak normal yang disertai rasa nyeri.
- Cedera Serius : Cedera akibat kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja.
- Cacat Bawaan : Cacat sejak lahir yang menyebabkan kelainan bentuk dan fungsi pada anggota geraknya.
Setelah menjalani tindakan amputasi, selanjutnya dilakukan proses pemulihan dalam kurun 1-2 minggu di rumah sakit.
Program rehabilitasi pasca amputasi sangat dibutuhkan dan tentu ditangani oleh tim rehabilitasi atau fisioterapi untuk persiapan nantinya melakukan prosedur pembuatan kaki palsu.
Ketidakhadiran penanganan oleh fisioterapi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang teknisi kaki palsu dalam mempersiapkan proses pengukuran kaki palsu. Betapa tidak, terkadang pasien tiba-tiba datang untuk diukur padahal kondisi fisik belum memungkinkan karena kurangnya edukasi pasca amputasi.
Untuk program pasca amputasi, sebaiknya dilakukan pembalutan pada tungkai tubuh yang sudah diamputasi, baik amputasi di atas lutut maupun amputasi di bawah lutut.
Selanjutnya, latihan berdiri dan berjalan menggunakan 2 tongkat juga sangat dibutuhkan bimbingan dan arahan dari tim rehabilitasi.
Latihan penguatan otot oleh fisioterapi sangat berperan membantu memulihkan kondisi fisik untuk aktivitas fungsionalnya menjelang pengukuran kaki palsu.
Dan hal yang tidak kalah pentingnya pasca amputasi adalah perawatan luka secara rutin untuk mempercepat proses pemulihan dan kesembuhan luka yang ada, karena hal tersebut menjadi syarat wajib untuk memakai kaki palsu adalah sembuhnya luka secara sempurna.















