Beranda Topik Ende

Topik: Ende

KECACATAN FISIK BUKANLAH PENGHALANG MERAIH KESUKSESAN KERJA

KECACATAN FISIK BUKANLAH PENGHALANG MERAIH KESUKSESAN KERJA
KECACATAN FISIK BUKANLAH PENGHALANG MERAIH KESUKSESAN KERJA

Dalam dunia kerja saat ini, mencari peluang kerja tentu menjadi prioritas bagi semua orang dewasa untuk mendapatkan penghasilan dan kemapanan hidup di masa mendatang.

Berbagai upaya dan ikhtiar telah ditempuh dengan melengkapi diri dengan berbagai persyaratan kerja yang dibutuhkan. Mulai dari meraih jenjang pendidikan yang tinggi, penampilan diri yang menarik, serta dana besar yang terkadang dipersiapkan dan koneksi kerja yang luas, serta kerabat keluarga yang juga dapat membantu.

Bagi seorang disabilitas, seperti pasien yang sudah amputasi kaki maupun amputasi tangan, tentulah menjadi penilaian minus baginya untuk melamar pekerjaan. Akan tetapi, peluang kerja bukan berarti tertutup baginya. Berbagai peraturan dan kebijakan pemerintah telah memberikan harapan dengan membuka lowongan kerja baik pemerintah maupun swasta untuk mengalokasikan khusus atau memberikan prioritas khusus bagi penderita disabilitas tersebut.

Penyandang disabilitas mungkin memiliki keterbatasan dalam sesuatu. Namun, ini tidak menghalangi mereka untuk bisa sukses di dunia kerja. Sebab, nyatanya ada banyak pilihan pekerjaan yang cocok untuk orang dengan disabilitas.

Disabilitas adalah setiap kondisi tubuh atau pikiran yang membuat orang dengan kondisi ini lebih sulit untuk melakukan aktivitas tertentu dan berinteraksi.

Penyandang disabilitas di daerah wilayah Makassar dan sekitarnya telah diberikan kesempatan berupa kursus keterampilan di panti sosial guna menjadi bekal untuk mengembangkan diri dan potensi yang dimilikinya. Dan bagi mereka yang kehilangan tangan akan diberikan tangan palsu dan bagi yang kehilangan kaki mereka juga diberikan bantuan kaki palsu, baik kaki palsu atas lutut maupun kaki palsu bawah lutut. Dan bantuan tangan palsu dan kaki palsu ini, biasanya diberikan setelah menyelesaikan masa kursus di panti sosial tersebut.

Alhamdulillah, dari beberapa pasien yang kami layani dengan membuatkan tangan palsu maupun kaki palsu, baik di workshop maupun di rumah sakit, mereka banyak diterima bekerja di instansi pemerintah maupun swasta setelah memasukkan lamaran kerja dengan keadaan tetap memakai kaki palsu dan tangan palsu.

Olehnya itu, yakin dan minta dan berharap lah semata kepada Allah yang menentukan segala ketetapan hambanya di dunia ini. Rezki Allah itu maha luas kepada siapa yang dikehendakiya.

Mengenal Tipe Kaki Palsu Tepat Lutut (Knee Disarticulation Prosthesis) yang Nyaman dan Seimbang

Kaki Palsu Tepat Lutut Nyaman dan Seimbang
Kaki Palsu Tepat Lutut

Secara kasat tampilan, kaki palsu tepat lutut tampak hampir sama dengan kaki palsu atas lutut. Namun, bila dilihat dari segi fungsi mekanika geraknya saat berjalan, sangat jelas berbeda. Tumpuan untuk kaki palsu tepat lutut berada pada ujung amputasi, sedangkan pada kaki palsu atas lutut, tumpuan berat badan di tulang duduk (ischial seat).

Ukuran tinggi kaki palsu tepat lutut juga lebih pendek, yaitu sekitar 3 jari dari selangkangan saja.

Dari segi kenyamanan pemakaian, kaki palsu tepat lutut ini lebih nyaman pada saat melangkah berjalan serta keseimbangan dan koordinasi tubuh jauh lebih seimbang dibandingkan kaki palsu atas lutut pada umumnya. Bobot berat kaki palsunya terasa lebih ringan dan lebih mudah.

Kaki Palsu Tepat Lutut adalah kaki palsu untuk amputasi pada sendi lutut. Amputasi pada sendi lutut biasanya memiliki bentuk yang besar pada bagian ujung, sehingga Kaki Palsu Tepat Lutut yang dibuat harus menyesuaikan bentuk anatomi kaki tersebut. Kaki Palsu Tepat Lutut biasanya besar pada bagian ujung. Amputasi Tepat Lutut dapat memiliki karakteristik yang berbeda pada masing-masing pasien. Yaitu, End Bearing dan Non End Bearing.

Pada amputasi yang End Bearing, sisa amputasi (stump) mampu menumpu disaat berdiri, sehingga Kaki Palsu Tepat Lutut yang dibuat hanya setinggi separuh paha, dan tumpuan pada ujung stump.

Pada amputasi Tepat Lutut yang Non End Bearing, sisa amputasi (stump) tidak mampu menumpu disaat berdiri, sehingga Kaki Palsu Tepat Lutut yang dibuat setinggi panggul, dan tumpuan tidak pada ujung stump, melainkan dipindahkan pada ischeal seat (tulang duduk).

Knee Disarticulation (Kaki Palsu Tepat Lutut) ini terdapat 2 desain, yaitu Exoskeletal dan Endoskeletal. Kaki Palsu Tepat Lutut Endoskeletal adalah kaki palsu tepat lutut yang bagian tumpuannya pada bagian dalam kaki palsu.

Pasien Limfedema: Pembuatan Kaki Palsu untuk Penderita Penyakit Limfedema Kaki Gajah, Apa Bisa ?

menggunakan kaki palsu saat melakukan latihan rehabilitasi untuk mengatasi limfedema yang disebabkan oleh kaki gajah
Artikel ini membahas tentang penggunaan kaki palsu sebagai solusi bagi penderita limfedema, terutama pada kasus kaki gajah. Anda akan menemukan informasi tentang rehabilitasi, latihan, dan cara meningkatkan kualitas hidup melalui penggunaan kaki palsu.

Limfedema atau limfadenopati adalah kondisi pembengkakan pada tungkai atau lengan yang disebabkan oleh penyumbatan di dalam pembuluh limfatik. Pembengkakan ini dapat menyebabkan kesulitan dalam gerakan bagi penderitanya.

Cairan limfe merupakan bagian penting dari sistem limfatik, yang berperan dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi. Cairan ini mengalir melalui pembuluh limfatik untuk membasmi infeksi.

Kerusakan pada pembuluh limfatik menghambat aliran cairan limfe, menyebabkan pembengkakan pada area tertentu tubuh.

PENYEBAB PENYAKIT LIMFEDEMA :

Limfedema paling umum terjadi pada penderita kanker. Pertumbuhan sel kanker di sekitar pembuluh atau kelenjar limfatik dapat menyumbat saluran limfe, mengganggu aliran cairan.

Selain penyakitnya itu sendiri, pengobatan kanker seperti radioterapi atau operasi pengangkatan tumor juga bisa merusak pembuluh limfatik.

Limfedema juga dapat disebabkan oleh infeksi cacing filaria, yang sering kali terjadi pada penderita kaki gajah.

Dalam penanganan kasus amputasi kaki untuk pembuatan kaki palsu, kasus limfedema akibat kaki gajah merupakan tantangan tersendiri. Proses rehabilitasi untuk latihan berjalan dengan kaki palsu membutuhkan perhatian khusus.

Faktor fisik seperti obesitas dan perubahan ukuran lingkar paha, serta kelelahan selama latihan menjadi fokus utama dalam program rehabilitasi. Latihan dimulai dengan berdiri menggunakan alat bantu, kemudian langkah demi langkah hingga akhirnya dapat berjalan tanpa bantuan.

Pemantapan latihan di rumah melalui program latihan yang diberikan juga penting untuk meningkatkan kemampuan fisik dan fungsional penderita dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

INGIN MEMBUAT KAKI PALSU? SABAR DULU SAMPAI LUKA SEMBUH

Seorang teknisi kaki palsu sedang memberikan bimbingan kepada seorang pasien diabetes yang menggunakan kaki palsu baru. Pasien berdiri dengan kaki palsu sementara teknisi memberikan panduan tentang cara berjalan dengan hati-hati.
Pasien diabetes yang akan membuat kaki palsu harus bersabar dan memastikan luka amputasi sembuh sebelum membuat kaki palsu. Proses penyembuhan biasanya memakan waktu minimal 4 bulan, lebih lama dari amputasi lainnya.

Pola hidup masyarakat saat ini yang cenderung mengutamakan kesenangan instan dan gaya hidup yang semakin dimanjakan oleh perkembangan modern menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita diabetes.

Konsumsi makanan cepat saji dan kurangnya aktivitas fisik sangat berperan dalam memicu timbulnya penyakit diabetes.

Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 60 persen pasien yang memerlukan pembuatan kaki palsu dikarenakan oleh penyakit diabetes.

Layanan pembuatan kaki palsu bukan hanya sekadar pembuatan fisik kaki palsu itu sendiri, tetapi juga memerlukan bimbingan latihan berjalan menggunakan kaki palsu yang disediakan oleh teknisi kaki palsu.

Latihan berjalan dengan kaki palsu tentu memerlukan perhatian ekstra dan hati-hati, terutama mengingat pada kasus diabetes, luka pada ujung amputasi sering terjadi. Proses penyembuhan luka ini memerlukan waktu yang cukup lama.

Pada kasus amputasi akibat diabetes, pembuatan kaki palsu memerlukan waktu minimal sekitar 4 bulan setelah amputasi.

Dalam kasus amputasi dengan kondisi luka yang mudah teriritasi, teknisi kaki palsu biasanya menawarkan soket silikon sebagai solusi untuk mengurangi gesekan dan iritasi luka saat berdiri dan berjalan dengan menggunakan kaki palsu.

Oleh karena itu, perhatian utama bagi pasien diabetes yang telah menjalani amputasi adalah merawat bekas amputasi hingga benar-benar sembuh sebelum memutuskan untuk membuat kaki palsu. Jika kulit masih terlihat merah, mengkilap, bekas jahitan masih tipis, atau terdapat jaringan parut serta keluarnya cairan bening, itu adalah tanda bahwa proses penyembuhan bekas amputasi masih berlangsung, dan pembuatan kaki palsu sebaiknya ditunda. Membuat kaki palsu terlalu cepat dapat meningkatkan risiko luka yang lebih serius saat menggunakannya.

Waktu yang diperlukan untuk pembuatan kaki palsu akibat diabetes tentu lebih lama dibandingkan dengan amputasi akibat kecelakaan, tumor, atau penyebab lainnya. Dalam berbagai pengalaman pasien diabetes, proses penyembuhan luka biasanya memakan waktu minimal 4 bulan setelah amputasi, meskipun beberapa pasien mungkin memerlukan waktu lebih lama sesuai dengan lamanya proses penyembuhan pada ujung amputasi mereka.

Tahukah Anda tentang Kaki Palsu Tipe Syme?

Pembesaran soket kaki palsu: Ilustrasi bagian bawah soket kaki palsu Syme yang menjadi fokus estetika
Kaki palsu Syme: Kaki palsu tipe Syme yang memberikan fungsionalitas dan kenyamanan kepada pengguna

Kaki palsu umumnya dikenal dan banyak digunakan oleh pasien amputasi, seperti kaki palsu bawah lutut (transtibial prosthesis) dan kaki palsu atas lutut (transfemoral prosthesis).

Namun, terdapat satu jenis kaki palsu yang mungkin belum begitu familiar, yaitu kaki palsu tipe Syme, yang juga dikenal sebagai kaki palsu tepat mata kaki. Kaki palsu tipe Syme memiliki model dan titik tumpuan berat badan yang berbeda dengan kaki palsu bawah lutut.

Pada kaki palsu bawah lutut, titik tumpuan berat badan berada di sekitar tendon infrapatellaris atau tepat di bagian depan bawah patella (tempurung lutut). Sementara itu, pada kaki palsu tipe Syme, titik tumpuan berat badan berada di ujung dari luka amputasi.

Pemakaian kaki palsu tipe Syme seringkali menyebabkan keluhan seperti rasa kram, nyeri, dan ngilu pada titik tumpuan kaki palsu. Namun, seiring berjalannya waktu, keluhan nyeri dan kram ini cenderung mereda seiring dengan seringnya kaki palsu diberikan tumpuan secara optimal.

Salah satu faktor penyebab timbulnya rasa nyeri dan kram adalah pemakaian kaki palsu dalam waktu kurang dari 4 bulan, kadang-kadang juga terdapat riwayat luka yang belum sepenuhnya sembuh, serta keluhan yang dikenal sebagai phantom pain.

Dalam hal tampilan, kaki palsu tipe Syme mungkin tidak seideal kaki palsu bawah lutut dari segi kosmetik. Hal ini disebabkan oleh adanya pembesaran pada bagian bawah soket kaki palsu di daerah mata kaki, yang membuatnya terlihat kurang ideal seperti kaki palsu pada umumnya.

Meskipun begitu, dari segi fungsionalitas dan kenyamanan penggunaan, kaki palsu tipe Syme cenderung lebih unggul dibandingkan dengan kaki palsu bawah lutut (transtibial prosthesis).

KENAPA SIH DOKTER VONIS SAYA UNTUK SEGERA AMPUTASI KAKI?

Amputasi kaki adalah suatu keputusan akhir oleh dokter bedah setelah melalui suatu pemeriksaan pada seorang pasien. Terkadang hal ini menimbulkan rasa syok dan sedih setelah mendengarkan saran dan anjuran tersebut, betapa tidak terbayang rasa malu dan hilangnya salah satu anggota kakinya yang selama ini menjadi bagian dalam aktivitas hidupnya.

Meski demikian, keputusan dokter tersebut memiliki kemaslahatan pada seseorang demi menghindari kondisi yang lebih buruk dan menyelamatkan jiwa pasien itu sendiri.

Berikut beberapa alasan dokter untuk melakukan amputasi:

  1. Gangren : Adanya kematian jaringan yang disebut gangren sehingga menyebabkan hilangnya fungsi dari jaringan tubuh tersebut yang bisa disebabkan oleh penyakit diabetes atau gangguan pembuluh darah perifer, ditandai dengan jaringan tubuh yang berwarna hitam.
  2. Tumur Ganas : Timbulnya tumor ganas pada daerah tungkai, yang biasanya terlihat sebagai pembesaran jaringan yang tidak normal yang disertai rasa nyeri.
  3. Cedera Serius : Cedera akibat kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja.
  4. Cacat Bawaan : Cacat sejak lahir yang menyebabkan kelainan bentuk dan fungsi pada anggota geraknya.

Setelah menjalani tindakan amputasi, selanjutnya dilakukan proses pemulihan dalam kurun 1-2 minggu di rumah sakit.

Program rehabilitasi pasca amputasi sangat dibutuhkan dan tentu ditangani oleh tim rehabilitasi atau fisioterapi untuk persiapan nantinya melakukan prosedur pembuatan kaki palsu.

Ketidakhadiran penanganan oleh fisioterapi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang teknisi kaki palsu dalam mempersiapkan proses pengukuran kaki palsu. Betapa tidak, terkadang pasien tiba-tiba datang untuk diukur padahal kondisi fisik belum memungkinkan karena kurangnya edukasi pasca amputasi.

Untuk program pasca amputasi, sebaiknya dilakukan pembalutan pada tungkai tubuh yang sudah diamputasi, baik amputasi di atas lutut maupun amputasi di bawah lutut.

Selanjutnya, latihan berdiri dan berjalan menggunakan 2 tongkat juga sangat dibutuhkan bimbingan dan arahan dari tim rehabilitasi.

Latihan penguatan otot oleh fisioterapi sangat berperan membantu memulihkan kondisi fisik untuk aktivitas fungsionalnya menjelang pengukuran kaki palsu.

Dan hal yang tidak kalah pentingnya pasca amputasi adalah perawatan luka secara rutin untuk mempercepat proses pemulihan dan kesembuhan luka yang ada, karena hal tersebut menjadi syarat wajib untuk memakai kaki palsu adalah sembuhnya luka secara sempurna.

BENARKAH ROKOK MEMBUNUHMU? INILAH KISAH PASIEN AMPUTASI

Buerger disease ini terjadi akibat pembuluh darah perifer yang mengalami sumbatan ke bagian ujung tungkai kaki sehingga nutrisi makanan dan oksigen sangat tidak mencukupi kebutuhannya yang tentu berakibat resiko kematian jaringan tubuh
Pasien amputasi akibat kebiasaan menghabiskan rokok sekitar 3 bungkus sehari.

Dalam perjalanan pulang ke kampung, saya mampir untuk shalat subuh disuatu masjid. Tiba-tiba pandangan saya tertuju pada seorang yang datang berjalan ke masjid dengan mengesok sampai pada shaf barisan jamaah, ternyata beliau adalah salah satu jamaah masjid tetap yang kondisi selalu datang seperti itu yang mengalami penyakit yang berakibat salah satu kaki bagian betisnya telah di amputasi.

Setelah selesai shalat akupun menghampiri dan menyapanya, ternyata beliau sudah mengalaminya selama sekitar 1 tahun.

Dari pembicaraan yang cukup intens, ternyata beliau amputasi akibat kebiasaan menghabiskan rokok sekitar 3 bungkus sehari. Penyakit ini disebut buerger disease. Buerger disease ini terjadi akibat pembuluh darah perifer yang mengalami sumbatan ke bagian ujung tungkai kaki sehingga nutrisi makanan dan oksigen sangat tidak mencukupi kebutuhannya yang tentu berakibat resiko kematian jaringan tubuh. Hal ini ditandai dengan perubahan tekstur kulit dan otot. Kulit yang mulai menghitam dan dan timbulnya luka serta rasa nyeri pada area kaki.

Kondisi seperti ini, biasa dokter menyarankan untuk segera dilakukan amputasi guna menghindari penyebaran kuman ke jaringan sekitarnya yang masih sehat.

Terkadang penyebab amputasi akibat kebiasaan merokok ini sangat sulit dipahami dan di cerna oleh pasien. Terkadang pasien membandingkan dirinya dengan orang yang mempunyai kebiasaan merokok yang sama dengan dirinya yang terlihat tanpa keluhan yang berarti. Beliau tidak menyadari bahwa daya tahan tubuh setiap orang itu berbeda.

Alhamdulillah setelah melakukan pendekatan dan edukasi, beliau melakukan perubahan yang signifikan dengan tidak lagi menyentuh rokok dalam sehari.

Beberapa hari kemudian mulai dilakukan proses pembuatan kaki palsu dan latihan berjalan (gait training). Dan setelah melalui proses tahapan berjalan tersebut, pasien tersebut telah kembali beraktifitas secara normal dalam kehidupan.

Berapa derajat sih kekakuan lutut yang bisa ditolerir untuk membuat kaki palsu?

Berapa derajat sih kekakuan lutut yang bisa ditolerir untuk membuat kaki palsu
Berapa derajat sih kekakuan lutut yang bisa ditolerir untuk membuat kaki palsu

Kekakuan sendi pada pasien amputasi bawah lutut adalah masalah tersendiri dalam merancang kaki palsu guna mendapatkan pola jalan yang ideal serta menghindari luka pada ujung amputasi. Semakin besar kekakuan pada sendi lutut, maka semakin berisiko timbul rasa nyeri dan luka pada ujung amputasi.

Salah satu faktor penyebab risiko kekakuan pada amputasi bawah lutut adalah model amputasi yang pendek (short stump), yaitu kurang dari 9 cm dari bawah tempurung lutut (patella). Terkadang, bagi tenaga medis yang berpengalaman, pemasangan spalk atau bidai posisi lurus dilakukan pada bagian belakang lutut pasca amputasi.

Kurangnya informasi dan edukasi dari tenaga medis tentang perawatan pasca amputasi juga menjadi faktor timbulnya kekakuan lutut. Terkadang, pasien merasa nyaman ketika meletakkan bantal di bawah lutut pada bagian yang sudah diamputasi dalam waktu berbulan-bulan saat berada di rumah, sehingga kebiasaan ini justru menjadi pemicu terjadinya kekakuan pada lutut.

Apabila kekakuan lutut melebihi 20 derajat, maka saat memakai kaki palsu akan kesulitan menapakkan kaki palsu secara sempurna, sehingga dapat memicu risiko luka pada bagian ujung amputasi akibat beban tubuh saat berdiri dan berjalan yang memberikan tekanan dan gesekan. Terkadang, rasa nyeri juga menjadi keluhan pada pasien tersebut.

Dalam pengalaman beberapa pasien, latihan bertahap dengan bantuan 2 tongkat sangat bermanfaat dalam mengurangi risiko luka dan nyeri pada kekakuan lutut. Memberikan latihan bertahap dan rutin seperti ini selama beberapa minggu akan mempermudah dan mengurangi derajat kekakuan secara signifikan.

Oleh karena itu, pengalaman dan jam terbang seorang teknisi kaki palsu sangat penting dalam menangani kasus seperti ini.

Program yang dilakukan di rumah dan edukasi kepada pasien setelah pulang sangat dibutuhkan guna tetap memantau perkembangan latihan selama di rumah.

Sebagai catatan penting, rancangan kaki palsu untuk pasien yang mengalami kekakuan sendi lutut pasca amputasi dalam beberapa tahun mungkin perlu diperbaharui kembali setingan kaki palsunya guna mendapatkan pola jalan yang lebih baik.