Beranda Topik Fisioterapi

Topik: Fisioterapi

Pasien Limfedema: Pembuatan Kaki Palsu untuk Penderita Penyakit Limfedema Kaki Gajah, Apa Bisa ?

menggunakan kaki palsu saat melakukan latihan rehabilitasi untuk mengatasi limfedema yang disebabkan oleh kaki gajah
Artikel ini membahas tentang penggunaan kaki palsu sebagai solusi bagi penderita limfedema, terutama pada kasus kaki gajah. Anda akan menemukan informasi tentang rehabilitasi, latihan, dan cara meningkatkan kualitas hidup melalui penggunaan kaki palsu.

Limfedema atau limfadenopati adalah kondisi pembengkakan pada tungkai atau lengan yang disebabkan oleh penyumbatan di dalam pembuluh limfatik. Pembengkakan ini dapat menyebabkan kesulitan dalam gerakan bagi penderitanya.

Cairan limfe merupakan bagian penting dari sistem limfatik, yang berperan dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi. Cairan ini mengalir melalui pembuluh limfatik untuk membasmi infeksi.

Kerusakan pada pembuluh limfatik menghambat aliran cairan limfe, menyebabkan pembengkakan pada area tertentu tubuh.

PENYEBAB PENYAKIT LIMFEDEMA :

Limfedema paling umum terjadi pada penderita kanker. Pertumbuhan sel kanker di sekitar pembuluh atau kelenjar limfatik dapat menyumbat saluran limfe, mengganggu aliran cairan.

Selain penyakitnya itu sendiri, pengobatan kanker seperti radioterapi atau operasi pengangkatan tumor juga bisa merusak pembuluh limfatik.

Limfedema juga dapat disebabkan oleh infeksi cacing filaria, yang sering kali terjadi pada penderita kaki gajah.

Dalam penanganan kasus amputasi kaki untuk pembuatan kaki palsu, kasus limfedema akibat kaki gajah merupakan tantangan tersendiri. Proses rehabilitasi untuk latihan berjalan dengan kaki palsu membutuhkan perhatian khusus.

Faktor fisik seperti obesitas dan perubahan ukuran lingkar paha, serta kelelahan selama latihan menjadi fokus utama dalam program rehabilitasi. Latihan dimulai dengan berdiri menggunakan alat bantu, kemudian langkah demi langkah hingga akhirnya dapat berjalan tanpa bantuan.

Pemantapan latihan di rumah melalui program latihan yang diberikan juga penting untuk meningkatkan kemampuan fisik dan fungsional penderita dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

INILAH KISAHKU SAAT KAKI YANG KUSAYANGI HARUS BERPISAH DARI TUBUH

Dalam ruang operasi, aku menyerahkan diri pada tangan-tangan ahli yang berusaha menjaga kesehatan dan menghapus rasa sakit. Dalam hati, aku percaya bahwa ini adalah bagian dari takdir terbaik yang Allah berikan untukku.

Rasa takut, cemas, dan berbagai kekhawatiran ada dalam pikiranku saat akan melangkah menuju rumah sakit untuk menjalani proses amputasi kaki. Namun, diriku selalu mengedepankan sangkaan baik kepada Allah bahwa ini adalah ketetapan takdir terbaik yang Allah berikan untukku. Dan berharap semoga ini menjadi penghapus dosa atas segala kesalahan dan kekhilafan selama hidupku.

Dan kiranya Allah senantiasa memberikan kesabaran dan keteguhan menjalani sisa hidupku.

Setelah tiba di ruangan pemeriksaan, dokter bedah mulai melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh tentang status gizi, cek darah lengkap, serta fungsi organ tubuh, dan yang tak kalah penting adalah kesiapan jiwa menjelang masuk ke kamar operasi.

Setelah itu, dokter menyodorkan surat pernyataan kesiapan yang ditandatangani untuk menjalani tindakan operasi tersebut.

Saat perawat mulai mendorong brankar tidurku melewati lorong bisu menuju ruang operasi, sambil berdoa dan berzikir, tak pernah lepas dari bibir dan nafasku. Dan akhirnya, detik-detik menjelang operasi, dokter mulai menyuntikkan sesuatu, dan akhirnya aku pun terlelap tidur tanpa sadar tentang diriku.

Dalam proses operasi, dokter akan membuang jaringan dan tulang yang perlu rusak dan tetap mempertahankan jaringan yang masih sehat. Setelah itu, dokter bedah akan menghaluskan tepi tulang, memperbaiki pembuluh darah, serta ujung saraf sebelum menjahit dan menutup kembali area yang sudah diamputasi.

Dan Alhamdulillah, setelah menjalani proses amputasi, selanjutnya diantarkan kembali ke ruang perawatan intensif untuk menjalani proses pemulihan, terutama perawatan jaringan luka oleh dokter dan beberapa perawat yang senantiasa memantau perkembangan setiap hari.

Penggantian perban secara rutin serta pembalutan area amputasi menggunakan elastis perban menjadi prosedur tetap untuk perpindahan pelayanan ke bagian rehabilitasi.

Tim rehabilitasi, meliputi dokter rehab, fisioterapi, dan teknisi kaki palsu, tentu memiliki tugas selanjutnya guna memaksimalkan pelayanan yang berkelanjutan.

Latihan ambulasi di tempat tidur dan latihan berdiri serta berjalan dengan 2 tongkat, serta penguatan otot tungkai yang sehat, adalah program terapi guna mendukung kemampuan diriku dalam latihan dan memakai kaki palsu nantinya.

KENAPA SIH DOKTER VONIS SAYA UNTUK SEGERA AMPUTASI KAKI?

Amputasi kaki adalah suatu keputusan akhir oleh dokter bedah setelah melalui suatu pemeriksaan pada seorang pasien. Terkadang hal ini menimbulkan rasa syok dan sedih setelah mendengarkan saran dan anjuran tersebut, betapa tidak terbayang rasa malu dan hilangnya salah satu anggota kakinya yang selama ini menjadi bagian dalam aktivitas hidupnya.

Meski demikian, keputusan dokter tersebut memiliki kemaslahatan pada seseorang demi menghindari kondisi yang lebih buruk dan menyelamatkan jiwa pasien itu sendiri.

Berikut beberapa alasan dokter untuk melakukan amputasi:

  1. Gangren : Adanya kematian jaringan yang disebut gangren sehingga menyebabkan hilangnya fungsi dari jaringan tubuh tersebut yang bisa disebabkan oleh penyakit diabetes atau gangguan pembuluh darah perifer, ditandai dengan jaringan tubuh yang berwarna hitam.
  2. Tumur Ganas : Timbulnya tumor ganas pada daerah tungkai, yang biasanya terlihat sebagai pembesaran jaringan yang tidak normal yang disertai rasa nyeri.
  3. Cedera Serius : Cedera akibat kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja.
  4. Cacat Bawaan : Cacat sejak lahir yang menyebabkan kelainan bentuk dan fungsi pada anggota geraknya.

Setelah menjalani tindakan amputasi, selanjutnya dilakukan proses pemulihan dalam kurun 1-2 minggu di rumah sakit.

Program rehabilitasi pasca amputasi sangat dibutuhkan dan tentu ditangani oleh tim rehabilitasi atau fisioterapi untuk persiapan nantinya melakukan prosedur pembuatan kaki palsu.

Ketidakhadiran penanganan oleh fisioterapi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang teknisi kaki palsu dalam mempersiapkan proses pengukuran kaki palsu. Betapa tidak, terkadang pasien tiba-tiba datang untuk diukur padahal kondisi fisik belum memungkinkan karena kurangnya edukasi pasca amputasi.

Untuk program pasca amputasi, sebaiknya dilakukan pembalutan pada tungkai tubuh yang sudah diamputasi, baik amputasi di atas lutut maupun amputasi di bawah lutut.

Selanjutnya, latihan berdiri dan berjalan menggunakan 2 tongkat juga sangat dibutuhkan bimbingan dan arahan dari tim rehabilitasi.

Latihan penguatan otot oleh fisioterapi sangat berperan membantu memulihkan kondisi fisik untuk aktivitas fungsionalnya menjelang pengukuran kaki palsu.

Dan hal yang tidak kalah pentingnya pasca amputasi adalah perawatan luka secara rutin untuk mempercepat proses pemulihan dan kesembuhan luka yang ada, karena hal tersebut menjadi syarat wajib untuk memakai kaki palsu adalah sembuhnya luka secara sempurna.

Sakit dan ngilu di persendian lutut saat memakai kaki palsu ? siapa takut !!!

Sakit dan ngilu di persendian lutut saat memakai kaki palsu
Sakit dan ngilu di persendian lutut saat memakai kaki palsu

Dari beberapa kasus pasien amputasi bawah lutut akibat penyakit diabetik saat awal memakai kaki palsu, pasien sering mengalami keluhan rasa ngilu dan sakit di dalam persendian lutut. Hal tersebut biasa disebabkan oleh istirahat yang lama serta adanya gangguan pada bagian tulang rawan dalam sendi lutut yang disebut chondro malacia patellae.

Keluhan ini kadang di alami beberapa hari dan dengan kondisi yang berbeda setiap pasien. Ada kalanya rasa ngilu dan nyeri itu hilang dalam waktu 1 Minggu sampai 1 bulan sejak memakai kaki palsu.

Latihan secara bertahap dan penggunaan tongkat di pastikan akan cukup membantu anda untuk beradaptasi pada latihan awal penggunaan kaki palsu

Dalam pemeriksaan medis dan pemeriksaan fisik, terkadang seorang fisioterapist dapat menegakkan diagnosis chondro Malacia patellae dengan melakukan pemeriksaan spesifik yaitu memposisikan pasien duduk di matras dengan lutut lurus.

Lalu fisioterapist meletakkan tangannya dibawah lutut pasien yang sakit dan tangan fisioterapist yang lain diletakkan diatas tempurung sambil memberi arahan kepada pasien untuk menekan tangan fisioterapis di bawah lututnya.

Apabila timbul rasa ngilu dan nyeri pada bagian dalam sendi lutut, maka sangat besar kemungkinan pasien mengalami gangguan pada tulang rawan (kartilago) sendi lutut yang disebut chondro malacia patellae. Dan bagi seorang teknisi kaki palsu perlu memberikan program latihan secara bertahap seperti yang telah diuraikan diatas serta edukasi kepada pasien tentang kondisi yang dialaminya.

KETAHUI MANFAAT BRACE UNTUK PASIEN SCOLIOSIS

KETAHUILAH MANFAAT BRACE UNTUK PASIEN SCOLIOSIS
KETAHUILAH MANFAAT BRACE UNTUK PASIEN SCOLIOSIS

Dalam pelayanan selama ini, Harapan medika makassar tidak hanya terfokus pada kaki palsu dan tangan palsu saja, tetapi tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan brace bagi pasien scoliosis tulang belakang.



Scoliosis tulang belakang ini adalah suatu kelainan pembengkokan ke arah samping tulang belakangnya yang ditandai dengan pemeriksaan inspeksi khusus serta hasil foto rontgen yang menunjukkan adanya kelainan tersebut.

Penanganan pasien scoliosis ini biasanya dilakukan secara tim oleh unit rehabilitasi medik dan unit ortopedi.

Tindakan latihan yang dilakukan oleh seorang fisioterapis dan penggunaan brace berupa boston brace atau MSO secara rutin serta tindakan operasi apabila telah mengalami pembengkokan sekitar 45 derajat keatas serta potensi gangguan paruparu dan jantung menjadi prosedur di rumah sakit.

Sekitar 90 persen pasien wanita dan usia pubertas mengalami gangguan scoliosis ini.
Fungsi dari brace ini adalah mencegah terjadi pembengkokan lebih lanjut kedepannya serta sebagai koreksi postur tulang belakang.

Mengingat kelainan ini adalah kelainan postur dari kebiasaan yang sudah bertahun tahun, maka penggunaan brace scoliosis ini wajib dipakai minimal 6 bulan, dan pemakaian 23 jam setiap hari serta tetap melakukan kontrol secara rutun guna memaksimalkan hasil penggunaan brace tersebut.