Kaki palsu bukanlah hanya sekedar selera atau tampilannya, tetapi lebih dari itu, aktivitas sehari-hari sangatlah menjadi faktor utama dalam memilih jenis kaki palsu itu sendiri. Begitu pula harga lebih mahal yang ditawarkan oleh teknisi kaki palsu belum tentu menjadi jaminan kualitas dan kelayakan bagi seseorang pengguna kaki palsu. Pemakaian kaki palsu tentulah diharapkan jenis kaki palsu yang simpel dan enak di gunakan saat berjalan.
Khusus untuk kaki palsu bawah lutut, ada yang menggunakan sabuk pengikat, dan ada tanpa sabuk pengikat. Lalu apa yang membedakan? Sepintas kaki palsu menggunakan sabuk tentu lebih lengkap, tetapi tahukah anda bahwa penggunaan kaki palsu bawah lutut tanpa sabuk adalah rancangan terbaik, lebih simpel dan nyaman dipake tanpa mengurangi tingkat keamanan penggunaan kaki palsu tersebut.
Sebenarnya kaki palsu bawah lutut dengan sabuk itu hanya digunakan dan dirancang oleh teknisi kaki palsu yang belum menguasai teknik pembuatan tipe kaki palsu bawah lutut yang tanpa sabuk. Olehnya itu bagi pengguna kaki palsu, hendaknya pandai pandai memilih tipe kaki palsu tanpa sabuk dan hendaknya menanyakan kepada teknisi kaki palsu, apakah tipe kaki palsu tersebut yang nantinya dibuatkan tanpa sabuk.
Dan terkait dengan pasien amputasi atas lutut, untuk penggunaan kaki palsu tanpa sabuk biasanya perlu di lakukan evaluasi secara rutin terhadap pasien tersebut terutama bagi pasien yang baru pertama dibuatkan kaki palsu. Oleh karena dalam beberapa Minggu atau bulan kedepannya setelah memakai kaki palsu, biasanya otot paha yang telah diamputasi mengalami penyusutan, sehingga lingkaran pahanya semakin mengecil. Dan akibatnya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan bisa mengakibatkan kaki palsu yang dipakai bisa sewaktu waktu terlepas. Dan apabila ini terjadi saat berjalan, tentu akan menimbulkan resiko yang tidak di inginkan.
Olehnya itu sebagai antisipasi kemungkinan resiko itu terjadi, ada baiknya sejak awal tetap diberikan dulu sabuk pengait. Dan kemudian selanjutnya dapat berkonsultasi kembali dengan teknisi kaki palsunya, apakah soketnya perlu di ganti yang baru? Atau bisa dilapisi spon saja bagian dalamnya agar tetap pres.
Topik: Pemakaian kaki palsu
MASIH PAKE SABUK KAKI PALSU BAWAH LUTUT?CAPEK DEH
APA MEMANG PERLU DIBALUT BAGIAN AMPUTASI SEBELUM MEMBUAT KAKI PALSU❔

Prosedur pelayanan sebelum membuat kaki palsu sebaiknya mendapatkan perhatian khusus, pemahaman, dan edukasi yang benar mengenai hal-hal yang dibutuhkan dan dipersiapkan bagi pasien yang akan membuat kaki palsu.
Diantara hal yang paling mendasar adalah melakukan pembalutan menggunakan elastis perban. Untuk amputasi bawah lutut, yang dibalut adalah area betis yang sudah diamputasi sampai bagian persendian lutut, sedangkan untuk amputasi atas lutut, yang dibalut adalah area paha sampai selangkangan.
Proses pembalutan dengan elastis perban sebaiknya dilakukan agak ketat dan kencang sesuai toleransi pasien. Pembalutan yang dilakukan terkadang awalnya menimbulkan rasa tidak nyaman berupa nyeri dan kram. Jika hal tersebut terjadi, pembalutan sebaiknya dilepas sekitar 10 sampai 15 menit, lalu dibalut kembali.
Manfaat dari pembalutan elastis perban ini adalah menjadikan soket kaki palsu yang dibuat benar-benar akurat dan nyaman saat pemakaian. Sebaliknya, jika tidak didahului pembalutan sebelumnya, soket kaki palsu dapat menjadi longgar dalam beberapa minggu atau bulan, menyebabkan ketidaknyamanan saat memakai kaki palsu.
Oleh karena itu, tenaga medis yang terlibat dalam proses awal amputasi, baik dokter maupun tenaga paramedis, perlu memberikan edukasi tentang pentingnya langkah ini. Setidaknya, teknisi kaki palsu sebelum melakukan pengukuran juga perlu memberikan andil besar dalam masalah ini.
KOK BISA YACH SOKET KAKI PALSU MENJADI LONGGAR?
Pemakaian kaki palsu dalam kurun waktu 1-6 bulan untuk tipe amputasi bawah lutut (betis) setelah pemakaian kaki palsu akan mengalami penyusutan massa otot pada daerah betis yang sudah di amputasi. Dan hal ini adalah sesuatu yang normal bagi pengguna kaki palsu bawah lutut.
Biasanya keluhan inilah yang paling sering disampaikan oleh pasien kepada teknisi kaki palsu. Yang sebelumnya awal pemakaian biasa hanya memakai satu kaos kaki palsu,namun beberapa bulan kemudian bertambah kadang sampai 6 lapis kaos kaki saja.
Olehnya itu biasa ada beberapa solusi yang ditawarkan oleh teknisi kaki palsu mengatasi kasus yang seperti ini. Diantaranya adalah melapisi soft soket bagian dalam dengan tambahan lapisan spon agar lebih sempit. Atau pilihan lain adalah mengganti soket yang baru setelah pemakaian sekitar 6 bulan.
Dari beberapa pengalaman yang ada, biasanya penggantian soft soket yang kedua adalah ukura yang sudah permanen untuk mendapatkan ukuran soket yang nyaman dan ideal.

Latihan berjalan yang lama bagi orang normal maka akan menambah massa otot betis sedangkan untuk pasien amputasi bawah lutut justru sebaliknya,yang mana massa otot betisnya apabila terus di gunakan berjalan dengan memakai kaki palsu,justru lebih mengecil Karena otot betis tersebut sudah tidak berfungsi lagi seperti kaki normal. Yang mana ujung tendon ototnya betisnya tersebut sudah tida ada lagi
Untuk itu pentingnya pemberian edukasi bagi setiap pasien pasca amputasi untuk melakukan pembalutan menggunakan elatis perban pada area yang sudah di amputasi sampai tiba waktu pengukuran kaki palsunya, agar lingkaran betisnya menyusut sampai batas maksimal sehingga kedepannya saat pembuatan soketnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Dan catatan tambahan,bahwa teknik pembalutan menggunakan elatis perban dilakukan agak pres dan kencang sesuai toleransi kenyamanan pasien. Dan saat dilepas elastis perbannya,sebaik 10 sampai 15 menit saja lalu di balut kembali.
Tahukah Anda tentang Kaki Palsu Tipe Syme?
Kaki palsu umumnya dikenal dan banyak digunakan oleh pasien amputasi, seperti kaki palsu bawah lutut (transtibial prosthesis) dan kaki palsu atas lutut (transfemoral prosthesis).
Namun, terdapat satu jenis kaki palsu yang mungkin belum begitu familiar, yaitu kaki palsu tipe Syme, yang juga dikenal sebagai kaki palsu tepat mata kaki. Kaki palsu tipe Syme memiliki model dan titik tumpuan berat badan yang berbeda dengan kaki palsu bawah lutut.
Pada kaki palsu bawah lutut, titik tumpuan berat badan berada di sekitar tendon infrapatellaris atau tepat di bagian depan bawah patella (tempurung lutut). Sementara itu, pada kaki palsu tipe Syme, titik tumpuan berat badan berada di ujung dari luka amputasi.
Pemakaian kaki palsu tipe Syme seringkali menyebabkan keluhan seperti rasa kram, nyeri, dan ngilu pada titik tumpuan kaki palsu. Namun, seiring berjalannya waktu, keluhan nyeri dan kram ini cenderung mereda seiring dengan seringnya kaki palsu diberikan tumpuan secara optimal.
Salah satu faktor penyebab timbulnya rasa nyeri dan kram adalah pemakaian kaki palsu dalam waktu kurang dari 4 bulan, kadang-kadang juga terdapat riwayat luka yang belum sepenuhnya sembuh, serta keluhan yang dikenal sebagai phantom pain.
Dalam hal tampilan, kaki palsu tipe Syme mungkin tidak seideal kaki palsu bawah lutut dari segi kosmetik. Hal ini disebabkan oleh adanya pembesaran pada bagian bawah soket kaki palsu di daerah mata kaki, yang membuatnya terlihat kurang ideal seperti kaki palsu pada umumnya.
Meskipun begitu, dari segi fungsionalitas dan kenyamanan penggunaan, kaki palsu tipe Syme cenderung lebih unggul dibandingkan dengan kaki palsu bawah lutut (transtibial prosthesis).
KAKI PALSU LEBIH RINGAN, KOK BISA?

Kenyamanan pemakaian kaki palsu tentu menjadi impian dan harapan setiap pasien yang membutuhkan kaki palsu. Oleh karena itu, berbagai rancangan kaki palsu yang di buat oleh teknisi kaki palsu senantiasa mempertimbangkan faktor bobot atau berat kaki palsu yang akan di rancang.
Biasanya untuk meminimalisir berat kaki palsu tersebut, teknisi harus mampu merancang sendiri komponen bagian kaki palsu dengan memilih berbagai bahan (material) yang lebih ringan. Bagian soket dan adaptor merupakan bagian yang tentu dapat dirancang sedemikian rupa untuk meringankan berat kaki palsu tersebut. Ketahanan dan kualitas kaki palsu tentu menjadi pertimbangan khusus dalam memodifikasi rancangan teknisi kaki palsu.
Salah satu bahan pembuatan soket yang ringan adalah menggunakan material PP (polipropilen). Polipropilen ini mempunyai beberapa keunggulan, disamping materialnya yang ringan, bahan polipropilen ini juga sangat bagus memodifikasi soket yang sudah dibuat, sehingga kenyamanan pemakaian kaki palsu yang di inginkan baik pasien maupun teknisi kaki palsu akan tercapai. Keunggulan lain dari bahan polipropilen ini adalah segi ketahanannya, meskipun ringan, namun tetap kuat dan tahan patah.
Bahan-bahan umum yang digunakan oleh teknisi kaki palsu adalah resin fiber dan karbon, digunakan untuk pembuatan soket kaki palsu, baik yang di atas lutut maupun di bawah lutut
Keunggulan material resin fiber adalah aspek estetikanya yang mengkilap, namun, kekurangannya adalah bahan yang cukup berat serta proses modifikasi soket yang rumit, Untuk bahan carbon memiliki keunggulan estetika dan bahannya cukup ringan. Kekurangannya adalah harganya yang cukup mahal.
Olehnya itu, dari sekian banyak bahan yang menjadi pilihan tentu pasien itu sendiri yang memilih sesuai kebutuhan yang sesuai kondisi finansial maupun fisik pada pasien itu sendiri.
Soket Kaki Palsu Tidak Nyaman ? Jangan Khawatir, Ini Solusinya
Soket kaki palsu merupakan komponen paling penting dari seluruh komponen/bagian kaki palsu yang ada, baik kaki palsu atas lutut (transfemoral prosthesis) maupun kaki palsu bawah lutut (transtibial prosthesis).
Timbulnya rasa nyeri, pola jalan yang tidak sempurna, dan sempit saat memasukkan stump ke soket atau terasa longgar saat menggunakan kaki palsu. Hal ini merupakan tanda adanya masalah pada soket. Secara normal, memang perubahan lingkaran otot terkadang mengalami penyusutan setelah memakai kaki palsu beberapa Minggu pemakaian kaki palsu.
Bagi seorang teknisi kaki palsu, kadang perlu mengevaluasi kembali hal-hal yang perlu dikoreksi terutama bagian soketnya bila ada keluhan dari pasien.
Untuk tipe kaki palsu atas lutut yang menggunakan soket sistem vakum, perlu memeriksa kembali secara teliti, karena jangan sampai ada udara yang masuk ke dalam soket.
Dan jika di temukan udara atau angin yang masuk ke dalam soket, maka perlu di sempitkan soketnya dengan cara membeikan lapisan spon pada bagian samping dalam (sisi medial) dan dan bagian belakang soket (sisi dorsal sekitar tulang duduk).
Sedangkan untuk kaki palsu bawah lutut, bila soket terasa longgar, maka solusinya ada 3 cara.
1. Menambah lapisan spon bagian belakang soket.
2. Menambah kaos kaki agar lebih pres.
3. Mengganti soket yang baru
Dan secara umum, soket kaki palsu ada yang memakai sabuk dan ada pula tanpa sabuk. Dan jenis ini berlaku untuk soket atas lutut maupun soket bawah lutut.
Apakah kaki yang telah di amputasi pada pergelangan kaki bisa di injakkan ?
Pemilihan tipe atau jenis kaki palsu sangat ditentukan oleh lokasi area amputasinya. Dan kali ini kita akan membahas salah satu jenis kaki palsu yang amputasinya pada daerah pergelangan kaki, Syme prosthesis adalah rancangan tipe kaki palsu khusus untuk amputasi ini.
Sebelum pemakaian syme prosthesis ini, sebaiknya pasien diberikan edukasi sebelumnya untuk selalu berusaha menginjakkan kakinya tersebut. Yang nantinya akan menjadi tumpuan berat badan saat menggunakan syme prosthesis ini.
Syme prosthesis ini berbeda dengan tipe kaki palsu bawah lutut lainnya, karena pada umumnya menggunakan tumpuan didaerah sekitar lutut.
Saat awal belajar menginjakkan kaki yang telah di amputasi, memang ada rasa takut dan nyeri saat berdiri dan berjalan. Namun beberapa kasus yang ada, seiring dengan waktu, lambat laun rasa nyeri akan hilang.
Latihan secara bertahap yang dimulai dengan tumpuan setengah berat badan (partial weight bearing) dengan alat bantu juga menjadi bagian penting pada program latihan berjalan saat pertama kali menggunakan kaki palsu.
Rancangan kaki palsu untuk pasien dengan syme prosthesis ini agak rumit dibandingkan model kaki palsu bawah lutut yang lain.
Pengukuran derajat kemiringan kaki palsu sangat menentukan kenyamanan pemakaian kaki palsu itu sendiri. Rasa nyeri yang timbul terutama pada bagian tulang kering (osTibia) biasa menjadi keluhan utama pasien amputasi, terutama saat berjalan. Olehnya itu sebelum melakukan finishing kaki palsu, hendaknya seorang teknisi kaki palsu wajib memberikan tahapan latihan beberapa kali pertemuan sebelum dilakukan penyempurnaan kaki palsu.
Timbul jaringan parut Scar Tissue pada bekas jahitan amputasi anda ? Ini tips menggunakan kaki palsu
Umumnya jaringan parut ini muncul pada bagian luka jahitan amputasi yang mengalami gangguan penyambungan kulit, sehingga celah yang ada pada kulit terisi oleh jaringan parut untuk menutupi bekas luka yang ada. Salah satu kendala yang dialami oleh seorang teknisi kaki palsu adalah pada saat melatih ia memberikan beban pada daerah ujung yang ada jaringan parutnya terutama amputasi bagian betis daerah yang paling sering muncul luka lecet pada jaringan parut tersebut sebab lapisan pada jaringan parut tersebut sangat tipis.
Dalam kondisi bekas amputasi yang mudah lecet seperti ini, sebaiknya selalu menjaga kebersihan luka yang ada agar tidak mengalami infeksi. Pemakaian kaki palsu sebaiknya di istirahatkan dulu sambil menunggu penyembuhan lukanya.
Biasanya apabila telah mengalami beberapa kali luka lecet pada daerah yang sama, maka bagian yang luka tersebut lambat laun akan mengalami penebalan kulit atau jaringan pada daerah tersebut,sehingga pemakaian kaki palsu dari hari kehari akan semakin nyaman.
Dan hal yang paling berpotensi menimbulkan luka saat menggunakan kaki palsu tersebut adalah saat berjalan di tempat yang menanjak atau naik turun tangga. Disamping itu, pemakaian soft socket yang tidak pas saat memasukkan ke dalam hard socket.
Faktor lain yang merupakan kelalaian dalam pemakaian kaki palsu yang bisa menimbulkan luka adalah bagian stump (ujung amputasi) yang menjadi tumpuan beban berat badan saat berdiri dan berjalan akibat soket yang sudah longgar sehingga tumpuan yang biasanya pada area lutut terutama di tendon bearing berpindah ke ujung amputasi.
Olehnya itu sangat penting seorang teknisi kaki palsu memberikan edukasi dan latihan selama proses pembuatan kaki palsu untuk dijadikan bagian alur pelayanan kepada seseorang pasien sebelum menggunakan kaki palsu.







