Beranda Topik Penyakit

Topik: Penyakit

GAK MAU AMPUTASI? AWAS LOH NYAWA TARUHANNYA

Keputusan seorang dokter dalam mengambil suatu tindakan yang berisiko di rumah sakit biasanya membutuhkan persetujuan dari pihak pasien atau keluarga terdekat yang mendampinginya dalam prosedur perawatan di rumah sakit.

Penawaran tindakan medis ini tentu dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan lengkap.

Pada pasien yang telah menjalani pemeriksaan kemudian didiagnosis mengalami osteosarcoma (kanker tulang), terutama pada tungkai kaki, maka terkadang dokter bedah memberikan opsi amputasi sebagai salah satu pilihan tindakan medis dengan pertimbangan untuk memutus rantai penyebaran kerusakan tulang dan jaringan di sekitarnya demi menyelamatkan jiwa pasien itu sendiri.

Dalam beberapa pengalaman pasien di Rumah Sakit bagian ortopedi yang didiagnosis dengan osteosarcoma, baik yang melewati tindakan operasi dan tanpa operasi.

Oleh karena itu, penulis akan berbagi informasi seputar penyakit osteosarcoma ini.

Osteosarcoma paling sering terjadi pada usia remaja karena pertumbuhan tulang pada masa itu cukup cepat.

Pada pasien yang mengidap osteosarcoma akan mengalami gejala rasa sakit yang hebat, adanya pembengkakan yang tidak wajar pada bagian tungkai, fungsi anggota gerak (tungkai) yang terserang akan mengalami gangguan fungsional, serta kulit yang mengalami pembengkakan terlihat kemerahan dan mengkilap serta tampak jelas guratan pembuluh darah pada area tersebut.

Penyebab osteosarcoma terjadi karena adanya pembelahan sel yang berlebihan dan hidup lama dalam jaringan sehingga membentuk jaringan abnormal yang disebut tumor.

Penyebab lain timbulnya osteosarcoma adalah adanya kesalahan dalam DNA tubuh (kode genetik) sehingga sel akan terus membelah dan tumbuh membesar.

Pada pasien yang didiagnosis dengan osteosarcoma dan hasil pemeriksaan darah serta foto rontgen yang positif, maka prosedur pengobatan medisnya adalah kemoterapi. Program kemoterapi ini bertujuan untuk mematikan sel-sel jaringan agar tidak menyebar dengan cepat.

Resiko angka kematian pada pasien dengan diagnosis osteosarcoma sangat tinggi.

Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan dini, apabila dalam pemeriksaan ada tanda-tanda awal seperti gejala yang timbul pada osteosarcoma, segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Dan apabila dokter menyarankan untuk dilakukan amputasi, maka insya Allah itu adalah tindakan pencegahan dini untuk menghindari penyebaran ke jaringan sekitarnya.

Sebagai catatan khusus bagi teknisi kaki palsu, sebaiknya bila mendapatkan pasien amputasi karena osteosarcoma, maka sangat perlu diketahui hasil pemeriksaan darahnya pasca amputasi untuk mengetahui apakah masih ada jaringan/sel osteosarcoma yang ada dalam tubuh pasien.

Apabila memang ternyata masih ada sel osteosarcoma, maka program pembuatan kaki palsu perlu ditinjau kembali, karena dari beberapa pengalaman praktek di klinik maupun di rumah sakit, justru memaksakan diri untuk tetap menggunakan kaki palsu, justru mempercepat proses penyebaran kembali sel-sel jaringan tumor untuk berkembang.

KENAPA SIH DOKTER VONIS SAYA UNTUK SEGERA AMPUTASI KAKI?

Amputasi kaki adalah suatu keputusan akhir oleh dokter bedah setelah melalui suatu pemeriksaan pada seorang pasien. Terkadang hal ini menimbulkan rasa syok dan sedih setelah mendengarkan saran dan anjuran tersebut, betapa tidak terbayang rasa malu dan hilangnya salah satu anggota kakinya yang selama ini menjadi bagian dalam aktivitas hidupnya.

Meski demikian, keputusan dokter tersebut memiliki kemaslahatan pada seseorang demi menghindari kondisi yang lebih buruk dan menyelamatkan jiwa pasien itu sendiri.

Berikut beberapa alasan dokter untuk melakukan amputasi:

  1. Gangren : Adanya kematian jaringan yang disebut gangren sehingga menyebabkan hilangnya fungsi dari jaringan tubuh tersebut yang bisa disebabkan oleh penyakit diabetes atau gangguan pembuluh darah perifer, ditandai dengan jaringan tubuh yang berwarna hitam.
  2. Tumur Ganas : Timbulnya tumor ganas pada daerah tungkai, yang biasanya terlihat sebagai pembesaran jaringan yang tidak normal yang disertai rasa nyeri.
  3. Cedera Serius : Cedera akibat kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja.
  4. Cacat Bawaan : Cacat sejak lahir yang menyebabkan kelainan bentuk dan fungsi pada anggota geraknya.

Setelah menjalani tindakan amputasi, selanjutnya dilakukan proses pemulihan dalam kurun 1-2 minggu di rumah sakit.

Program rehabilitasi pasca amputasi sangat dibutuhkan dan tentu ditangani oleh tim rehabilitasi atau fisioterapi untuk persiapan nantinya melakukan prosedur pembuatan kaki palsu.

Ketidakhadiran penanganan oleh fisioterapi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang teknisi kaki palsu dalam mempersiapkan proses pengukuran kaki palsu. Betapa tidak, terkadang pasien tiba-tiba datang untuk diukur padahal kondisi fisik belum memungkinkan karena kurangnya edukasi pasca amputasi.

Untuk program pasca amputasi, sebaiknya dilakukan pembalutan pada tungkai tubuh yang sudah diamputasi, baik amputasi di atas lutut maupun amputasi di bawah lutut.

Selanjutnya, latihan berdiri dan berjalan menggunakan 2 tongkat juga sangat dibutuhkan bimbingan dan arahan dari tim rehabilitasi.

Latihan penguatan otot oleh fisioterapi sangat berperan membantu memulihkan kondisi fisik untuk aktivitas fungsionalnya menjelang pengukuran kaki palsu.

Dan hal yang tidak kalah pentingnya pasca amputasi adalah perawatan luka secara rutin untuk mempercepat proses pemulihan dan kesembuhan luka yang ada, karena hal tersebut menjadi syarat wajib untuk memakai kaki palsu adalah sembuhnya luka secara sempurna.

BENARKAH ROKOK MEMBUNUHMU? INILAH KISAH PASIEN AMPUTASI

Buerger disease ini terjadi akibat pembuluh darah perifer yang mengalami sumbatan ke bagian ujung tungkai kaki sehingga nutrisi makanan dan oksigen sangat tidak mencukupi kebutuhannya yang tentu berakibat resiko kematian jaringan tubuh
Pasien amputasi akibat kebiasaan menghabiskan rokok sekitar 3 bungkus sehari.

Dalam perjalanan pulang ke kampung, saya mampir untuk shalat subuh disuatu masjid. Tiba-tiba pandangan saya tertuju pada seorang yang datang berjalan ke masjid dengan mengesok sampai pada shaf barisan jamaah, ternyata beliau adalah salah satu jamaah masjid tetap yang kondisi selalu datang seperti itu yang mengalami penyakit yang berakibat salah satu kaki bagian betisnya telah di amputasi.

Setelah selesai shalat akupun menghampiri dan menyapanya, ternyata beliau sudah mengalaminya selama sekitar 1 tahun.

Dari pembicaraan yang cukup intens, ternyata beliau amputasi akibat kebiasaan menghabiskan rokok sekitar 3 bungkus sehari. Penyakit ini disebut buerger disease. Buerger disease ini terjadi akibat pembuluh darah perifer yang mengalami sumbatan ke bagian ujung tungkai kaki sehingga nutrisi makanan dan oksigen sangat tidak mencukupi kebutuhannya yang tentu berakibat resiko kematian jaringan tubuh. Hal ini ditandai dengan perubahan tekstur kulit dan otot. Kulit yang mulai menghitam dan dan timbulnya luka serta rasa nyeri pada area kaki.

Kondisi seperti ini, biasa dokter menyarankan untuk segera dilakukan amputasi guna menghindari penyebaran kuman ke jaringan sekitarnya yang masih sehat.

Terkadang penyebab amputasi akibat kebiasaan merokok ini sangat sulit dipahami dan di cerna oleh pasien. Terkadang pasien membandingkan dirinya dengan orang yang mempunyai kebiasaan merokok yang sama dengan dirinya yang terlihat tanpa keluhan yang berarti. Beliau tidak menyadari bahwa daya tahan tubuh setiap orang itu berbeda.

Alhamdulillah setelah melakukan pendekatan dan edukasi, beliau melakukan perubahan yang signifikan dengan tidak lagi menyentuh rokok dalam sehari.

Beberapa hari kemudian mulai dilakukan proses pembuatan kaki palsu dan latihan berjalan (gait training). Dan setelah melalui proses tahapan berjalan tersebut, pasien tersebut telah kembali beraktifitas secara normal dalam kehidupan.

Sakit dan ngilu di persendian lutut saat memakai kaki palsu ? siapa takut !!!

Sakit dan ngilu di persendian lutut saat memakai kaki palsu
Sakit dan ngilu di persendian lutut saat memakai kaki palsu

Dari beberapa kasus pasien amputasi bawah lutut akibat penyakit diabetik saat awal memakai kaki palsu, pasien sering mengalami keluhan rasa ngilu dan sakit di dalam persendian lutut. Hal tersebut biasa disebabkan oleh istirahat yang lama serta adanya gangguan pada bagian tulang rawan dalam sendi lutut yang disebut chondro malacia patellae.

Keluhan ini kadang di alami beberapa hari dan dengan kondisi yang berbeda setiap pasien. Ada kalanya rasa ngilu dan nyeri itu hilang dalam waktu 1 Minggu sampai 1 bulan sejak memakai kaki palsu.

Latihan secara bertahap dan penggunaan tongkat di pastikan akan cukup membantu anda untuk beradaptasi pada latihan awal penggunaan kaki palsu

Dalam pemeriksaan medis dan pemeriksaan fisik, terkadang seorang fisioterapist dapat menegakkan diagnosis chondro Malacia patellae dengan melakukan pemeriksaan spesifik yaitu memposisikan pasien duduk di matras dengan lutut lurus.

Lalu fisioterapist meletakkan tangannya dibawah lutut pasien yang sakit dan tangan fisioterapist yang lain diletakkan diatas tempurung sambil memberi arahan kepada pasien untuk menekan tangan fisioterapis di bawah lututnya.

Apabila timbul rasa ngilu dan nyeri pada bagian dalam sendi lutut, maka sangat besar kemungkinan pasien mengalami gangguan pada tulang rawan (kartilago) sendi lutut yang disebut chondro malacia patellae. Dan bagi seorang teknisi kaki palsu perlu memberikan program latihan secara bertahap seperti yang telah diuraikan diatas serta edukasi kepada pasien tentang kondisi yang dialaminya.

KELUAR CAIRAN BENING ATAU CAIRAN KUNING PADA UJUNG AMPUTASI KAKI. JANGAN PANIK !!!

Cairan bening atau cairan berwarna kuning yang keluar pada ujung amputasi kaki, baik amputasi atas lutut maupun amputasi bawah lutut adalah suatu yg anda penyakit atau kelainan pasca amputasi. Umumnya keadaan ini disebabkan oleh infeksi tulang yang disebut osteomielitis.

Penyakit ini membutuhkan proses pengobatan dan perawatan tuntas sebelum memakai kaki palsu. Apabila keluhan ini ada pada pasien amputasi, biasa dokter memmberikan obat anti biotik atau tindakan perawatan luka secara berkala.

Dan apabila sudah dilakukan tindakan pengobatan minum antibiotik dan perawatan luka namun belum ada tanda tanda kesembuhan dan masih mengeluarkan cairan, maka biasa dokter bedah umum atau dokter ortopedi akan melakukan tindakan pencucian luka di kamar operasi (debridemant).

Terkadang salah satu faktor yang menyebabkan luka tak kunjung sembuh yang disertai produksi cairan adalah adanya sisa pecahan tulang yang melayang, atau sisa benang yang tidak terabsorbsi (terserap) dalam tubuh.

Namun dalam beberapa pengalaman kami sebagai teknisi kaki palsu, pemakaian kaki palsu ini juga kadang bisa mengungkap penyebab cairan yang selalu keluar dari ujung amputasi tersebut. Beberapa kejadian pasien yang ada, selama pemakaian kaki palsu tersebut, baru muncul sisa benang jahit yang tersisa dalam simpulan jahitan dalamnya. Sehingga setelah keluarnya benang tersebut, berangsur luka dan produksi cairan akan mengalami penyembuhan secara bertahap.

MAU SEGERA PAKAI KAKI PALSU🦿? STOP✋ PERHATIKAN DULU SYARATNYA

Harapan Medika Makassar Sebagai Pusat Informasi Pembuatan Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar, serta alat bantu Ortopedi lainnya Alamat Pembuat Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar Alamat Office : RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Unit Rehabilitasi Medik, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11, Makassar Alamat WorkShop : City Of Darul Istiqamah, Jalan Poros Makassar - Maros KM 25 | Telp : 085394849766
Harapan Medika Makassar Sebagai Pusat Informasi Pembuatan Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar, serta alat bantu Ortopedi lainnya Alamat Pembuat Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar Alamat Office : RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Unit Rehabilitasi Medik, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11, Makassar Alamat WorkShop : City Of Darul Istiqamah, Jalan Poros Makassar - Maros KM 25 | Telp : 085394849766

Keinginan untuk mendapatkan layanan kaki palsu pasca amputasi kaki, baik amputasi bawah lutut maupun amputasi atas lutut adalah impian setiap pasien.

Kehilangan salah satu fungsi alat gerak sebagai penopang aktivitas keseharian dalam berinteraksi dengan dunia luar tentu akan sangat berpengaruh pada kondisi kejiwaannya dan kemampuan fisiknya secara umum.

Olehnya itu sangatlah wajar, jika sekiranya obsesi dan harapan untuk mendapatkan layanan kaki palsu sesegera mungkin menjadi kenyataan.

Akan tetapi apakah baik menurut tinjauan medis ? Berikut beberapa dampak yang bisa timbul bila menggunakan kaki palsu pada tanpa memperhatikan syarat pembuatan kaki palsu :

  1. Potensi timbulnya luka pada ujung amputasi yang disebabkan tekanan beban bekas amputasi yang belum mencapai mas penyembuhan optimal karena sejatinya waktu pengukuran minimal 3 bulan pasca amputasi dan 4 bulan minimal khusus bagi pasien amputasi akibat penyakit diabetik (gula).
  2. Timbul rasa sakit (nyeri) saat latihan berjalan memakai kaki palsu.
  3. Ukuran soket kaki palsu akan berubah seiring waktu pemakaian, sehingga akan terasa tidak nyaman memakai kaki palsunya.

Olehnya itu, sangatlah bijak jika konsultasi dokter maupun teknisi kaki palsu dibutuhkan dan dipatuhi sebelum melakukan keputusan untuk membuat kaki palsu.

AMPUTASI KAKI AKIBAT DIABETIK (PENYAKIT GULA) LEBIH RUMIT SAAT LATIHAN KAKI PALSU ? INI PENJELASANNYA !

Amputasi Kaki Penyakit Diabetes
Amputasi Kaki Penyakit Diabetes

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang latihan kaki palsu bagi pasien amputasi kaki, ada baiknya kita mengetahui sekilas tentang penyakit diabetes itu sendiri.

GEJALA DIABETES akan muncul secara bervariasi pada setiap pengidapnya, tergantung akan tingkat keparahan dan jenis yang diidap. Namun, secara umum ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2, yaitu: 

  1. Peningkatan rasa haus.
  2. Peningkatan frekuensi buang air kecil.
  3. Mudah lelah atau rasa kelelahan terus-menerus.
  4. Adanya gangguan penglihatan, seperti pandangan yang kabur. 
  5. Terjadinya infeksi pada tubuh terus-menerus, yang umum terjadi pada bagian gusi, kulit, maupun area vagina (pada wanita). 
  6. Penurunan berat badan yang tidak jelas apa penyebabnya
  7. Penyakit kardiovaskular. Diabetes dapat meningkatkan risiko berbagai masalah pada sistem kardiovaskular. Hal ini termasuk penyakit arteri koroner dengan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke dan penyempitan arteri (aterosklerosis).
  8. Kerusakan mata (retinopati). Baik diabetes tipe 1 maupun 2 dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan retina mata,
  9. Kerusakan saraf (neuropati). Kelebihan gula dapat melukai dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang memberi nutrisi pada saraf terutama pada kaki. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, terbakar atau nyeri yang biasanya dimulai pada ujung jari kaki atau jari tangan dan secara bertahap menyebar ke atas.

AMPUTASI KAKI KARENA KANKER TULANG | ANDA BUTUH KAKI PALSU? INI SOLUSINYA

Harapan Medika Makassar Sebagai Pusat Informasi Pembuatan Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar, serta alat bantu Ortopedi lainnya Alamat Pembuat Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar Alamat Office : RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Unit Rehabilitasi Medik, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11, Makassar Alamat WorkShop : City Of Darul Istiqamah, Jalan Poros Makassar - Maros KM 25 | Telp : 085394849766
Harapan Medika Makassar Sebagai Pusat Informasi Pembuatan Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar, serta alat bantu Ortopedi lainnya Alamat Pembuat Kaki Palsu Makassar dan Tangan Palsu Makassar Alamat Office : RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Unit Rehabilitasi Medik, Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11, Makassar Alamat WorkShop : City Of Darul Istiqamah, Jalan Poros Makassar - Maros KM 25 | Telp : 085394849766

KAKITANGANPALSUMAKASSAR.COM – Kanker tulang biasa juga disebut osteosarcoma yang menjadi salah satu penyebab amputasi kaki.

Terkadang dimulai dari ujung kaki sampai ke betis dan cepat menjalar ke paha.

Olehnya itu, apabila dokter bedah telah mendiagnosis kanker tulang (osteosarcoma), maka segera lakukan tindakan sesuai arahan dokter bedah.

Biasanya kasus ini dengan cepat segera dilakukan amputasi agar tidak menjalar sampai tungkai yang lebih tinggi, bahkan sampai bisa menjalar ke organ bagian dalam.

Dan kasus kanker tulang ini sangat banyak yang berujung pada kematian akibat keterlambatan pelayanan tindakan medik.

Bagi seorang teknisi kaki palsu yang profesional, harus mengetahui riwayat perjalanan penyakit pasien.

Pemeriksaan hasil laboratorium PA pasca operasi sangat perlu diketahui guna mengetahui kemampuan fisiknya dan kelayakan menggunakan kaki palsu.

Apabila hasil laboratorium PA hasilnya masih ada sisa sel tumor, maka dari berbagai pengalaman kami di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, maka sebaiknya perlu ditinjau kembali meskipun motivasi pasien begitu kuat untuk menggunakannya.