Beranda Topik Berat badan

Topik: Berat badan

Apakah kaki yang telah di amputasi pada pergelangan kaki bisa di injakkan ?

kaki palsu syme prosthesis
kaki palsu syme prosthesis

Pemilihan tipe atau jenis kaki palsu sangat ditentukan oleh lokasi area amputasinya. Dan kali ini kita akan membahas salah satu jenis kaki palsu yang amputasinya pada daerah pergelangan kaki, Syme prosthesis adalah rancangan tipe kaki palsu khusus untuk amputasi ini.

Sebelum pemakaian syme prosthesis ini, sebaiknya pasien diberikan edukasi sebelumnya untuk selalu berusaha menginjakkan kakinya tersebut. Yang nantinya akan menjadi tumpuan berat badan saat menggunakan syme prosthesis ini.

Syme prosthesis ini berbeda dengan tipe kaki palsu bawah lutut lainnya, karena pada umumnya menggunakan tumpuan didaerah sekitar lutut.

Saat awal belajar menginjakkan kaki yang telah di amputasi, memang ada rasa takut dan nyeri saat berdiri dan berjalan. Namun beberapa kasus yang ada, seiring dengan waktu, lambat laun rasa nyeri akan hilang.

Latihan secara bertahap yang dimulai dengan tumpuan setengah berat badan (partial weight bearing) dengan alat bantu juga menjadi bagian penting pada program latihan berjalan saat pertama kali menggunakan kaki palsu.

Rancangan kaki palsu untuk pasien dengan syme prosthesis ini agak rumit dibandingkan model kaki palsu bawah lutut yang lain.

Pengukuran derajat kemiringan kaki palsu sangat menentukan kenyamanan pemakaian kaki palsu itu sendiri. Rasa nyeri yang timbul terutama pada bagian tulang kering (osTibia) biasa menjadi keluhan utama pasien amputasi, terutama saat berjalan. Olehnya itu sebelum melakukan finishing kaki palsu, hendaknya seorang teknisi kaki palsu wajib memberikan tahapan latihan beberapa kali pertemuan sebelum dilakukan penyempurnaan kaki palsu.

Timbul jaringan parut Scar Tissue pada bekas jahitan amputasi anda ? Ini tips menggunakan kaki palsu

Luka Jahitan Amputasi

Umumnya jaringan parut ini muncul pada bagian luka jahitan amputasi yang mengalami gangguan penyambungan kulit, sehingga celah yang ada pada kulit terisi oleh jaringan parut untuk menutupi bekas luka yang ada. Salah satu kendala yang dialami oleh seorang teknisi kaki palsu adalah pada saat melatih ia memberikan beban pada daerah ujung yang ada jaringan parutnya terutama amputasi bagian betis daerah yang paling sering muncul luka lecet pada jaringan parut tersebut sebab lapisan pada jaringan parut tersebut sangat tipis.

Dalam kondisi bekas amputasi yang mudah lecet seperti ini, sebaiknya selalu menjaga kebersihan luka yang ada agar tidak mengalami infeksi. Pemakaian kaki palsu sebaiknya di istirahatkan dulu sambil menunggu penyembuhan lukanya.

Biasanya apabila telah mengalami beberapa kali luka lecet pada daerah yang sama, maka bagian yang luka tersebut lambat laun akan mengalami penebalan kulit atau jaringan pada daerah tersebut,sehingga pemakaian kaki palsu dari hari kehari akan semakin nyaman.

Dan hal yang paling berpotensi menimbulkan luka saat menggunakan kaki palsu tersebut adalah saat berjalan di tempat yang menanjak atau naik turun tangga. Disamping itu, pemakaian soft socket yang tidak pas saat memasukkan ke dalam hard socket.

Faktor lain yang merupakan kelalaian dalam pemakaian kaki palsu yang bisa menimbulkan luka adalah bagian stump (ujung amputasi) yang menjadi tumpuan beban berat badan saat berdiri dan berjalan akibat soket yang sudah longgar sehingga tumpuan yang biasanya pada area lutut terutama di tendon bearing berpindah ke ujung amputasi.

Olehnya itu sangat penting seorang teknisi kaki palsu memberikan edukasi dan latihan selama proses pembuatan kaki palsu untuk dijadikan bagian alur pelayanan kepada seseorang pasien sebelum menggunakan kaki palsu.

WOW… TERNYATA INI KELEBIHAN MEMAKAI KNEE JOINT PNEUMATIC PROSTHESIS ATAS LUTUT

KNEE JOINT PNEUMATIC
KNEE JOINT PNEUMATIC

Bagi anda yang ingin mendapatkan pola jalan yang baik dan rasa nyaman saat memakai kaki palsu pada pasien amputasi atas lutut, maka dari berbagai pengalaman yang ada, menggunakan knee joint sistem pneumatic adalah pilihan yang tepat.

Kelebihan yang didapatkan adalah ayunan langkah kaki yang panjang serta keseimbangan tubuh yang sangat membantu saat melangkahkan kaki palsunya serta saat menjadikannya sebagai tumpuan berat badan.

Pola latihan berjalan yang biasa disebut gait analysis atau gait training, sering dijadikan pedoman dan acuan dalam melatih pasien amputasi menggunakan kaki palsu sangat membantu bila anda menggunakan persendian lutut pneumatic (pneumatic knee joint).

Namun dari kelebihan itu,tentu berbanding lurus dengan harga yang ditawarkan dari berbagai produk knee joint yang ada.

Namun dari berbagai komponen impor knee joint yang ada di Indonesia,umumnya teknisi kaki palsu lebih banyak menggunakan knee joint tipe four bar yang harganya lebih terjangkau dan lebih ringan serta stok cukup banyak tersedia.

Akan tetapi kemampuan menggunakan kaki palsu yang ada,sangat tergantung dari kemampuan fisik dari pasien yang ingin menggunakan kaki palsu. Hal tersebut kadang dipengaruhi oleh faktor umur, jenis kelamin, serta riwayat penyebab amputasi itu sendiri.

Ibaratnya seperti orang yang mengendarai kendaraan mobil, semahal dan secanggih apapun mobil yang dimiliki, namun faktor kemampuan sopir (driver) itulah yang menjadi penentu kenyaman dalam perjalanan.

AMPUTASI KAKI AKIBAT DIABETIK (PENYAKIT GULA) LEBIH RUMIT SAAT LATIHAN KAKI PALSU ? INI PENJELASANNYA !

Amputasi Kaki Penyakit Diabetes
Amputasi Kaki Penyakit Diabetes

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang latihan kaki palsu bagi pasien amputasi kaki, ada baiknya kita mengetahui sekilas tentang penyakit diabetes itu sendiri.

GEJALA DIABETES akan muncul secara bervariasi pada setiap pengidapnya, tergantung akan tingkat keparahan dan jenis yang diidap. Namun, secara umum ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2, yaitu: 

  1. Peningkatan rasa haus.
  2. Peningkatan frekuensi buang air kecil.
  3. Mudah lelah atau rasa kelelahan terus-menerus.
  4. Adanya gangguan penglihatan, seperti pandangan yang kabur. 
  5. Terjadinya infeksi pada tubuh terus-menerus, yang umum terjadi pada bagian gusi, kulit, maupun area vagina (pada wanita). 
  6. Penurunan berat badan yang tidak jelas apa penyebabnya
  7. Penyakit kardiovaskular. Diabetes dapat meningkatkan risiko berbagai masalah pada sistem kardiovaskular. Hal ini termasuk penyakit arteri koroner dengan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke dan penyempitan arteri (aterosklerosis).
  8. Kerusakan mata (retinopati). Baik diabetes tipe 1 maupun 2 dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan retina mata,
  9. Kerusakan saraf (neuropati). Kelebihan gula dapat melukai dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang memberi nutrisi pada saraf terutama pada kaki. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, terbakar atau nyeri yang biasanya dimulai pada ujung jari kaki atau jari tangan dan secara bertahap menyebar ke atas.