Amputasi Kaki
Topik: Amputasi Kaki
Risiko Amputasi Kaki pada Penderita Diabetes dan Cara Pencegahannya

Diabetes dan Risiko Terjadinya Amputasi Kaki
Dalam lima tahun terakhir, penyakit diabetes menjadi perhatian utama di dunia medis. Pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan gaya hidup modern meningkatkan jumlah penderita diabetes tipe 2. Salah satu komplikasi yang paling serius adalah risiko amputasi kaki.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami kerusakan saraf (neuropati) dan penurunan sirkulasi darah (penyakit arteri perifer/PAD). Kombinasi dua kondisi ini dapat menyebabkan luka kecil menjadi infeksi serius yang tidak terasa oleh penderita karena mati rasa pada kaki. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini bisa berujung pada amputasi.
Neuropati dan PAD, Dua Komplikasi Berbahaya
Apa Itu Neuropati Diabetes?
Neuropati adalah kerusakan pada sistem saraf yang menyebabkan kaki mati rasa. Penderita diabetes sering tidak menyadari adanya luka karena hilangnya sensasi pada area kaki.
Penyakit Arteri Perifer (PAD) dan Dampaknya
PAD adalah kondisi ketika pembuluh darah menyempit dan aliran darah ke kaki berkurang. Kurangnya aliran darah membuat luka sulit sembuh dan lebih rentan terhadap infeksi.
Apakah Semua Luka Diabetes Berujung Amputasi?
Tidak semua luka pada penderita diabetes harus berakhir dengan amputasi. Amputasi hanya dilakukan sebagai langkah terakhir, biasanya jika sudah terjadi jaringan mati (nekrosis) atau gangren yang dapat mengancam nyawa karena infeksi menyebar.
Cara Mencegah Amputasi pada Penderita Diabetes
- Kontrol gula darah secara rutin
- Periksa kondisi kaki setiap hari
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak ketat
- Segera tangani luka sekecil apapun
- Rutin ke dokter untuk pemeriksaan kaki diabetes
Tenaga medis juga akan memberikan edukasi tentang perawatan luka yang benar agar penderita dapat merawat dirinya sendiri di rumah.
Kehidupan Setelah Amputasi: Kaki Palsu Bukan Akhir Segalanya
Jika amputasi memang diperlukan, ini bukan akhir dari segalanya. Banyak penderita diabetes yang tetap bisa menjalani hidup aktif setelah menggunakan kaki palsu. Yang penting, pastikan luka bekas amputasi sudah sembuh sempurna sebelum pemasangan kaki palsu.
Waktu ideal untuk mulai menggunakan kaki palsu adalah 4 hingga 7 bulan setelah amputasi, tergantung kondisi fisik dan penyembuhan luka.
Kesimpulan
Amputasi pada penderita diabetes memang menakutkan, tetapi bisa dicegah dengan deteksi dini, perawatan luka yang tepat, dan edukasi yang benar. Dengan pengelolaan diabetes yang baik, risiko komplikasi serius seperti amputasi bisa ditekan secara signifikan.
Cegah Amputasi Sejak Dini!
Jika Anda atau orang terdekat Anda menderita diabetes, jangan abaikan perawatan kaki! Segera konsultasi ke dokter jika muncul luka kecil, dan lakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah komplikasi serius.
Bukan Sekadar Kaki Palsu, Tapi Ini adalah Kisah Tentang Ketabahan dan Harapan yang Tak Tergoyahkan
Setiap orang mungkin pernah mengalami momen yang seolah mematahkan. Momen di mana semua yang sudah kita bangun tiba-tiba runtuh di hadapan kita—seperti badai yang datang tanpa peringatan. Begitulah yang dialami wanita ini. Setelah hidup dalam kebahagiaan bersama pasangan, musibah menimpanya, memaksanya menjalani amputasi dan perlahan menghancurkan mimpi-mimpi yang telah ia rajut. Namun, di tengah rasa sakit dan kehilangan, ada satu kekuatan yang menggerakkannya: harapan.
Kisah ini bukan hanya tentang perjuangan seorang wanita melawan keadaan yang sulit. Ini adalah cerita tentang keteguhan hati, tentang keberanian untuk kembali bangkit meski seolah dunia berhenti. Saat tubuhnya kehilangan, ia menemukan kekuatan yang baru—melalui ketabahan, keimanan, dan rasa syukur yang tiada batas. Semoga kisah ini dapat memberi inspirasi, bahwa dalam setiap cobaan, ada pelajaran berharga yang membawa kita lebih dekat pada kebahagiaan yang sejati.
Tak ada manusia yang tahu setiap kejadian yang akan menimpanya di masa depan. Begitulah kalimat yang sering diucapkan oleh orang bijak. Demikian pula kisah seorang pasien pengguna kaki palsu Seorang Wanita yangmenjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis selama setahun sebelum musibah kecelakaan menimpanya dan memaksanya untuk menjalani amputasi kaki kanan.
Dari sinilah awal keretakan rumah tangganya, yang akhirnya berujung pada perceraian.
Dengan penuh kesabaran, ia menerima segala ketetapan yang telah ditakdirkan. Wanita ini menjalani kehidupan dengan tabah, sembari mengharapkan pahala di sisi Allah atas musibah yang menimpanya.
Seiring berjalannya waktu, wanita tangguh ini memutuskan untuk membuat kaki palsu demi bisa menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Proses pembuatan kaki palsunya dilakukan secara sistematis, dimulai dari tahapan rujukan di rumah sakit ke bagian ortopedi untuk memeriksa kondisi amputasi dan penyembuhan lukanya. Setelah itu, ia dirujuk ke unit rehabilitasi medik untuk menjalani pemeriksaan fungsi otot, kemampuan fisik, dan fungsionalitas, terutama kemampuan berjalan dengan menggunakan tongkat (crutches).
Setelah serangkaian pemeriksaan, dokter rehabilitasi mengonsulkan pasien ini ke bagian ortotik prostetik untuk pengukuran, latihan, dan pembuatan kaki palsu.
Alhamdulillah, dalam beberapa kali sesi latihan berjalan menggunakan kaki palsu, ia perlahan mampu berjalan dengan lebih baik. Tongkat ketiak yang selama ini membantunya pun dapat ia lepaskan, dan ia mulai beradaptasi berjalan dengan kaki palsu dengan baik.
Dalam periode sekitar 2-3 tahun, wanita tangguh ini memperdalam ilmu agama Islam dengan mengikuti berbagai kajian, yang membuat hatinya semakin tenang. Berkat doa dan pengharapan hanya kepada Allah, akhirnya ia dipertemukan dengan pemuda yang baik dan beriman, dan mereka menikah.
Perjalanan wanita tangguh ini mengajarkan kita bahwa musibah bukanlah akhir, melainkan jembatan menuju sesuatu yang lebih indah. Dari kesulitan yang ia hadapi, ia menemukan kekuatan yang sebelumnya tidak pernah ia sadari. Setiap langkah yang diambil dengan kaki palsu bukan sekadar langkah menuju kemandirian, tetapi sebuah simbol keteguhan hati yang tiada tandingannya.
Semoga kisahnya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu melihat terang di balik kegelapan. Jika wanita ini bisa melewati badai hidup dengan tabah dan penuh keyakinan, maka kita pun bisa. Mari kita jadikan setiap cobaan sebagai pembelajaran, dan setiap kekuatan yang tumbuh sebagai anugerah. Bagi Anda yang sedang berjuang di jalan yang penuh liku, ingatlah: Anda tidak sendirian, dan selalu ada harapan di setiap langkah yang Anda pilih.
Apakah Pasien Kanker Tulang Bisa Menggunakan Kaki Palsu?

Amputasi kaki sering kali menjadi langkah medis yang diperlukan bagi pasien kanker tulang, atau yang lebih dikenal sebagai osteosarkoma. Kondisi ini merupakan jenis kanker yang menyerang tulang dan sering kali mengharuskan amputasi untuk mencegah penyebaran kanker ke organ lain.
Berikut adalah beberapa gejala umum osteosarkoma yang perlu dikenali:
- Gerak tubuh yang terbatas.
- Nyeri pada bagian yang mengalami pembengkakan saat disentuh.
- Munculnya benjolan di sekitar atau pada ujung tulang.
- Sensasi nyeri yang berkepanjangan pada tulang atau sendi.
Osteosarkoma biasanya menyerang tulang kering, tulang paha, dan lutut, tetapi juga dapat memengaruhi tulang panggul, tulang bahu, serta tulang rahang. Ketika osteosarkoma menyerang bagian tungkai bawah, amputasi sering kali menjadi pilihan agar sel kanker tidak menyebar ke organ dalam tubuh. Pasalnya, penyebaran ini atau metastasis dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk kematian.
Sebelum prosedur amputasi, dokter biasanya menyarankan kemoterapi untuk mengecilkan tumor dan menghambat penyebaran sel-sel kanker ke bagian tubuh lainnya. Setelah prosedur amputasi dan program kemoterapi selesai, pasien biasanya dirujuk ke bagian rehabilitasi medis untuk memulai proses pembuatan kaki palsu.
Pentingnya Asesmen Mendalam Sebelum Pemasangan Kaki Palsu
Dalam proses penilaian dan pemeriksaan pembuatan kaki palsu, teknisi harus benar-benar memahami kondisi fisik pasien dan memantau perkembangan penyakitnya. Hal penting yang harus diperhatikan adalah apakah masih ada sisa jaringan kanker setelah amputasi. Hal ini sangat penting karena kondisi fisik pasien dan keberadaan sel-sel kanker yang tersisa akan memengaruhi kemampuannya untuk menggunakan kaki palsu dengan baik.
Pengalaman menunjukkan bahwa pada beberapa kasus, pasien yang masih memiliki jaringan kanker aktif atau kondisi fisik yang lemah dapat mengalami penurunan kondisi umum jika dipasangkan kaki palsu terlalu cepat. Oleh karena itu, penilaian medis yang teliti sangat diperlukan untuk memastikan kesiapan pasien.
Kesimpulan
Sebagai langkah terakhir sebelum memasang kaki palsu, sangat penting bagi teknisi dan pasien untuk memastikan bahwa tidak ada sisa jaringan tumor dalam tubuh pasca-amputasi. Pemeriksaan ini dapat dilakukan melalui laboratorium patologi anatomi (PA) atau dengan berkonsultasi langsung dengan dokter yang menangani perawatan pasien. Hanya dengan memastikan hal ini, penggunaan kaki palsu dapat berjalan lebih efektif dan aman bagi pasien.
Bagi Anda atau keluarga yang membutuhkan solusi kaki palsu pasca-amputasi akibat kanker tulang, Harapan Medika Makassar siap memberikan layanan yang terbaik. Dengan pengalaman dan perhatian penuh pada kebutuhan masing-masing pasien, Harapan Medika Makassar menyediakan kaki palsu yang berkualitas dan nyaman untuk mendukung mobilitas dan aktivitas Anda sehari-hari. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs kami di kakitanganpalsumakassar[dot]com atau datang langsung ke Lokasi Workshop Harapan Medika Makassar.
Cara Membuat Kaki Palsu yang Ringan dan Nyaman Dengan Harga Terjangkau

Amputasi tidak harus membatasi aktivitas Anda. Dengan kaki palsu yang tepat, Anda bisa kembali berjalan, berlari, bahkan melakukan olahraga. Harapan Medika Makassar menawarkan berbagai pilihan kaki palsu ringan dengan harga terjangkau. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan kami dan dapatkan kaki palsu yang sesuai dengan apa yang anda inginkan.
Kaki Palsu: Kebutuhan Pokok Pasca Amputasi
Kaki palsu merupakan kebutuhan pokok dan penting bagi seseorang yang telah mengalami amputasi tungkai kaki. Aktivitas fungsional berjalan dalam kehidupan sehari-hari yang dirasakan sebagai kenangan pasca amputasi kaki yang dialami.
Pertanyaan Umum: Harga dan Berat Ringannya Kaki Palsu
Dalam beberapa pengalaman pasien yang ingin mendapatkan layanan kaki palsu, ada dua pertanyaan yang sering diutarakan oleh keluarga maupun pasien itu sendiri: harga kaki palsu dan berat ringannya kaki palsu.
Faktor Penentu Berat Ringannya Kaki Palsu
Terkait dengan bobot kaki palsu ini, kami selaku teknisi akan memberikan beberapa faktor yang menjadi penentu berat ringannya kaki palsu tersebut. Pada umumnya, kaki palsu memang tergolong jenis protesa yang membutuhkan fisik yang baik guna memaksimalkan aktivitas fungsional berjalan dan adaptasi gerakan tubuh saat menggunakan kaki palsu.
Perbedaan Berat Kaki Palsu
Terutama untuk pasien amputasi di atas lutut, tentu berat kaki palsunya dua kali lipat dibanding pasien amputasi bawah lutut. Pada beberapa komponen kaki palsu impor, baik foot, persendian, adaptor, tube, dan soket kaki palsu telah disediakan beberapa pilihan material yang beragam.
Pemilihan Material Soket
Pada umumnya, komponen kaki palsu ini dapat dipakai pasien dengan berat badan 45-100kg. Peranan seorang teknisi kaki palsu khusus untuk pasien yang berat badannya di bawah 60kg untuk mampu merancang kaki palsu yang ideal guna menggantikan komponen yang lebih ringan. Pemilihan material soket adalah sangat berperan dalam mengurangi bobot berat kaki palsu.
Material Soket yang Paling Ringan
Diantara soket yang paling ringan dan nyaman digunakan adalah material polipropilen dan carbon. Hal tersebut berbanding terbalik dengan material fiber/resin serta lapisan aluminium yang mempunyai bobot yang jauh lebih berat. Bagi teknisi kaki palsu yang berpengalaman, material adaptor impor yang berat dapat digantikan material lain yang lebih ringan seperti mengganti atau merancang adaptor yang lebih ringan tanpa mengurangi kekuatan kaki palsu itu sendiri.
Harapan Medika Makassar: Solusi Layanan Kaki Palsu dan Tangan Palsu di Indonesia
Jika Anda sedang mencari layanan kaki palsu dan tangan palsu yang berkualitas di Indonesia, maka Harapan Medika Makassar adalah pilihan yang tepat. Dengan teknologi dan material yang canggih, kami dapat memberikan kaki palsu yang ringan, nyaman, dan memaksimalkan aktivitas fungsional berjalan. Jangan ragu untuk menghubungi kami untuk mendapatkan kaki palsu yang ideal untuk kebutuhan Anda.
Penutup:
Dengan demikian, kaki palsu bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga merupakan bagian dari kehidupan yang normal. Jangan biarkan amputasi menghalangi Anda dari melakukan aktivitas sehari-hari. Pilihlah Harapan Medika Makassar sebagai solusi layanan kaki palsu dan tangan palsu di Indonesia. Kami siap membantu Anda kembali berjalan dengan nyaman dan bebas.
APA BETUL MEROKOK BISA JADI PENYEBAB AMPUTASI KAKI ?
HARAPAN MEDIKA MAKASSAR – Menyediakan Berbagai Jenis Kaki dan Tangan Palsu Sesuai dengan Jenis Amputasi Pasien. KAMI DI SINI SIAP MEMBANTU PASIEN YANG MEMERLUKAN KAKI PALSU.
Kisah pasien amputasi ini sangat menarik dan berharga. Pasien ini awalnya datang untuk berkonsultasi tentang kaki palsu tipe bawah lutut yang sesuai dengan lokasi batas ujung amputasi di sekitar betisnya. Suasana percakapan yang begitu santai dan bersahabat, dimana beliau mengisahkan hasil diagnosis dokter bahwa penyebab amputasi kakinya akibat gangren atau kematian jaringan pada kakinya akibat suplai oksigen dan makanan yang tersumbat di saluran pembuluh darah kakinya.
Kasus ini tentu disebabkan oleh kebiasaan merokok yang bertahun-tahun. Namun, ada hal yang menarik dari percakapan ini, bahwa ternyata diagnosis penyebab amputasinya tidak dapat diterima oleh akal pikirannya. Satu hal yang mendasarinya adalah begitu banyak orang seperti dia yang mempunyai kebiasaan yang sama namun mereka juga tidak di amputasi.
Akhirnya, setelah mendapatkan informasi tentang rincian kaki palsu, beliau berniat untuk segera melakukan pengukuran kaki palsunya setelah lukanya nanti sembuh secara permanen.
Setelah pertemuan ini berlalu beberapa bulan atau tahun lamanya. Dan kabarnya pun tak pernah terdengar lagi. Sehingga kejadian itu terus berlanjut begitu saja.
Namun, dalam suatu kesempatan, saya melakukan visitasi pasien di perawatan ortopedi di RS Wahidin. Tiba-tiba terdengar suara yang menyapa dan memberi salam.
Pak? Apa masih kenal? Saya dulu yang pernah datang berkonsultasi seputar kaki palsu!
Dan inilah jawabannya pak. Saya harus menanggung resiko amputasi lagi sampai di paha karena mengabaikan peringatan dokter untuk berhenti merokok!
Kini nasi sudah menjadi bubur. Segala penyesalan tiada berguna lagi, dan yang terpenting adalah menghadapi segalanya dengan penuh kesabaran dan hanya mengharapkan ampunan Allah.
Namun, semua musibah itu bukan akhir dari segalanya, insya Allah kedepan setelah menyelesaikan proses pemulihannya. Selanjutnya akan kembali dilakukan prosedur pengukuran kembali kaki palsu untuk tipe kaki palsu atas lutut.
Jadi, dari kisah ini, kita dapat menyimpulkan bahwa merokok dapat menjadi penyebab amputasi kaki. Kebiasaan merokok yang bertahun-tahun dapat menyebabkan gangren atau kematian jaringan pada kaki, yang akhirnya dapat menyebabkan amputasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk berhenti merokok dan menjaga kesehatan tubuh kita dengan baik.
Pergaulan yang Salah Penyebab Kecelakaan Motor : Kisah Remaja yang Kehilangan Kakinya
Salah satu pasien kami dibuatkan kaki palsu tipe atas lutut. Seorang anak belia yang masih menginjak belasan tahun harus rela kehilangan kaki sampai dipaha setelah mengalami kecelakaan motor. Duduk berboncengan sambil memacu kendaraan motornya kecepatan tinggi yang akhirnya bertabrakan dengan pengendara motor lain.
Pergaulan remaja pada zaman sekarang ini sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan. Semua media massa baik elektronik maupn cetak dengan leluasa menampilkan hal-hal yang dapat mengakibatkan merusak akhlak generasi muda pada masa sekarang ini. Remaja DULU dan KINI sangat berbeda dan tidak relevan lagi apabila kita membandingkannya.
Masa remaja adalah masa transisi ketika anak beranjak dewasa. Masa ini pun dianggap rawan dan kebanyakan orang tua menjadi gelisah dan khawatir terhadap anaknya yang menginjak usia remaja. Apakah remaja dapat memilih jalan yang baik, atau justru salah jalan dalam pergaulan? Fenomena ini sudah tidak asing lagi dalam kehidupan masa kini, justru hal ini menjadi sangat memprihatinkan karena perkembangan remaja masa kini lebih banyak jatuh pada jalan pergaulan yang salah.
Untuk itu, pendampingan dan perhatian bagi remaja yang sedang mencari jati diri sangat dibutuhkan. Orang-orang yang ada di sekitarnya memiliki peranan penting, seperti orang tua, orang dewasa yang dapat memberi teladan yang patut di contoh, teman sebaya, lingkungan sekitar, dan lain-lain.
Dan Alhamdulillah, tidak butuh waktu lama dalam proses latihan kaki palsunya, dengan usia yang masih muda dan kekuatan otot yang prima, sehingga adaptasi latihan memakai kaki palsu berjalan cukup lancar dan memuaskan.
Setelah menjalani proses pemulihan pasca amputasi kaki, orang tua dan segenap keluarganya memutuskan ke Makassar untuk dibuatkan kaki palsu. Semoga kejadian hidup ini menjadi pengalaman berharga dan mampu bangkit kembali menjalani aktivitas kesehariannya secara normal.
Olehnya itu, teknisi kaki palsu juga harus memberikan pandangan kepada pasien tentang tipe kaki palsu yang ideal baginya.
Pada dasarnya, untuk kriteria kaki palsu pada anak usia remaja seperti ini, perlu memilih produk kaki palsu yang lebih kuat dan tahan lama karena dengan usianya sekarang, tentu kebutuhan kaki palsu begitu sangat berguna dan bermanfaat dalam mengisi kehidupan aktivitasnya.
Serta memberikan edukasi tentang cara perawatan kaki palsu, terutama menghindari genangan air serta aktivitas atau kegiatan yang beresiko menimbulkan risiko kerusakan komponen kaki palsunya. Hal ini juga sangat penting diketahui bagi seorang remaja yang memakai kaki palsu, mengingat jiwa muda seperti ini kadang melakukan hal-hal yang ekstrim yang justru bisa menyebabkan kerusakan kaki palsunya.
Bingung Mau Membuat Kaki Palsu? Yuk Simak, Begini Caranya!
Kaki palsu, atau prostesis, dapat membantu orang yang sudah diamputasi kaki untuk mampu bergerak dengan lebih mudah. Teknisi kaki palsu bertujuan merancang kaki palsu yang fungsi dan tampilannya menyerupai kaki asli. Terkadang orang masih membutuhkan tongkat, alat bantu jalan, atau kruk untuk berjalan dengan kaki palsu, sementara yang lain bisa berjalan dengan bebas.
Bagi Anda yang mengalami amputasi anggota tubuh bagian bawah, kaki palsu tipe bawah lutut mungkin merupakan pilihan yang perlu Anda pertimbangkan. Ada beberapa pilihan tipe kaki palsu yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu. Dari beberapa komponen kaki palsu, ada yang menggunakan tipe sachfoot dan ada juga tipe single axis atau multi Axis foot. Khusus bagi Anda yang penderita diabetes yang beresiko tinggi luka atau nyeri saat pemakaian kaki palsu, kami sebagai pengajar kaki palsu menyarankan untuk menggunakan silikon soket agar bisa meminimalisir risiko luka atau nyeri.
Dari beberapa kasus yang ada, pasien yang kehilangan anggota tubuhnya mampu menggunakan kaki palsunya dengan baik, namun terkadang tidak semua orang cocok untuk mendapatkan kaki palsu. Beberapa pertimbangan yang mungkin perlu didiskusikan dengan dokter sebelum memilih kaki palsu meliputi:
- Apakah terdapat cukup jaringan lunak untuk melindungi sisa tulang?
- Berapa banyak rasa sakit yang kamu rasakan?
- Bagaimana kondisi kulit pada anggota badan tersebut?
Jadi, untuk memberikan bahasa sederhananya, apakah kaki palsu itu benar-benar mempunyai peran pengganti kaki yang sudah diamputasi atau tidak? Kalau hanya sekedar untuk kosmetik atau menutupi kecacatan yang ada, mungkin inilah yang perlu ditinjau kembali tentang urgensi kebutuhan kaki palsu tersebut pada diri Anda.
KECACATAN FISIK BUKANLAH PENGHALANG MERAIH KESUKSESAN KERJA
Dalam dunia kerja saat ini, mencari peluang kerja tentu menjadi prioritas bagi semua orang dewasa untuk mendapatkan penghasilan dan kemapanan hidup di masa mendatang.
Berbagai upaya dan ikhtiar telah ditempuh dengan melengkapi diri dengan berbagai persyaratan kerja yang dibutuhkan. Mulai dari meraih jenjang pendidikan yang tinggi, penampilan diri yang menarik, serta dana besar yang terkadang dipersiapkan dan koneksi kerja yang luas, serta kerabat keluarga yang juga dapat membantu.
Bagi seorang disabilitas, seperti pasien yang sudah amputasi kaki maupun amputasi tangan, tentulah menjadi penilaian minus baginya untuk melamar pekerjaan. Akan tetapi, peluang kerja bukan berarti tertutup baginya. Berbagai peraturan dan kebijakan pemerintah telah memberikan harapan dengan membuka lowongan kerja baik pemerintah maupun swasta untuk mengalokasikan khusus atau memberikan prioritas khusus bagi penderita disabilitas tersebut.
Penyandang disabilitas mungkin memiliki keterbatasan dalam sesuatu. Namun, ini tidak menghalangi mereka untuk bisa sukses di dunia kerja. Sebab, nyatanya ada banyak pilihan pekerjaan yang cocok untuk orang dengan disabilitas.
Disabilitas adalah setiap kondisi tubuh atau pikiran yang membuat orang dengan kondisi ini lebih sulit untuk melakukan aktivitas tertentu dan berinteraksi.
Penyandang disabilitas di daerah wilayah Makassar dan sekitarnya telah diberikan kesempatan berupa kursus keterampilan di panti sosial guna menjadi bekal untuk mengembangkan diri dan potensi yang dimilikinya. Dan bagi mereka yang kehilangan tangan akan diberikan tangan palsu dan bagi yang kehilangan kaki mereka juga diberikan bantuan kaki palsu, baik kaki palsu atas lutut maupun kaki palsu bawah lutut. Dan bantuan tangan palsu dan kaki palsu ini, biasanya diberikan setelah menyelesaikan masa kursus di panti sosial tersebut.
Alhamdulillah, dari beberapa pasien yang kami layani dengan membuatkan tangan palsu maupun kaki palsu, baik di workshop maupun di rumah sakit, mereka banyak diterima bekerja di instansi pemerintah maupun swasta setelah memasukkan lamaran kerja dengan keadaan tetap memakai kaki palsu dan tangan palsu.
Olehnya itu, yakin dan minta dan berharap lah semata kepada Allah yang menentukan segala ketetapan hambanya di dunia ini. Rezki Allah itu maha luas kepada siapa yang dikehendakiya.






