Beranda Topik Latihan kaki palsu

Topik: Latihan kaki palsu

MUNCUL RASA NYERI DAN KRAM PASCA AMPUTASI, JANGAN KHAWATIR !

Amputasi Kaki
Pasien Amputasi Kaki

KAKITANGANPALSUMAKASSAR.COM – Kondisi ketika terjadi rasa nyeri, gatal, kesemutan, atau bahkan mati rasa yang berkelanjutan pada bagian tubuh yang telah diamputasi biasa disebut phantom pain/phantom limb syndrome.

Hal ini diperkirakan terjadi pada 70% hingga 80% orang yang pernah menjalani operasi amputasi kaki, dan sudah sangat sering menjadi keluhan pasien saat akan memakai kaki palsu.

Dari beberapa pengalaman yang ada, Biasanya keluhan rasa nyeri dan kram bahkan rasa gatal pada bagian yang telah di amputasi akan hilang dengan sendirinya setelah memakai kaki palsu beberapa minggu setelah latihan kaki palsu.

Proses keluhan pasien pasca amputasi menandakan otak mengalami penyesuaian peta somatotopik akibat adanya anggota tubuh yang hilang. Karena Persepsi otak terhadap anggota tubuh tersebut tidak akan hilang dan bisa muncul kembali ke permukaan melalui bagian tubuh yang masih ada.

PENANGANAN KHUSUS LATIHAN KAKI PALSU UNTUK PASIEN DIABETES

PENANGANAN KHUSUS LATIHAN KAKI PALSU UNTUK PASIEN DIABETES
PENANGANAN KHUSUS LATIHAN KAKI PALSU UNTUK PASIEN DIABETES

Secara umum penanganan dan bimbingan latihan penggunaan kaki palsu sangat dibutuhkan bagi pasien yang hendak memakai/membeli kaki palsu dari seorang teknisi pembuat kaki palsu itu sendiri.

Terkhusus pasien amputasi kaki akibat penyakit diabetes membutuhkan tahapan penyembuhan sekitar 4 bulan lamanya. Serta tetap memperhatikan luka bekas amputasinya serta kemampuan fisik pasien itu sendiri.

Pola jalan yang benar dengan menggunakan kaki palsu tidak kurang pentingnya, hal tersebut guna meminimalkan luka yang berpotensi timbul saat latihan.

Latihan naik turun tangga dan jalanan pendakian juga membutuhkan perhatian khusus bagi seorang teknisi kaki palsu sebagai edukasi tambahan dalam program latihannya di rumah.

Apabila dalam penggunaan kaki palsu tersebut timbul luka diujung tulang amputasinya, maka pasien wajib menghentikan dan mengistirahatkan latihannya sampai lukanya sembuh permanen.