Beranda Topik Elastis perban

Topik: Elastis perban

Panduan Lengkap Memilih Kaki Palsu: Pahami Standar Kualitas, Kenyamanan, dan Harga

Layanan Pembuatan Kaki Palsu Terbaik di Indonesia Timur
Layanan Pembuatan Kaki Palsu Terbaik di Indonesia Timur

HARAPAN MEDIKA MAKASSAR – Pusat Pembuatan Kaki Palsu dan Tangan Palsu dengan Harga Terjangkau.

Harapan Medika Makassar menyediakan berbagai jenis kaki palsu dan tangan palsu yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Kami siap membantu Anda.

Memilih kaki palsu yang tepat adalah kebutuhan esensial bagi pasien amputasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Banyak yang beranggapan bahwa harga yang mahal berbanding lurus dengan kualitas dan kenyamanan. Pemahaman ini tidak sepenuhnya salah, namun harga seharusnya tidak menjadi satu-satunya tolok ukur ideal. Kemampuan fisik dan kebutuhan individu pasien jauh lebih penting.


Kualitas Bukan Berdasarkan Harga

Memang benar, produk kaki palsu yang mahal biasanya menawarkan material dan teknologi yang lebih canggih. Namun, seringkali pasien hanya mengandalkan harga tinggi sebagai penentu kenyamanan berjalan. Padahal, faktor utama yang menentukan kelancaran penggunaan kaki palsu adalah kemampuan fisik pasien itu sendiri.

Ini bisa diibaratkan seperti memiliki mobil mewah namun tidak mahir mengendarainya. Semua kelebihan mobil tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal. Sebaliknya, seorang pengemudi yang andal dapat menguasai mobil standar sekalipun dengan baik. Demikian pula dengan kaki palsu; kemampuan dan adaptasi pasien adalah kunci utama.


Peran Penting Konsultasi dengan Teknisi

Untuk mendapatkan kaki palsu yang ideal, sangat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan teknisi ahli. Seorang teknisi akan melakukan pemeriksaan dan penilaian (asesmen) terhadap kondisi fisik dan kemampuan pasien.

Berdasarkan asesmen tersebut, teknisi dapat memberikan rekomendasi yang paling sesuai. Pertimbangan utama dalam pemilihan kaki palsu meliputi:

  • Analisa bahan ideal yang cocok dengan kondisi pasien.
  • Jenis dan tipe kaki palsu yang sesuai dengan tingkat aktivitas.
  • Ketersediaan dana atau daya beli pasien.

Prioritas Utama: Kekuatan, Kenyamanan, dan Daya Tahan

Pada akhirnya, standar kaki palsu yang baik adalah yang kuat, awet, dan nyaman digunakan. Tiga elemen ini menjadi prioritas utama bagi pengguna maupun teknisi. Dengan memilih kaki palsu yang tepat sesuai kebutuhan fisik dan anggaran, pasien dapat kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri dan optimal.


Pusat Informasi Lainnya

Untuk Layanan Pembuatan Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar, serta alat bantu ortopedi lainnya, silakan kunjungi:

Alamat WorkShop: City Of Darul Istiqamah, Jalan Poros Makassar – Maros KM 25 | Telp: 085394849766

APA MEMANG PERLU DIBALUT BAGIAN AMPUTASI SEBELUM MEMBUAT KAKI PALSU❔

Proses Pembalutan Elastis Perban Sebelum Membuat Kaki Palsu: Pentingnya Langkah Ini untuk Kenyamanan Pasien
Optimalkan Kenyamanan Kaki Palsu: Strategi Pembalutan Elastis Perban Sebelum Proses Pembuatan. Temukan Pentingnya Edukasi dan Perhatian Khusus dari Tenaga Medis!

Prosedur pelayanan sebelum membuat kaki palsu sebaiknya mendapatkan perhatian khusus, pemahaman, dan edukasi yang benar mengenai hal-hal yang dibutuhkan dan dipersiapkan bagi pasien yang akan membuat kaki palsu.

Diantara hal yang paling mendasar adalah melakukan pembalutan menggunakan elastis perban. Untuk amputasi bawah lutut, yang dibalut adalah area betis yang sudah diamputasi sampai bagian persendian lutut, sedangkan untuk amputasi atas lutut, yang dibalut adalah area paha sampai selangkangan.

Proses pembalutan dengan elastis perban sebaiknya dilakukan agak ketat dan kencang sesuai toleransi pasien. Pembalutan yang dilakukan terkadang awalnya menimbulkan rasa tidak nyaman berupa nyeri dan kram. Jika hal tersebut terjadi, pembalutan sebaiknya dilepas sekitar 10 sampai 15 menit, lalu dibalut kembali.

Manfaat dari pembalutan elastis perban ini adalah menjadikan soket kaki palsu yang dibuat benar-benar akurat dan nyaman saat pemakaian. Sebaliknya, jika tidak didahului pembalutan sebelumnya, soket kaki palsu dapat menjadi longgar dalam beberapa minggu atau bulan, menyebabkan ketidaknyamanan saat memakai kaki palsu.

Oleh karena itu, tenaga medis yang terlibat dalam proses awal amputasi, baik dokter maupun tenaga paramedis, perlu memberikan edukasi tentang pentingnya langkah ini. Setidaknya, teknisi kaki palsu sebelum melakukan pengukuran juga perlu memberikan andil besar dalam masalah ini.

KAPAN WAKTU YANG IDEAL UNTUK MEMBUAT KAKI PALSU?

Konsultasi dengan dokter atau teknisi kaki palsu
Konsultasi dengan dokter atau teknisi kaki palsu

Latihan fisik, terutama latihan berdiri maupun berjalan menggunakan alat bantu, sebelum pengukuran kaki palsu juga sangat mendukung kesiapan dan kemampuan pasien dalam mempersiapkan diri untuk berlatih memakai kaki palsu.

Ketika seseorang hendak melakukan pengukuran kaki palsu, baik amputasi bawah lutut atau amputasi atas lutut, hendaknya tetap menunggu waktu minimal 3 bulan pasca amputasi, dan terkhusus untuk pasien amputasi akibat diabetes, sebaiknya minimal 4 bulan pasca amputasi. Penentuan waktu pengukuran kaki palsu tentu berdasarkan pertimbangan prediksi proses penyembuhan luka bekas amputasinya.

Namun demikian, penetapan waktu minimal tersebut bukan menjadi faktor mutlak kelayakan untuk memulai pengukuran dan pembuatan kaki palsu. Beberapa faktor pelengkap juga harus terpenuhi dalam kriteria pembuatan kaki palsu. Kondisi ujung stump bekas amputasi harus benar-benar sembuh, tidak ada kemerahan pada kulit, dan perlu dilakukan pembalutan menggunakan elastis perban beberapa hari menjelang pengukuran kaki palsu. Pengukuran kaki palsu tanpa didahului pembalutan pada area paha atau betis biasanya akan mengalami penyusutan lingkaran paha atau betis setelah memakai kaki palsu, terutama pada pasien yang gemuk, sehingga soket kaki palsu akan longgar dan menjadikan pola jalan dan kenyamanan kaki palsu tidak sama saat awal penggunaan kaki palsu.

Olehnya itu, sebelum melakukan pengukuran, hendaknya berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter yang terkait atau teknisi kaki palsu itu sendiri tentang hal-hal yang perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk membuat kaki palsu.

Ternyata Harapan Itu Masih Ada ! Transformasi Seorang Pasien Cacat Lahir Menjadi Pengguna Kaki Palsu yang Mandiri

Proses Pembuatan Kaki Palsu
Konsultasi Harga Kaki Palsu

Dalam suatu kesempatan, saya bertemu seorang pasien dengan kelainan cacat lahir pada kaki dan berharap utk mampu berjalan tanpa bantuan tongkat seperti orang normal pada umumnya. Beliau rujukan pasien dari kota muna sulawesi tenggara ke salah satu rumah sakit ternama di Makassar.

Setelah melalui pemeriksaan di poli ortopedi, akhirnya di putuskan untuk dilakukan amputasi bagian yang mengalami kecacatan di bagian betis. Dalam proses pemulihan pasca amputasi, maka selanjutnya ditangani di bagian perawatan luka dan bagian rehabilitasi medik.

Program terapi penguatan otot dilakukan secara rutin serta edukasi persiapan yang perlu dilakukan sebagai home program sebelum pengukuran kaki palsu selama 3 bulan. Pembalutan memakai elastis perban pada betis menjadi prioritas utama bagi teknisi kaki palsu dalam rentan 3 bulan pertama pasca amputasi.

Alhamdulillah memasuki masa 3 bulan pertama dilakukan pengukuran dan casting kaki palsu, Ini di Lakukan setelah lukanya sudah dalam tahap penyembuhan permanen.

Dan hal yang menarik bagi kami selaku teknisi kaki palsu adalah keunikan dalam memberikan program latihan berjalan (gait training) yang tentu tidak sama dengan penyebab amputasi yg lain,yang mana pasien yang lain sudah mengetahui secara refleks tentang cara berjalan yang benar. Akan tetapi untuk pasien yang cacat lahir tentu belum pernah merasakan pola jalan normal seperti yang lainnya.

Dengan tekad dan semangat tinggi dan berharap kemudahan dari Allah, Alhamdulillah dalam sekitar 3 kali pertemuan latihan, akhirnya beliau mampu menyelesaikan tahap latihan dengan sangat memuaskan dan mampu berjalan dengan penguasaan kaki palsu tanpa menggunakan tongkat.

Dan tiada harapan kami selaku teknisi kaki palsu kecuali berharap semoga menjadi amal saleh dan pahala di sisi Allah dan berharap agar kaki palsu tersebut dapat digunakan di jalan yang diridhai Allah tabaraka wata,ala. Amin…🤲🤲🤲

KOK BISA YACH SOKET KAKI PALSU MENJADI LONGGAR?

Pemakaian kaki palsu dalam kurun waktu 1-6 bulan untuk tipe amputasi bawah lutut (betis) setelah pemakaian kaki palsu akan mengalami penyusutan massa otot pada daerah betis yang sudah di amputasi. Dan hal ini adalah sesuatu yang normal bagi pengguna kaki palsu bawah lutut.

Biasanya keluhan inilah yang paling sering disampaikan oleh pasien kepada teknisi kaki palsu. Yang sebelumnya awal pemakaian biasa hanya memakai satu kaos kaki palsu,namun beberapa bulan kemudian bertambah kadang sampai 6 lapis kaos kaki saja.

Olehnya itu biasa ada beberapa solusi yang ditawarkan oleh teknisi kaki palsu mengatasi kasus yang seperti ini. Diantaranya adalah melapisi soft soket bagian dalam dengan tambahan lapisan spon agar lebih sempit. Atau pilihan lain adalah mengganti soket yang baru setelah pemakaian sekitar 6 bulan.

Dari beberapa pengalaman yang ada, biasanya penggantian soft soket yang kedua adalah ukura yang sudah permanen untuk mendapatkan ukuran soket yang nyaman dan ideal.

Latihan berjalan yang lama bagi orang normal maka akan menambah massa otot betis sedangkan untuk pasien amputasi bawah lutut justru sebaliknya,yang mana massa otot betisnya apabila terus di gunakan berjalan dengan memakai kaki palsu,justru lebih mengecil Karena otot betis tersebut sudah tidak berfungsi lagi seperti kaki normal. Yang mana ujung tendon ototnya betisnya tersebut sudah tida ada lagi

Untuk itu pentingnya pemberian edukasi bagi setiap pasien pasca amputasi untuk melakukan pembalutan menggunakan elatis perban pada area yang sudah di amputasi sampai tiba waktu pengukuran kaki palsunya, agar lingkaran betisnya menyusut sampai batas maksimal sehingga kedepannya saat pembuatan soketnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Dan catatan tambahan,bahwa teknik pembalutan menggunakan elatis perban dilakukan agak pres dan kencang sesuai toleransi kenyamanan pasien. Dan saat dilepas elastis perbannya,sebaik 10 sampai 15 menit saja lalu di balut kembali.

INILAH KISAHKU SAAT KAKI YANG KUSAYANGI HARUS BERPISAH DARI TUBUH

Dalam ruang operasi, aku menyerahkan diri pada tangan-tangan ahli yang berusaha menjaga kesehatan dan menghapus rasa sakit. Dalam hati, aku percaya bahwa ini adalah bagian dari takdir terbaik yang Allah berikan untukku.

Rasa takut, cemas, dan berbagai kekhawatiran ada dalam pikiranku saat akan melangkah menuju rumah sakit untuk menjalani proses amputasi kaki. Namun, diriku selalu mengedepankan sangkaan baik kepada Allah bahwa ini adalah ketetapan takdir terbaik yang Allah berikan untukku. Dan berharap semoga ini menjadi penghapus dosa atas segala kesalahan dan kekhilafan selama hidupku.

Dan kiranya Allah senantiasa memberikan kesabaran dan keteguhan menjalani sisa hidupku.

Setelah tiba di ruangan pemeriksaan, dokter bedah mulai melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh tentang status gizi, cek darah lengkap, serta fungsi organ tubuh, dan yang tak kalah penting adalah kesiapan jiwa menjelang masuk ke kamar operasi.

Setelah itu, dokter menyodorkan surat pernyataan kesiapan yang ditandatangani untuk menjalani tindakan operasi tersebut.

Saat perawat mulai mendorong brankar tidurku melewati lorong bisu menuju ruang operasi, sambil berdoa dan berzikir, tak pernah lepas dari bibir dan nafasku. Dan akhirnya, detik-detik menjelang operasi, dokter mulai menyuntikkan sesuatu, dan akhirnya aku pun terlelap tidur tanpa sadar tentang diriku.

Dalam proses operasi, dokter akan membuang jaringan dan tulang yang perlu rusak dan tetap mempertahankan jaringan yang masih sehat. Setelah itu, dokter bedah akan menghaluskan tepi tulang, memperbaiki pembuluh darah, serta ujung saraf sebelum menjahit dan menutup kembali area yang sudah diamputasi.

Dan Alhamdulillah, setelah menjalani proses amputasi, selanjutnya diantarkan kembali ke ruang perawatan intensif untuk menjalani proses pemulihan, terutama perawatan jaringan luka oleh dokter dan beberapa perawat yang senantiasa memantau perkembangan setiap hari.

Penggantian perban secara rutin serta pembalutan area amputasi menggunakan elastis perban menjadi prosedur tetap untuk perpindahan pelayanan ke bagian rehabilitasi.

Tim rehabilitasi, meliputi dokter rehab, fisioterapi, dan teknisi kaki palsu, tentu memiliki tugas selanjutnya guna memaksimalkan pelayanan yang berkelanjutan.

Latihan ambulasi di tempat tidur dan latihan berdiri serta berjalan dengan 2 tongkat, serta penguatan otot tungkai yang sehat, adalah program terapi guna mendukung kemampuan diriku dalam latihan dan memakai kaki palsu nantinya.

ALUR PELAYANAN PEMBUATAN KAKI PALSU ATAS LUTUT

Kaki Palsu Kualitas Terbaik
Kaki Palsu Kualitas Terbaik

Bagian amputasi anggota tubuh bagian paha biasa juga disebut amputasi transfemoral. Dalam preferensi bedah dapat sangat bervariasi dari orang ke orang terkait waktu yang tepat untuk tipe amputasi di atas lutut.

Untuk memulai proses pemasangan kaki palsunya, membutuhkan beberapa minggu atau bulan setelah operasi. Saat anda memulai proses rehabilitasi, anda akan bekerja dengan teknisi yang terlatih dalam desain, fabrikasi, dan pemasangan kaki palsu.

Penting untuk menyampaikan kepada teknisi pembuat kaki palsu tentang harapan dan kekhawatiran anda sehingga dia dapat memenuhi kebutuhan spesifik Anda. Teknisi kaki palsu akan bekerja sama dengan dokter dan tim rehabilitasi yang lain guna memantau kesehatan anda dan membantu memastikan bahwa anda memenuhi syarat yang anda harapkan untuk memakai kaki palsu atas lutut.

Pada pertemuan pertama, teknisi akan melakukan konsultasi, mengevaluasi kekuatan dan mobilitas anda, dan menanyakan aktivitas harian anda. Dia akan mendengarkan tujuan anda dan kemudian menerapkan keahlian klinis mereka untuk merancang prostesis (kaki palsu) yang tepat, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik anda.

Perawatan Anggota tubuh pasca operasi

Pada bagian yang sudah di amputasi itu memungkinkan mengalami pembengkakan. Anda akan membutuhkan elastis perban untuk membantu membentuk sisa anggota tubuh Anda dan memastikan teknisi kaki palsu pada minggu-minggu mendatang.

Ketika sisa bekas amputasi anda sudah cukup sembuh, maka akan dilakukan pengukuran dan selanjutnya akan dipasangkan kaki palsu.

Dan apabila sudah nyaman, maka anda dapat membawa pulang ke rumah. Pembuat kaki palsu anda akan mengajari cara memakai dan merawat kaki palsu dan serta home program yang dibutuhkan.

Untuk perawatan lanjutan beberapa bulan kedepan, tentu ukurannya akan berubah, olehnya itu pembuat kaki palsu anda akan terus melakukan penyesuaian pada kaki palsu anda. Ini mungkin termasuk penggantian soket secara berkala atau penggantian komponen yang dibutuhkan dalam meningkatkan aktivitas anda.

Penting untuk menindak lanjuti dengan pembuat kaki palsu anda setidaknya setiap enam bulan untuk mengatasi masalah apa pun, terutama karena ukuran sisa anggota tubuh anda berubah ataupun rasa nyaman serta pola jalan selama anda menggunakan kaki palsu.

KAKI TERASA GATAL, KRAM ATAU SAKIT PADAHAL SUDAH DI AMPUTASI? INI PENJELASANNYA!

Luka Setelah Amputasi
mengurangi dan menghilangkan keluhan dan rasa gatal, kram dan nyeri

Hampir merata pasien yang sudah di amputasi, baik amputasi bawah lutut maupun amputasi atas lutut datang dengan keluhan yang sama saat dilakukan pengukuran kaki palsu. Keluhan itu tentulah hal yang wajar dan normal saja, dan akan berangsur hilang saat menggunakan kaki palsunya, keluhan ini biasa disebut phantom pain.

Bagi seorang teknisi kaki palsu perlu memberikan edukasi kepada pasien untuk melakukan pembalutan dengan menggunakan elastis perban sebelum melakukan pengukuran castingan pada bagian yang telah di amputasi.

Hal ini sangat membantu untuk mengurangi dan menghilangkan keluhan dan rasa gatal, kram dan nyeri yang dirasakan oleh pasien. Dan bukan hanya itu saja, pembalutan itu juga sangat penting untuk mendapatkan hasil pengukuran yang optimal agar ukuran kaki palsu lebih ideal.

Dampak yang biasa timbul selama keluhan tidak hilang adalah pasien juga tanpa sadar tiba-tiba berdiri dan melangkah untuk berjalan yang tanpa disadari bahwa kakinya sudah di amputasi.

Kejadian ini biasa terjadi saat bangun dari tempat tidur, sehingga pasien bisa terjatuh atau bisa menyebabkan benturan pada bagian yang telah di amputasi yang tentunya akan memperlambat proses penyembuhan lukanya.