Beranda Topik Alasan Dokter Amputas Kaki

Topik: Alasan Dokter Amputas Kaki

Ketika Kaki Diamputasi: Alasan, Proses, dan Rehabilitasi

Dokter pria profesional memberikan konsultasi medis mengenai prosedur amputasi kaki di ruangan rumah sakit
Diskusi dan edukasi bersama tenaga medis sangat penting sebelum mengambil keputusan operasi

Amputasi kaki merupakan keputusan medis yang tidak mudah untuk dijalani. Bagi seseorang yang harus menghadapinya, proses ini dapat menimbulkan rasa takut, cemas, dan berbagai kekhawatiran. Namun, dalam kondisi tertentu, amputasi dapat menjadi pilihan terbaik untuk menghindari kondisi yang lebih buruk dan menyelamatkan jiwa.

Artikel ini membahas perjalanan menjalani amputasi kaki, mulai dari alasan dilakukannya amputasi, pemeriksaan sebelum operasi, proses operasi, pemulihan, hingga program rehabilitasi sebagai persiapan menggunakan kaki palsu.

Pernahkah Anda membayangkan peristiwa dalam hidup kita menjadi pilihan pahit yang harus diterima dengan lapang dada? Mungkin kejadian ini hampir semua telah kita dapatkan. Begitu pula sekelumit perjalanan seorang hamba yang harus berjuang untuk menjalani pilihan amputasi kaki.

Amputasi Kaki sebagai Keputusan Medis

Amputasi kaki adalah suatu keputusan akhir oleh dokter bedah setelah melalui suatu pemeriksaan pada seorang pasien. Terkadang, hal ini menimbulkan rasa syok dan sedih setelah mendengarkan saran dan anjuran tersebut. Betapa tidak, terbayang rasa malu dan hilangnya salah satu anggota kakinya yang selama ini menjadi bagian dalam aktivitas hidupnya.

Meski demikian, keputusan dokter tersebut mempunyai kemaslahatan pada seseorang demi menghindari kondisi yang lebih buruk dan menyelamatkan jiwa pasien itu sendiri.

Beberapa Alasan Dokter Melakukan Amputasi Kaki

Berikut beberapa alasan dokter untuk melakukan amputasi:

  1. Adanya kematian jaringan yang disebut gangren sehingga menyebabkan hilangnya fungsi dari jaringan tubuh tersebut. Kondisi ini bisa disebabkan oleh penyakit diabetes atau gangguan pembuluh darah perifer yang ditandai dengan jaringan tubuh berwarna hitam.
  2. Timbulnya tumor ganas pada daerah tungkai, yang biasa terlihat adanya pembesaran jaringan yang tidak normal dan disertai rasa nyeri.
  3. Cedera akibat kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja.
  4. Cacat sejak lahir yang menyebabkan kelainan bentuk dan fungsi pada anggota geraknya.

Pemulihan Setelah Menjalani Amputasi Kaki

Setelah menjalani tindakan amputasi, selanjutnya dilakukan proses pemulihan dalam kurun 1–2 minggu di rumah sakit.

Program rehabilitasi pascaamputasi sangat dibutuhkan yang tentu ditangani oleh tim rehabilitasi atau fisioterapi untuk persiapan nantinya melakukan prosedur pembuatan kaki palsu.

Ketidakhadiran penanganan oleh fisioterapi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang teknisi kaki palsu dalam mempersiapkan proses pengukuran kaki palsu. Betapa tidak, terkadang pasien tiba-tiba datang untuk diukur, padahal kondisi fisik belum memungkinkan karena kurangnya edukasi pascaamputasi.

Program Rehabilitasi Pasca amputasi

Untuk program pascaamputasi, sebaiknya dilakukan pembalutan pada tungkai tubuh yang sudah diamputasi, baik amputasi atas lutut maupun amputasi bawah lutut.

Selanjutnya, latihan berdiri dan berjalan menggunakan 2 tongkat juga sangat dibutuhkan bimbingan dan arahan dari tim rehabilitasi.

Latihan penguatan otot oleh fisioterapi sangat berperan membantu memulihkan kondisi fisik untuk aktivitas fungsionalnya menjelang pengukuran kaki palsu.

Hal yang tidak kalah pentingnya pascaamputasi adalah perawatan luka secara rutin untuk mempercepat proses pemulihan dan kesembuhan luka yang ada. Karena hal tersebut menjadi syarat wajib untuk memakai kaki palsu adalah sembuhnya luka secara sempurna.

Perasaan dan Keteguhan Menjalani Amputasi Kaki

Rasa takut, cemas, dan berbagai kekhawatiran yang ada dalam pikiranku saat akan melangkah menuju rumah sakit untuk menjalani proses amputasi kaki. Namun, diriku selalu mengedepankan sangkaan baik kepada Allah bahwa ini ketetapan takdir yang terbaik Allah berikan untukku. Dan berharap semoga menjadi penghapus dosa atas segala kesalahan dan kekhilafan selama hidupku.

Dan kiranya Allah senantiasa memberikan kesabaran dan keteguhan menjalani sisa hidupku.

Pemeriksaan Sebelum Operasi Amputasi

Setelah tiba dalam ruangan pemeriksaan, dokter bedah mulai melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh tentang status gizi, cek darah lengkap serta fungsi organ tubuh, serta yang tak kalah penting adalah kesiapan jiwa menjelang masuk ke kamar operasi.

Setelah itu, dokter menyodorkan surat pernyataan kesiapan yang ditandatangani untuk menjalani tindakan operasi tersebut.

Proses Operasi Amputasi Kaki

Dalam proses operasi, dokter akan membuang jaringan dan tulang yang perlu rusak dan tetap mempertahankan jaringan yang masih sehat. Setelah itu, dokter bedah akan menghaluskan tepi tulang dan memperbaiki pembuluh darah serta ujung saraf sebelum menjahit dan menutup kembali area yang sudah diamputasi.

Dan Alhamdulillah, setelah menjalani proses amputasi, selanjutnya diantar kembali ke ruang perawatan intensif untuk menjalani proses pemulihan, terutama perawatan jaringan luka oleh dokter dan beberapa perawat yang senantiasa memantau perkembangan setiap hari.

Penggantian perban secara rutin serta pembalutan area amputasi menggunakan elastis perban menjadi prosedur tetap untuk perpindahan pelayanan ke bagian rehabilitasi.

Peran Tim Rehabilitasi Setelah Amputasi

Tim rehabilitasi meliputi dokter rehab, fisioterapi, dan teknisi kaki palsu tentu mempunyai tugas selanjutnya guna memaksimalkan pelayanan yang berkelanjutan.

Latihan ambulasi di tempat tidur dan latihan berdiri dan berjalan dengan 2 tongkat serta penguatan otot tungkai yang sehat adalah program terapi guna mendukung kemampuan diriku dalam latihan dan memakai kaki palsu nantinya.