Beranda Topik Kenyamanan

Topik: kenyamanan

KAPAN WAKTU YANG IDEAL UNTUK MEMBUAT KAKI PALSU?

Konsultasi dengan dokter atau teknisi kaki palsu
Konsultasi dengan dokter atau teknisi kaki palsu

Latihan fisik, terutama latihan berdiri maupun berjalan menggunakan alat bantu, sebelum pengukuran kaki palsu juga sangat mendukung kesiapan dan kemampuan pasien dalam mempersiapkan diri untuk berlatih memakai kaki palsu.

Ketika seseorang hendak melakukan pengukuran kaki palsu, baik amputasi bawah lutut atau amputasi atas lutut, hendaknya tetap menunggu waktu minimal 3 bulan pasca amputasi, dan terkhusus untuk pasien amputasi akibat diabetes, sebaiknya minimal 4 bulan pasca amputasi. Penentuan waktu pengukuran kaki palsu tentu berdasarkan pertimbangan prediksi proses penyembuhan luka bekas amputasinya.

Namun demikian, penetapan waktu minimal tersebut bukan menjadi faktor mutlak kelayakan untuk memulai pengukuran dan pembuatan kaki palsu. Beberapa faktor pelengkap juga harus terpenuhi dalam kriteria pembuatan kaki palsu. Kondisi ujung stump bekas amputasi harus benar-benar sembuh, tidak ada kemerahan pada kulit, dan perlu dilakukan pembalutan menggunakan elastis perban beberapa hari menjelang pengukuran kaki palsu. Pengukuran kaki palsu tanpa didahului pembalutan pada area paha atau betis biasanya akan mengalami penyusutan lingkaran paha atau betis setelah memakai kaki palsu, terutama pada pasien yang gemuk, sehingga soket kaki palsu akan longgar dan menjadikan pola jalan dan kenyamanan kaki palsu tidak sama saat awal penggunaan kaki palsu.

Olehnya itu, sebelum melakukan pengukuran, hendaknya berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter yang terkait atau teknisi kaki palsu itu sendiri tentang hal-hal yang perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk membuat kaki palsu.

KOK BISA YACH SOKET KAKI PALSU MENJADI LONGGAR?

Pemakaian kaki palsu dalam kurun waktu 1-6 bulan untuk tipe amputasi bawah lutut (betis) setelah pemakaian kaki palsu akan mengalami penyusutan massa otot pada daerah betis yang sudah di amputasi. Dan hal ini adalah sesuatu yang normal bagi pengguna kaki palsu bawah lutut.

Biasanya keluhan inilah yang paling sering disampaikan oleh pasien kepada teknisi kaki palsu. Yang sebelumnya awal pemakaian biasa hanya memakai satu kaos kaki palsu,namun beberapa bulan kemudian bertambah kadang sampai 6 lapis kaos kaki saja.

Olehnya itu biasa ada beberapa solusi yang ditawarkan oleh teknisi kaki palsu mengatasi kasus yang seperti ini. Diantaranya adalah melapisi soft soket bagian dalam dengan tambahan lapisan spon agar lebih sempit. Atau pilihan lain adalah mengganti soket yang baru setelah pemakaian sekitar 6 bulan.

Dari beberapa pengalaman yang ada, biasanya penggantian soft soket yang kedua adalah ukura yang sudah permanen untuk mendapatkan ukuran soket yang nyaman dan ideal.

Latihan berjalan yang lama bagi orang normal maka akan menambah massa otot betis sedangkan untuk pasien amputasi bawah lutut justru sebaliknya,yang mana massa otot betisnya apabila terus di gunakan berjalan dengan memakai kaki palsu,justru lebih mengecil Karena otot betis tersebut sudah tidak berfungsi lagi seperti kaki normal. Yang mana ujung tendon ototnya betisnya tersebut sudah tida ada lagi

Untuk itu pentingnya pemberian edukasi bagi setiap pasien pasca amputasi untuk melakukan pembalutan menggunakan elatis perban pada area yang sudah di amputasi sampai tiba waktu pengukuran kaki palsunya, agar lingkaran betisnya menyusut sampai batas maksimal sehingga kedepannya saat pembuatan soketnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Dan catatan tambahan,bahwa teknik pembalutan menggunakan elatis perban dilakukan agak pres dan kencang sesuai toleransi kenyamanan pasien. Dan saat dilepas elastis perbannya,sebaik 10 sampai 15 menit saja lalu di balut kembali.

Butuh Kaki Palsu Ringan dan Berkualitas ? Ini Lokasinya

teknik dasar latihan bagi pengguna kaki palsu
teknik dasar latihan bagi pengguna kaki palsu

Kebutuhan kaki palsu pada pasien disabilitas adalah merupakan kebutuhan dasar dalam aktifitas hidupnya. Hidup dengan keterbatasan aktifitas dengan hilangnya salah satu tungkai bagian kaki,tentu memberikan dampak yang begitu signifikan dalam menjalani aktifitasnya sehari hari,terutama aktifitas fungsional berdiri dan berjalan.

Tentu apabila orang bertanya kepadanya tentang hal apa yang paling dibutuhkan dan diharapkan dalam menjalani hidup ini? Maka jawabannya hampir dipastikan bahwa keinginan utamanya adalah mendambakan sebuah kaki palsu ideal yang bisa menggantikan fungsi kaki yang telah di amputasi untuk bisa berjalan dan beraktifitas kembali seperti sedia kala saat masih mempunyai tubuh yang lengkap.

Dari beberapa kriteria kaki palsu yang ideal, tentu kenyamanan memakai kaki palsu itu sendiri bagi pasien menjadi rujukan bagi seorang teknisi kaki palsu.

Olehnya itu salah satu pengembang dan teknisi kaki palsu HARAPAN KAKI PALSU MAKASSAR telah berhasil mengembangkan dan merancang kaki palsu yang ringan dan berkualitas demi memenuhi kenyamanan bagi penggunanya.

Lokasi strategis yang terletak dekat bandara Hasanuddin Makassar dan berada di jalan poros utama Maros Makassar dan beberapa pilihan penginapan disekitarnya serta pelayanan yang ramah menjadi nilai tersendiri bagi pasien yang akan berkunjung kesana.

Tahukah Anda tentang Kaki Palsu Tipe Syme?

Pembesaran soket kaki palsu: Ilustrasi bagian bawah soket kaki palsu Syme yang menjadi fokus estetika
Kaki palsu Syme: Kaki palsu tipe Syme yang memberikan fungsionalitas dan kenyamanan kepada pengguna

Kaki palsu umumnya dikenal dan banyak digunakan oleh pasien amputasi, seperti kaki palsu bawah lutut (transtibial prosthesis) dan kaki palsu atas lutut (transfemoral prosthesis).

Namun, terdapat satu jenis kaki palsu yang mungkin belum begitu familiar, yaitu kaki palsu tipe Syme, yang juga dikenal sebagai kaki palsu tepat mata kaki. Kaki palsu tipe Syme memiliki model dan titik tumpuan berat badan yang berbeda dengan kaki palsu bawah lutut.

Pada kaki palsu bawah lutut, titik tumpuan berat badan berada di sekitar tendon infrapatellaris atau tepat di bagian depan bawah patella (tempurung lutut). Sementara itu, pada kaki palsu tipe Syme, titik tumpuan berat badan berada di ujung dari luka amputasi.

Pemakaian kaki palsu tipe Syme seringkali menyebabkan keluhan seperti rasa kram, nyeri, dan ngilu pada titik tumpuan kaki palsu. Namun, seiring berjalannya waktu, keluhan nyeri dan kram ini cenderung mereda seiring dengan seringnya kaki palsu diberikan tumpuan secara optimal.

Salah satu faktor penyebab timbulnya rasa nyeri dan kram adalah pemakaian kaki palsu dalam waktu kurang dari 4 bulan, kadang-kadang juga terdapat riwayat luka yang belum sepenuhnya sembuh, serta keluhan yang dikenal sebagai phantom pain.

Dalam hal tampilan, kaki palsu tipe Syme mungkin tidak seideal kaki palsu bawah lutut dari segi kosmetik. Hal ini disebabkan oleh adanya pembesaran pada bagian bawah soket kaki palsu di daerah mata kaki, yang membuatnya terlihat kurang ideal seperti kaki palsu pada umumnya.

Meskipun begitu, dari segi fungsionalitas dan kenyamanan penggunaan, kaki palsu tipe Syme cenderung lebih unggul dibandingkan dengan kaki palsu bawah lutut (transtibial prosthesis).

INILAH KISAHKU SAAT KAKI YANG KUSAYANGI HARUS BERPISAH DARI TUBUH

Dalam ruang operasi, aku menyerahkan diri pada tangan-tangan ahli yang berusaha menjaga kesehatan dan menghapus rasa sakit. Dalam hati, aku percaya bahwa ini adalah bagian dari takdir terbaik yang Allah berikan untukku.

Rasa takut, cemas, dan berbagai kekhawatiran ada dalam pikiranku saat akan melangkah menuju rumah sakit untuk menjalani proses amputasi kaki. Namun, diriku selalu mengedepankan sangkaan baik kepada Allah bahwa ini adalah ketetapan takdir terbaik yang Allah berikan untukku. Dan berharap semoga ini menjadi penghapus dosa atas segala kesalahan dan kekhilafan selama hidupku.

Dan kiranya Allah senantiasa memberikan kesabaran dan keteguhan menjalani sisa hidupku.

Setelah tiba di ruangan pemeriksaan, dokter bedah mulai melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh tentang status gizi, cek darah lengkap, serta fungsi organ tubuh, dan yang tak kalah penting adalah kesiapan jiwa menjelang masuk ke kamar operasi.

Setelah itu, dokter menyodorkan surat pernyataan kesiapan yang ditandatangani untuk menjalani tindakan operasi tersebut.

Saat perawat mulai mendorong brankar tidurku melewati lorong bisu menuju ruang operasi, sambil berdoa dan berzikir, tak pernah lepas dari bibir dan nafasku. Dan akhirnya, detik-detik menjelang operasi, dokter mulai menyuntikkan sesuatu, dan akhirnya aku pun terlelap tidur tanpa sadar tentang diriku.

Dalam proses operasi, dokter akan membuang jaringan dan tulang yang perlu rusak dan tetap mempertahankan jaringan yang masih sehat. Setelah itu, dokter bedah akan menghaluskan tepi tulang, memperbaiki pembuluh darah, serta ujung saraf sebelum menjahit dan menutup kembali area yang sudah diamputasi.

Dan Alhamdulillah, setelah menjalani proses amputasi, selanjutnya diantarkan kembali ke ruang perawatan intensif untuk menjalani proses pemulihan, terutama perawatan jaringan luka oleh dokter dan beberapa perawat yang senantiasa memantau perkembangan setiap hari.

Penggantian perban secara rutin serta pembalutan area amputasi menggunakan elastis perban menjadi prosedur tetap untuk perpindahan pelayanan ke bagian rehabilitasi.

Tim rehabilitasi, meliputi dokter rehab, fisioterapi, dan teknisi kaki palsu, tentu memiliki tugas selanjutnya guna memaksimalkan pelayanan yang berkelanjutan.

Latihan ambulasi di tempat tidur dan latihan berdiri serta berjalan dengan 2 tongkat, serta penguatan otot tungkai yang sehat, adalah program terapi guna mendukung kemampuan diriku dalam latihan dan memakai kaki palsu nantinya.

KENAPA SIH DOKTER VONIS SAYA UNTUK SEGERA AMPUTASI KAKI?

Amputasi kaki adalah suatu keputusan akhir oleh dokter bedah setelah melalui suatu pemeriksaan pada seorang pasien. Terkadang hal ini menimbulkan rasa syok dan sedih setelah mendengarkan saran dan anjuran tersebut, betapa tidak terbayang rasa malu dan hilangnya salah satu anggota kakinya yang selama ini menjadi bagian dalam aktivitas hidupnya.

Meski demikian, keputusan dokter tersebut memiliki kemaslahatan pada seseorang demi menghindari kondisi yang lebih buruk dan menyelamatkan jiwa pasien itu sendiri.

Berikut beberapa alasan dokter untuk melakukan amputasi:

  1. Gangren : Adanya kematian jaringan yang disebut gangren sehingga menyebabkan hilangnya fungsi dari jaringan tubuh tersebut yang bisa disebabkan oleh penyakit diabetes atau gangguan pembuluh darah perifer, ditandai dengan jaringan tubuh yang berwarna hitam.
  2. Tumur Ganas : Timbulnya tumor ganas pada daerah tungkai, yang biasanya terlihat sebagai pembesaran jaringan yang tidak normal yang disertai rasa nyeri.
  3. Cedera Serius : Cedera akibat kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja.
  4. Cacat Bawaan : Cacat sejak lahir yang menyebabkan kelainan bentuk dan fungsi pada anggota geraknya.

Setelah menjalani tindakan amputasi, selanjutnya dilakukan proses pemulihan dalam kurun 1-2 minggu di rumah sakit.

Program rehabilitasi pasca amputasi sangat dibutuhkan dan tentu ditangani oleh tim rehabilitasi atau fisioterapi untuk persiapan nantinya melakukan prosedur pembuatan kaki palsu.

Ketidakhadiran penanganan oleh fisioterapi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang teknisi kaki palsu dalam mempersiapkan proses pengukuran kaki palsu. Betapa tidak, terkadang pasien tiba-tiba datang untuk diukur padahal kondisi fisik belum memungkinkan karena kurangnya edukasi pasca amputasi.

Untuk program pasca amputasi, sebaiknya dilakukan pembalutan pada tungkai tubuh yang sudah diamputasi, baik amputasi di atas lutut maupun amputasi di bawah lutut.

Selanjutnya, latihan berdiri dan berjalan menggunakan 2 tongkat juga sangat dibutuhkan bimbingan dan arahan dari tim rehabilitasi.

Latihan penguatan otot oleh fisioterapi sangat berperan membantu memulihkan kondisi fisik untuk aktivitas fungsionalnya menjelang pengukuran kaki palsu.

Dan hal yang tidak kalah pentingnya pasca amputasi adalah perawatan luka secara rutin untuk mempercepat proses pemulihan dan kesembuhan luka yang ada, karena hal tersebut menjadi syarat wajib untuk memakai kaki palsu adalah sembuhnya luka secara sempurna.

GIMANA SIH MODEL KAKI PALSU UNTUK AMPUTASI TEPAT DI MATA KAKI?

Gimana Sih Model Kaki Palsu untuk Amputasi Tepat di Mata Kaki?
Temukan informasi tentang model kaki palsu yang cocok untuk amputasi tepat di mata kaki. Pelajari tentang berbagai pilihan model kaki palsu yang dapat meningkatkan mobilitas dan kenyamanan

Umumnya model kaki palsu amputasi bawah lutut adalah tipe transtibial prosthesis yang amputasinya pada area betis (tibia fibula), pada amputasi tepat lutut dikenal dengan model syme prosthesis.

Sepintas model ke dua jenis kaki palsu ini sama, akan tetapi jika ditelusuri lebih jauh, ternyata memiliki perbedaan yang mencolok terutama pada tumpuan berat badan pada kaki palsu tersebut.

Untuk amputasi bawah lutut daerah (tibia fibula), beban berat badan saat menumpukan pada kaki palsu terletak dibagian tendon bearing patella atau biasa disebut infra patellar tendon. Sedangkan pada amputasi tepat pada mata kaki, maka tumpuannya didaerah ujung bekas amputasinya tetap pada ujung tulang.

Keluhan awal pada pasien ini yaitu adanya masih ada rasa kram dan nyeri pada ujung amputasi saat ditekan ke lantai, apalagi kalau masa amputasinya belum cukup 3 bulan. Proses adaptasi sangat dibutuhkan pada jenis amputasi seperti ini.Dan biasanya semakin lama rasa nyeri dan kram itu perlahan akan hilang seiring dengan waktu dari hari ke hari.

Dan hal yang paling penting diketahui dan diperhatikan oleh teknisi pembuat kaki palsu agar pola jalan dan keseimbangan pasien amputasi tepat di persendian mata kaki adalah saat melakukan pengukuran, posisi lutut pasien harus nol derajat (lutut lurus), sehingga saat menentukan aligment kaki palsunya tetap juga nantinya nol derajat sesuai posisi pengukuran semula.

Apabila hal ini tidak diperhatikan oleh seorang teknisi, maka biasa akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien saat berjalan dan tentu ini akan membutuhkan adaptasi yang lebih lama bagi pasien untuk menyesuaikan pola jalan nya.

Dan dari segi estetika prostesis, model transtibial prosthesis (amputasi dibetis) Napak lebih sempurna tampilannya sedangkan untuk amputasi tepat di mata kaki, akan terlihat tonjolan yg besar pada area bawah bagian mata kakinya.

Akan tetapi dari segi kenyamanan dan kemampuan penguasaan prosthesis untuk aktifitas fungsional berjalan, tentu model syme prosthesis amputasi pas mata kaki jauh lebih nyaman karena tumpuannya langsung pada daerah ujung mata kaki.

KAKI PALSU LEBIH RINGAN, KOK BISA?

Kaki Palsu bahan carbon memiliki keunggulan estetika dan bahannya cukup ringan. Kekurangannya adalah harganya yang cukup mahal
Kaki Palsu bahan carbon memiliki keunggulan estetika dan bahannya cukup ringan. Kekurangannya adalah harganya yang cukup mahal

Kenyamanan pemakaian kaki palsu tentu menjadi impian dan harapan setiap pasien yang membutuhkan kaki palsu. Oleh karena itu, berbagai rancangan kaki palsu yang di buat oleh teknisi kaki palsu senantiasa mempertimbangkan faktor bobot atau berat kaki palsu yang akan di rancang.

Biasanya untuk meminimalisir berat kaki palsu tersebut, teknisi harus mampu merancang sendiri komponen bagian kaki palsu dengan memilih berbagai bahan (material) yang lebih ringan. Bagian soket dan adaptor merupakan bagian yang tentu dapat dirancang sedemikian rupa untuk meringankan berat kaki palsu tersebut. Ketahanan dan kualitas kaki palsu tentu menjadi pertimbangan khusus dalam memodifikasi rancangan teknisi kaki palsu.

Salah satu bahan pembuatan soket yang ringan adalah menggunakan material PP (polipropilen). Polipropilen ini mempunyai beberapa keunggulan, disamping materialnya yang ringan, bahan polipropilen ini juga sangat bagus memodifikasi soket yang sudah dibuat, sehingga kenyamanan pemakaian kaki palsu yang di inginkan baik pasien maupun teknisi kaki palsu akan tercapai. Keunggulan lain dari bahan polipropilen ini adalah segi ketahanannya, meskipun ringan, namun tetap kuat dan tahan patah.

Bahan-bahan umum yang digunakan oleh teknisi kaki palsu adalah resin fiber dan karbon, digunakan untuk pembuatan soket kaki palsu, baik yang di atas lutut maupun di bawah lutut

Keunggulan material resin fiber adalah aspek estetikanya yang mengkilap, namun, kekurangannya adalah bahan yang cukup berat serta proses modifikasi soket yang rumit, Untuk bahan carbon memiliki keunggulan estetika dan bahannya cukup ringan. Kekurangannya adalah harganya yang cukup mahal.

Olehnya itu, dari sekian banyak bahan yang menjadi pilihan tentu pasien itu sendiri yang memilih sesuai kebutuhan yang sesuai kondisi finansial maupun fisik pada pasien itu sendiri.